Posted by: mbadeni | October 21, 2010

Kesambet Cinta Laura

Judul yang menggugah.

Walaupun semestinya kata “kesambet” itu berlaku untuk jin iprit, dedemit atau sawan. Bukan untuk si cantik Cinta Laura Kiehl.

Hanya, akibat yang ditimbulkan sama dahsyatnya dengan jin iprit, lelembut, dan sawan. makanya saya berani mengusung judul berikut dengan resiko disabet penebah oleh mas-mas fans berat Cinta Laura yang sekarang ini sedang duduk manis di belakang kubikel saya..

Siapa yang tidak tahu Cinta Laura? Saya yakin anda semua pasti tahu. Tahu, bukan kenal. Dan saya juga tidak sok pede menyebut dia kenalan saya. Tapi jengah juga telinga ini kalau nama itu disebut lebih sering daripada nama kerabat, maupun nama saya sendiri. Di rumah pula, bukan di jalanan, angkot, atau di kantor.

Begitulah, penghuni rumah saya ada yang ngefans berat dengan makhluk cantik itu. Dan berhubung wajahnya lebih sering muncul di tipi daripada wajah saya (yang jujur belum pernah sekalipun muncul di tipi kecuali TVRI, dulu sekali pas acara pembukaan PORSENI SD, bersama sekitar seribu orang partisipan)maka wajar saja sebenarnya kalau si fans berat ini lebih sering menyebut namanya. Apalagi wajah saya bagai kuda kalau dibandingan dengan Cinta Laura, jadi lebih wajar lagi bagi si fans berat ini untuk lebih suka memelototi layar tipi daripada bermesraan menatap wajah horor saya.

Fans berat itu adalah Ramzy.

(postingan yang mestinya dipositing 16 Januari 2009..yaelah..lama banget yah….coba diposting ahhhh…

sebenernya ada lanjutannya sih, tapi karena sudah dibekukan oleh cairan otak kanan saya selama hampir 2 tahun, maka untuk nunggu mencairnya, lebih baik saya post dulu part 1 season 1 ini..)

Posted by: mbadeni | January 5, 2009

Urat Nadi Kehidupan

Siapakah itu? atau…apakah itu?

jawabannya akan berbeda jika ditanyakan pada personal yang berbeda juga. kepentingan yang berbeda tergantung tingkat essential-nya.

tukang bakso akan menjawab urat nadi hidupnya adalah sapi. karena bahan baku pentol bakso tidak lain adalah daging sapi (dengan banyak kanji, tentunya).

tukang parkir akan menjawab urat nadi hidupnya adalah semprit A.K.A peluit. karena kalo tidak disemprit, pengemudi kendaraan yang pura-pura budhek akan melindasnya dengan senang hati.

lain lagi bapak polisi kita yang terhormat. pistol adalah belahan jiwanya. baik untuk sekedar aksi menembak burung dan tokek, ataupun untuk menembak maling jemuran apes yang bergaya kabur ala gangster di depan bapak polisi terhormat ini.

mungkin jawaban anda akan beda dengan mereka. atau saya. atau bapak presiden, misalnya. tapi itu tak jadi soal. hanya kadar ke-eksisan “benda/makhluk” itu toh yang terpenting. tak tergantikan.

kalau saya sendiri, bagi saya yang paling penting adalah ramzy . dan karena ramzy saya masih 2,5 th, tentu dia butuh pengasuh. atau baby sitter sebutan untuk kalangan atas. berhubung gaji mbak ijah tidak mencapai standard UMR ke-baby sitter-an, maka saya tetap menyebut posisinya sebagai mbak ijah. bukan pembantu, babu atau pembokat, dia agak sedikit diatasnya walaupun bisa di multitasking-kan. Jadi posisinya tetaplah mbak ijah.

dan dialah urat nadi saya.

Pekerjaannya bisa dianggap lumayanlah. Tidak bisa dikatakan lebih, tapi setidaknya dia sudah mencapai kapasitas dan bisa diandalkan sebagai “mbak ijah”. Urusan mengasuh ramzy, bolehlah. urusan rumah tangga, okelah. tak ada masalah hanya sedikit perbaikan sana- sini untuk kesalahan sepele.

Berkat dia, saya bisa bekerja dengan tenang , ngeblog dengan tenang, maen facebook dengan gembira, tanpa harus pusing memikirkan urusah rumah yang ruwet dan bikin sembelit itu. Sesekali menelepon rumah, kontrol sedikit…dan segalanya berjalan lancar. Pulang kerja, hanya tinggal bermain dengan ramzy, dan tidur….Bangun pagi sudah ada sarapan dan mobil bersih mengkilap. tinggal santap sambil menikmati gossip di tipi..

ooww…benar-benar life in peace and harmony…

sampai petaka itu datang.

sampai libur panjang akhir tahun celaka itu datang.

mbak ijah minta cuti!!!!!

dengan alasan embahnya sakit-lah, mau mbangun WC-lah (selama ini keluarga mbak ijah kalau mau buang hajat harus menyabung nyawa berlari satu kilometer ke kali berarus deras, melewati rawa dan membelah gunung kapur!!! ini sungguhan, bukan hiperbola!!!)

OOoohhh…tak ingin dilaporkan Disnaker atas kerja rodi di bawah umur yang saya lakukan (fyi, mbak ijah saya masih belasan tahun)..dengan sangat amat terpaksa dan banyak syarat saya mengabulkan permintaan cutinya.

Setengah berharap embahnya yang tua itu jangan mati dulu, setidaknya untuk 10 tahun ini, agar mbak ijah cepat kembali dan tidak pulang-pulang lagi…

dan berharap banyak agar kalaupun pembangunan WC masuk desa itu tidak sukses setidaknya baguslah kalau sementara mereka dilanda sembelit agar tidak sering-sering maraton ke kali

Atau para pria di desa mereka terkena penyakit menular seksual, kebotakan dini, lemah syahwat, disfungsi ereksi, wasir, sehingga tidak ada kemungkinan mbak ijah kawin dalam waktu dekat…

Sungguh Doa yang Tercela….

Dan Tuhan menghukum saya dengan liburan yang sangat melelahkan baik lahir maupun bathin….

Dimulai dengan mengatasi si kecil ramzy yang ternyata tidak semanis wajahnya. Untuk menyuapkan sesendok nasi, saya harus mengejarnya keliling rumah, mengempitnya di paha dan menjejalkan makanan itu ke mulutnya (sungguh ibu yang tak becus). Ramzy membalas penyiksaan itu dengan menyemburkan semua nasi ke wajah saya. Hobinya mengunci diri di kamar, mengacak pakaian di lemari dan mengecat layar TV saya dengan krayon…

Walaupun akhirnya dia mau makan, itupun dengan membiarkannya ber-rollerblade dengan dua keping CD original saya…hiks.. RATM dan SOAD saya yang malang…

Kegiatan selanjutnya tak kalah menyebalkan. Akibat cuaca yang dingin, dengan penuh kasih sayang saya menyiapkan air hangat untuk mandi si kecil.

Balasannya : dia pipis tepat diatas bak air hangat.

Uti membelikan ramzy puzzle.

Balasannya : dia membuang bagian2nya ketika kami pulang naik mobil…Saya harus mengumpulkan sampai malam menyusuri jalan perumahan yang penuh dengan eek anjing. Belum lagi tragedi dikejar siberian husky raksasa yang nongkrong di ujung jalan.

Kami bingung setengah mati mencari si kecil yang ngambek akibat dilarang main tusuk pedang dengan penebah.

Ternyata : dia tidur nyenyak dalam lemari pakaian saya.

Dan setan malaikat kecil saya itu sudah tak mempan dengan berbagai hukuman. dari dicubit, dikunci di garasi yg gelap, dikurung di sarang kecoa, dia tidak menangis. sama sekali tidak.  saya sampai heran. Tapi sekalinya keinginan dia ditolak, menangisnya bisa berjam-jam. dari jeritan ala sinetron hidayah sampai tangisan india. aktingpun dilakukan dari pura-pura membenturkan kepala di dinding, sampai ancaman membanting gelas-piring-pecah belah yang bisa dia gapai.

Teror liburan tidak berakhir di ramzy. Cucian yg menumpuk, setrikaan, rumah berantakan adalah pemandangan sekaligus pekerjaan saya sehari-hari. Belum layanan supir yang saya berikan pada famili yang berlibur di rumah. Nonstop drive from 7 am till 11 pm!!!!Habis itu masih harus mencuci piring-baju, menyapu dan menidurkan jagoan kecil saya itu.

Sungguh saya merindukan mbak ijah

Sungguh boyok saya lepas dari persendian..

SMS berikutnya dari mbak ijah benar-benar membuat boyok saya melorot sampai kaki.

“Ma,mbak ijah belum bisa mbalik. ini mencret ndak sembuh-sembuh”

Ternyata Tuhan memutarbalikkan doa saya dari wabah sembelit menjadi wabah mencret.

BAGUSSSS!!!!!!

oleh-oleh liburan....

oleh-oleh liburan....

Posted by: mbadeni | December 30, 2008

Ketika Tuhan ikut campur

 

Bukankah mestinya memang begitu? Semua aspek kehidupan baik manusia, hewan maupun penghijau bumi kita tumbuhan itu semua adalah bentuk campur tangan Tuhan?

Kadang kita baru terasa hidup kita dicampurtangani Tuhan ketika sesuatu sudah berjalan tidak semestinya. Atau tidak pas dengan keinginan kita. Atau sebenernya memang pas hanya kita saja yang tidak sadar…

 

Begitulah…saya jarang nulis…baru sekarang ngeblog lagi..

Kurang lebih juga karena mood buruk yang diakibatkan permainan nasib yang aneh bin ajaib (versi saya).

 

Saya adalah arsitek. Semua hal serba terencana. Sebelum ada rumah pastilah ada pondasi..diawal semua itu harus ada master plan terlebih dahulu, kunci terpenting menentukan berhasil dan indahnya atau tidak wujud akhir dari sebuah rumah…

Saya adalah sanguinis sejati…yang tahunya hal-hal impact. Malas berencana tapi maunya sukses,hepi end dan tak ada yang meleset…

Kombinasi dari keduanya menghasilkan grand planning amburadul yang pastinya penuh dengan coba-coba dan area safety zone. Percobaan analisis yang buruk, keraguan untuk hal baru, dan hasil akhirnya adalah NOTHING..

 

Saya sangat senang bermain. Kadangkala obyek mainan adalah hidup saya sendiri. Begitulah caranya agar tidak bosan dan terus-menerus mengeluh atas sesuatu hal yang tidak pas dalam hidup saya. Karena dalam sebuah permainan ada yang menang dan kalah. Tidak boleh menangis atau menyumpah apalagi membunuh orang…harus legowo

Mungkin dalam hal ini bolehlah saya ibaratkan Tuhan sebagai wasit. Yang berhak nyempriitt ketika saya melanggar batas, berbuat curang dan mengalami kekalahan. Yang berhak juga mengalungkan medali emas ketika kemenangan itu saya raih…

 

Obsesi kadang mengalahkan segalanya. Perjalanan ¾ permainan yang mulus membuat saya takabur. Merasa tahu bahwa sayalah yang akan dikalungi medali emas. Bahwa permainan akan segera berhenti ¼ jalan lagi. Bahwa apa yang selama ini saya inginkan akan tercapai.

Dan tertawa sombonglah saya. HUAHAHAHAHA…..

Dan teman kerabat sanak saudara ikut tertawa atas hasil akhir yang kasat mata sudah pasti akan saya menangkan itu. Tertawa bersama berarti akan ada euforia bersama bukan? Kaum sosialita seperti kami sangat hobi bersenang-senang, menghamburkn uang dalam dunia hedonisme atas suatu hal yang sebenarnya kami tidak peduli kebahagiaan siapa yang penting dimana ada pesta disitulah kami berada!!!!

Sekelompok sanguinis berkedok kaum intelektual, itulah kami.

 

Ada hari dimana Ramzy, malaikat kecil saya yang berusia 2,5 tahun, terlalu banyak tertawa. Banyak bercanda . Terlalu bahagia.

Maka pada hari yang sama dia akan mengalami kesedihan dengan porsi yang sama. Banyak menangis, banyak teguran dan kesedihan yang berlarut-larut.

Berbanding terbalik dengan apa yang terjadi sebelumnya.

 

Itulah yang terjadi pada saya.

Hari dimana saya sangat yakin akan suatu hal, adalah hari dimana Tuhan membanting terbalik kenyataan itu di depan saya.

Dan saya tak bisa protes

Tak bisa menangis

Hanya tertawa frustasi

Karena Dia wasitnya

And i’m juz a loser….

Posted by: mbadeni | November 10, 2008

Cintailah seseorang dari jempol kakinya

Sungguh!! Kalau ilmu ini saya dapat sebelum menikah, mungkin lain ceritanya. Mungkin Ramzy saya akan menjadi Joko atau Bambang atau seseorang dengan marga Nasution atau Made anu, tidak tahulah…

Payahnya, pengetahuan tak terduga yang menurut beberapa teman “ndak mutu” ini justru saya dapat dari suami saya, seseorang yang tidak bakal saya nikahi kalau otak gila saya menuruti primbon struktur bentuk jari-jari kaki yang entah bersumber dari jin mana.

Bermula dari pembicaraan pembunuh waktu yang berlangsung antara saya dan suami, akhirnya menjadi sesuatu yang membunuh hati saya seketika. Bojo dengan polosnya nyeletuk hal yang nggak penting ..

B- untuk Bojo : “Mah…sori sebelumnya ya…uhmm..kayaknya kita nggak bakal bisa kaya deh..”

S- untuk Saya : “Lha knapa? wong kita sama-sama kerja, kok kamu pesimis? dibenci Tuhan loh!!!”

B- untuk Bojo : Soalnya Jempol kakiku lebih panjang dari telunjuknya…

S- untuk saya :—-siiingg— ( ..hening dan sepi…tampang datar yang semakin menampakkan kebodohan seorang saya yang shock berat mendengar jawaban ndak mutu jauh dari jangkauan nalar yang sekali lagi…lagi sekali lagi sekali lagi lagi sekali merasa apes betul harus nganggur sesorean sehingga pembicaraan ini terjadi…)

B- untuk bojo : ( tanpa merasakan aura negatif dari saya )…bener lho mah. itu juga kata mbahnya mamah (mertua, author)…Orang yang jempol kakinya lebih panjang dari telunjuk hidupnya nggak bakal bisa kaya, yah…sederhana gitu deh. Sementara orang yang jempol kakinya lebih pendek dari telunjuk, nhaaaa itu dia bakal jadi sukses dan banyak duit!!

S- untuk saya : (diam-diam mengamati jempol kaki sendiri yang Terima kasih Tuhan telah Engkau panjangkan sehingga saya tidak akan bisa kaya!!!!)

B- untuk Bojo : (melirik kejam penuh kemenangan ke arah jempol kaki saya) Aku sudah tahu kok jempol kaki mama juga bukan bawaan orang kaya, dari sebelum kita nikah. Beda sama punya Mama Papamu, coba kamu perhatikan, jempol mereka semua lebih pendek dari telunjuknya… Ya..makanya wajar mereka bisa sukses sekarang ini…

S- untuk saya : ( menoleh tak percaya, bojoku ini sempet-sempetnya mencuri waktu memata-matai jempol kaki orang tuaku!!!! doesn’t make sense!!! )

B- untuk bojo : ( berdiri dan berlalu tanpa merasa berdosa telah menyiksa batinku akan masa depan yang suram ) Tapi tenang aja kok mah….jempolnya Ramzy nurun dari uti-kung nya ( orang tua saya ). Sabar ya, nunggu Ramzy besar nanti pasti bisa kaya..

S- untuk saya : ( Ramzy kaya juga belum tentu saya masih hidup!!! menurut takdir jempol kaki kan mestinya kekayaan itu tidak akan bisa saya nikmati!!! Hahhh!!!!)

Setelah itu hari-hari saya dihantui oleh jempol kaki. Saya merasa seperti Jim Carey dengan number 23-nya. Di kantor, di jalan, di mall, di kamar mandi, bahkan waktu tidurpun saya dikejar jempol kaki raksasa bermata seribu dalam mimpi. Setiap bertemu entah manusia atau anjing kucing saya selalu melirik telapak kaki mereka. Saya selalu melongok dari jendela mobil hanya untuk memastikan apakah pengendara sepeda motor di samping saya punya jempol kaki yang lebih pendek dari telunjuknya. Apakah tukang sapu kuning pinggir jalan juga begitu. Apakah tukang becak juga begitu. Apakah Pak Polisi yang menilang saya karena salah jalur akibat terobsesi dengan pengendara motor berjempol kaki pendek juga begitu. Setengah berharap saya punya mata X-ray sehingga bisa menembus sepatu tebal Bapak Polisi yang terhormat. Bahkan saya rela berdiri awal di waktu sholat jamaah di mesjid agar bisa mengawasi jempol kaki para jamaah yang lewat. Hal ini pasti akan saya lakukan sampai mati kalau takmir masjid tidak curiga dengan perilaku ajaib saya yang betah nongkrong memelototi kaki jamaah pria.

Sahabat dan teman saya mulai terganggu dengan perilaku ini. Karena setiap bertemu pasti saya memaksa mereka untuk melepas sepatu dan menunjukkan jempol kaki. Dengan menahan diri saya selalu melihat tajam ke arah sepatu mahal klien kami. Yang ada saya dianggap matre karena dikira naksir sepatunya. Bos sampai sebal karena sepanjang meeting yang saya lakukan hanya memandangi sepatunya dan berharap beliau gatal kaki sehingga mengeluarkan jari-jari kakinya untuk digaruk.

Perburuan saya membuahkan hasil. Entah suami saya dan nenek buyutnya memang sakti, atau Tuhan ingin refreshing dan main-main dengan tragedi jempol kaki ini, tapi survey membuktikan bahwa HAMPIR semua teman / manusia/ anjing & kucing yang makmur jempol kakinya lebih pendek dari telunjuk!!! Walau saya tidak tahu pasti yang mana telunjuk anjing tapi ujung jari kaki mereka (yang berarti jempol) lebih pendek. Jadi analisa saya ini bisa sepenuhnya akurat. Bahkan kalau dunia internasional tahu pasti saya akan mendapat nobel di bidang sains dan mendapat dukungan penuh untuk analisis lebih lanjut menggunakan metoda sampling atau random atau bahasa apapun yang rumit itulah…

Bahkan mungkin saya mendapat nobel sekaligus di bidang kedokteran untuk rekayasa genetika struktur jempol kaki karena mbah buyut suami belum mematenkan penemuan ini. Tentu saya akan membalas jasa beliau dengan membuatkan nisan pualam, tapi itu nantilah…yang penting saya harus meneliti fenomena jempol kaki ini lebih dalam terlebih dahulu.

Saya bangga terhadap diri sendiri karena punya ide cemerlang untuk membuat orang miskin terangkat derajatnya. Bagaimana kalau diadakan operasi plastik massal memotong jempol kaki sehingga nasib mereka bisa makmur selanjutnya. Jadi tak ada orang miskin, tak ada kriminalitas, dan nobel perdamaian terbentang di depan mata…. Whatta great idea!!!

Teror jempol kaki ini berakhir ketika suami saya menemukan manusia ajaib tukang bermain nasib lain lagi yang meramalkan bahwa dia akan sukses di usia 30-an. Dan peramal ini sepenuhnya dipercaya penduduk desa (mertua) sebagai pembawa wangsit karena banyak celetukannya yang terbukti benar. Gawat, kalau manusia ini go public, teori jempol kaki akan terbantahkan. Mungkin Tuhan sudah puas tertawa dengan kekonyolan yang saya lakukan dan membanting kembali khayalan nobel menjadi realita yang menyedihkan. Dan akhirnya saya menyerah…

Setidaknya…pengalaman jempol kaki ini cukup mengasyikkan, dan anda bisa mengecek apakah jempol kaki anda pendek atau panjang… Kalau jempol kaki anda lebih panjang dari telunjuk dan anda tidak sukses, jangan sedih, mungkin anda adalah seorang yang kaya hati, seperti Laki-laki berjempol kaki panjang yang sudah bersama saya selama 3 tahun ini….

This morning i searched my wallet

It was almost empty

Then I checked my pockets

I found a few coins

Then i searched my heart and found you

And I realized how rich I really am…

( Patrick J Mc Cormick)

  

Posted by: mbadeni | October 31, 2008

email dari teman…tolong dibaca dan direnungkan…

Sore ini saya dapat email dari teman sesama support di kantor saya, yang mana dia juga mendapatkan email ini dari temannya teman temannya sodara bapaknya (mungkin)????

bukan, ini bukan email menyebalkan yang dihiasi dengan embel2 “sebarkan kepada minimal 20 orang atau dalam 7 hari anda akan tumbuh jamur di kepala..”  ditimpa musibah, masuk sumur, ketabrak sepur ataupun dicium orang gila….

Mana mungkin saya menjerumuskan teman-teman tercinta yang sudah meluangkan waktu membaca blog saya??? nggak-lah..

email ini hanya email forward-an biasa, yang menurut saya sangat informatif sekali. khususnya di jaman edan seperti ini…tolong dibaca, diresapi dan…disebarkan…tapi tanpa paksaan lho!!!! apalah saya, hanya manusia biasa yang tidak bisa mengutuk atau memberi rejeki manusia lain. saya hanya bisa berdoa semoga bulu hidung anda tidak tambah panjang…

amin…

berikut email forward-an tsb:

—– Original Message —–
Sent: Friday, October 31, 2008 1:17 PM
Subject: FW: Peganglah Cash & Bikinlah Deposito….
— On Fri, 10/31/08, DOANA WIDHI <doana_kw@yahoo.com> wrote:

From: DOANA WIDHI <doana_kw@yahoo.com>
Subject: FW: Peganglah Cash & Bikinlah Deposito….
To: “dimas ardiyanto” <deemgold79@yahoo.com>, “yohana arum” <harminingtyas@yahoo.com>, “agus k’ceng” <agus_aero1978@yahoo.co.id>
Date: Friday, October 31, 2008, 5:19 AM

— On Thu, 10/30/08, Katarina K <nanes27@yahoo.com> wrote:

From: Katarina K <nanes27@yahoo.com>
Subject: FW: Peganglah Cash & Bikinlah Deposito….
To: Undisclosed-Recipient@yahoo.com
Date: Thursday, October 30, 2008, 8:33 PM

Teman2, agak serius dikit ya. Sebetulnya ini agak telat, tapi sorry karena pikiranku kesita banget ama kerjaan. Barusan aja aku kepikiran untuk share ama kalian di milist ini. Aku sendiri juga kelimpungan jawab pertanyaan dari orang2 soal ini. Ini bukan nakut2in tapi kenyataan dan aku nulis ini supaya kalian tahu apa yang harus dilakukan. Aku kerja di bidang investasi dan keuangan dan aku dah tahu duluan tentang hal ini. Aku dah tahu dan ngerasain krisis ini dari awal tahun tapi kan belum ngefek ke real sector, berhubung sekarang udah menjalar dan kalian akan segera merasakannya maka aku tulis ini. Krisis ini bisa lebih buruk dari krisis 98, tapi kondisi ekonomi kita lebih kuat sekarang. Krisis yang sekarang asalnya dari luar bukan dari dalam negeri. So, aku minta kalian benar2 baca tulisan aku ampe selesai. Terserah kalian akan ikutin atau tidak, yang jelas aku punya license nasional dan pemahaman yang membuat tulisan aku di bawah ini suatu penjelasan dan saran yang bisa diikuti, bukan nakut2in. Bila ada pertanyaan bisa menghubungi aku di 08111834945, free of charge. Ini juga bukan iklan, gue ngga butuh. Please feel free. Tapi please jangan marah kalo gue ngga jawab karena kantor juga kacau abis.

Singkatnya gini deh:

Kondisi ekonomi:

1. Krisis keuangan di AS sangat sangat sangat parah. Tidak ada yang selamat. Ini sistem yang hancur.

2. Krisis itu telah menjalar ke seluruh dunia, sekali lagi tidak ada yang selamat. Kalo ada rumor yang mengatakan bahwa negara ini bakal kuat, bakal jadi pemimpin, jangan percaya.

3. Banyak negara sudah memasuki masa resesi, seperti Inggris dan Singapur. Sebenarnya banyak sekali negara sudah masuk resesi tapi secara definisi belum karena dalam definisi ekonomi suatu negara dinyatakan resesi bila pertumbuhan ekonominyanegatif 2 kuartal berturut2. Jadi yang tinggal di Singapore , Inggris dan US benar2 harus melakukan perubahan cara hidup mulai sekarang.

4. Krisis ekonomi sudah menjalar ke sektor real artinya akan kita rasakan. Sekarang sebenarnya sudah tapi tidak banyak orang awam yang benar2 sadar dampaknya. Ekspor kita sudah melambat, harga2 komoditas kita sudah jatuh, eksportir2 kita sudah memecati karyawan, impor ilegal sudah masuk. Pertumbuhan ekonomi kita bisa negatif.

5. Sektor2 yang paling dulu terkena imbasnya adalah properti, manufaktur, pertambangan, perkebunan.. …sebenarnya sekarang udah terasa. Jadi tahun depan jangan harapkan perusahaan kalian kasi bonus besar lagi atau kasi kenaikan gaji tinggi lagi,

Artinya : Semua orang, semua negara sedang dalam perang memperebutkan cash. Siapa yang punya cash nantinya punya kemampuan lebih untuk bertahan

Saran dari aku:

1. Gaji dan semua income jangan dibelikan investasi lagi. PEGANG CASH. Buat kalian yang pas2an sekali, aku saranin, akumulasi cash dalam bentuk hard cash yaitu rekening tabungan (yang bisa ditarik dengan ATM). So, gaji masuk jangan belanja apa2.

2. Barang2 tertier terutama yang bakal dibeli pake kredit nanti dulu deh, pegang cash dulu. Barang2 akan mahal, susu anak mahal…so, pegang cash.

3. Bila kalian dengar harga emas naik dan sebagainya, jangan tergiur. Emas memang naik, tapi sangat volatile. Contoh temanku, beli emas, niatnya mau jualan,….eh telat, sekarang turun lagi. Lagian percaya deh, sulit jualnya karena semua orang dalam kondisi pengin jualan. Kalian bisa beli kemungkinan besar susah jualnya

4.Investasi tunda dulu deh. Kalo memang ada duit lebih deposito saat ini yang paling cocok, itu juga near to cash walaupun ada jatuh temponya. Nah untuk deposito aku saranin:

4.a. Masukkan ke bank yang aman, buat kalian aku sarankan kalo bisa bank pemerintah.

4.b Bunga penjaminan pemerintah hanya 10%. Artinya bila deposito kalian mendapat bunga di atas 10% maka uang kalian tidak akan dijamin oleh pemerintah. Bila, bank itu kolaps, maka uang kalian bisa saja hilang….lang lang. Terus nominal yang diganti hanya maksimal 2 M. Mungkin kalian tidak ada yang punya sebanyak itu tapi informasi ini bisa dishare ke bokap atau nyokap.

5. Jangan panik lalu ikut2an beli emas atau dollar. Dollar justru tinggi2nya. Udah Rp 10,000 an. Dollar yang tinggi ini karena investor asing menarik uangnya dari Indonesia , mereka kan butuh dollar supaya bisa dibawa ke negara mereka. Jadi bukan karena kondisi ekonomi kita yang jelek.

Rumor:

1. Ekonomi Indonesia kuat, jauh lebih kuat daripada Singapore bahkan. Singapore sudah masuk resesi, 2 kuartal berturut2 -6%. Indonesia masih tumbuh 6%. Bila ada rumor yang mengatakan bahwa krisis kali ini disebabkan oleh pemerintah kita yang payah jangan percaya. Tim ekonomi kita sekarang ini tangguh. Cara mereka menanggulangi krisis sudah on track. BI mungkin membuat kebijakan yang mengejutkan tapi Menkeu tidak. I am objective di sini karena aku pelaku pasar bukan orang politik.

2. Jadi, bila ada rumor yang mengajak kalian menggulingkan pemerintah sekarang seperti zaman Soeharto, jangan terpancing.

3. Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan cadangan devisa kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu hutang luar negeri kita 100% dan cadangan devisa kita nol. Saat ini kita juga tidak ada hubungan lagi dengan IMF. Semua hutang kita itu independent.

Tindakan:

1. Selain menyediakan cash untuk keperluan kita dan keluarga, mulai sekarang belilah dan pakailah produk dalam negeri. Aku ngga sok idealis, ini ada logikanya. Logikanya gini. Sekarang semua negara butuh cash, istilahnya ngga ada yang beli dagangan mereka, semua negara maunya jualan produk mereka supaya dapat cash. Nah, ngapain coba kita ngasih rakyat negara lain pendapatan dengan membeli produk2 mereka? Rugi amat. So, pake semua produk lokal. Kita mulai dari diri kita sendiri. Belanja ke Singapore nya ntar dulu. Travelling ke Phuket nya ntar dulu. Beneran….

2. Produk impor yang menggiurkan sudah masuk menyerbu ke Indonesia . Itu sebenarnya dagangan negara2 lain yang tidak laku di USA karena USA dan negara2 kaya dan maju sudah bangkrut sehingga ngga minat lagi. Harga barang2 itu murah tapi sekali lagi, ngapain kasi makan negara lain sementara negara2 itu sudah tidak punya kapasitas lagi kasih makan kita. Ini bukan kondisi normal lagi ketika perdagangan antar negara terjadi karena saling membutuhkan, ini sih negara yang jualan udah ngga bisa timbal balik beli barang kita. Dong kan ? Lagian ati2, mereka masuk dengan barang2 palsu kaya telur palsu dari bahan kimia.Yang sudah masuk sih barang2 dari China karena ekspor mereka tidak terserap oleh US makanya dibuang ke Asia . Dan ingat walaupun ekonomi China masih tumbuh 10% dan cadangan valas merekan terbesar di dunia, duit mereka juga sudah banyak ketanam di AS sehingga mereka juga merasakan dampak krisis ini.

3. Sekarang udah ngga pada kondisinya deh ngributin masalah politik dan ideologi, so jangan terpancing.. …amakan dulu perut.

Investasi;

1. Bagi kalian yang punya reksadana di saham, kalo nilai investasi kalian sudah di bawah 50%, biarkan saja, jangan dijual karena kalo kalian jual maka uang kalian benar2 akan tinggal dikit. Biarkan saja nanti balik lagi…tapi kali ini memang lama….minimal 2 tahun bahkan lebih. Sekali lagi ini krisis yang sangat besar, terbesar sepanjang masa ekonomi dunia modern.

2. jangan beli asuransi dengan link lagi. Bila ada asuransi dengan link di dalamnya aku jamin hasil investasi kalian kecil sekali. Kalo belum lama belinya tanya ke agennya bisa tidak diswitch ke murni asuransi.

3. Kalo memang ada duit lebih, masukkan saja ke deposito. Sekarang yieldnya lagi tinggi tapi ingat penjelasan ku tentang deposito di atas.

+++unquote+++

Posted by: mbadeni | October 28, 2008

Tabiat Paman Gober

tiba-tiba saya jadi materialistis. berpikir tentang uang.

Hey, siapa sih yang tidak butuh uang? sekarang ini uang hakikatnya seperti udara. orang bisa mati kalau tidak punya uang. tidak bisa beli beras atau seikat bayam untuk lauk pauk… kalau bisa bertahan hidup seperti suzanna dengan makan bunga-bungaan sih, bagus. tapi tidak pernah saya baca dalam buku biologi manapun kalau bunga-bungaan bisa menghilangkan rasa lapar dalam waktu lama … yang ada tubuh kita bau wangi dan bisa dikira sundel bolong kalau jalan malam-malam. apesnya kalau ada orang yang (lagi-lagi) terobsesi dengan uang dan “mencucuk” kepala kita dengan paku .

Kalimat paling atas kok kesannya saya seperti orang yang tidak butuh uang, atau selama ini hidup ala manusia purba dengan menangkap ayam tetangga dan minum dari air hujan….Bukan, bukan..uang bagi saya, sama seperti manusia kebanyakan, adalah hal primer.

Hanya…akhir-akhir ini saja, mengikuti fenomena yang terjadi, bukan tentang ekonomi Amerika yang sedang kolaps (have no business w/ dat) atau kebijakan BI yg menaikkan suku bunga untuk menggaji pegawai baru yang sedang mereka rekrut (dendam pribadi karena tidak lolos tes terakhir).

Ini adalah fenomena terdekat , sedekat bau ketiak atau bulu hidung, yang menempel di keseharian saya. yang terjadi tanpa diduga atau terpikirkan, hanya pikiran bolot dari ruang kosong sempit di kepala saya. dan ajakan makan siang yang tak terencana.

Pernahkah anda berpikir bahwa semakin banyak uang, anda akan semakin pelit? saya tidak pernah berpikir begitu, mungkin karena saya tidak pernah punya banyak uang. tetapi hal itu menjadi terpikir setelah melihat rekan yang sedang banyak uang. dan langsung merasa melakukannya setelah melihat rekening bank saya.

pernahkah anda merasa “eman” apabila melihat angka bulat di buku tabungan? misal, tabungan fulan 1.000.000. pasti fulan akan berusaha agar 6 digit telur itu pecah menjadi angka besar tanpa mengurangi digit 1 di depan. secara otomatis fulan akan jadi setengah mati pelit demi mempertahankan angka bulat tersebut. lalu dia harus dan mau tidak mau harus bayar rekening listrik atau rumahnya akan dipenuhi anak jin pecinta kegelapan. maka digit tersebut akan berubah menjadi 5 digit yang menyedihkan. dan tiba-tiba fulan menjadi tidak pelit lagi karena apa yang dipertahankannya sudah berguguran.

–teori ajaib dari hipotesa ahli ekonomi ngawur macam saya–

sejujurnya, itulah yang terjadi pada saya.  ketika rekening bank saya menyajikan angka cantik yang fantastis, saya akan jadi luar biasa pelit. ketika angka tersebut berkurang karena suatu hal, saya menjadi luar biasa boros. mungkin manifestasi dari rasa frustasi atau pembelaan diri akan sikap hedonisme. Begitulah, semakin kaya semakin pelit, semakin miskin semakin royal. Saya jadi paham kenapa Tuhan tidak mengutuk saya jadi kaya. Karena DIA ngeri akan apa yg saya lakukan demi melindungi kekayaan itu. Mungkin DIA akan jengah melihat saya kelon dengan uang sepanjang waktu. Seperti Paman Gober yang hobi berenang dalam Gudang uangnya tanpa benjol di kepala.

Dan perilaku orang kaya yang pelit ternyata tidak hanya dalam sinetron.

Beberapa waktu yang lalu saya diajak makan siang oleh teman lama. Dijemput dengan mobil jerman super mewahnya, saya hanya bisa melongo kagum dan berusaha agar keringat di pantat tidak menempel di jok kulitnya. Kami makan di restoran dan ngobrol sana sini tidak karuan, yang penting hepi!!! Bill datang, sudah pasti bukan saya yang bayar!!! (nggak bisa bayar kok bangga!!!). Ketika kami akan pulang, teman saya meninggalkan uang 5 ribuan sebagai tip untuk mbak pramusaji yang sudah sabar meladeni kecerewetan kami berdua. saya sudah melenggang saja ( perut kenyang, hati senang, gratis pula!!!! ), lalu tiba-tiba teman saya berhenti mendadak, berpikir sejenak dan mengganti uang tips tadi. Saya langsung bangga kepadanya untuk royalitas yang mulia demi sebentuk uang tips yg mungkin digantinya dengan selembar uang 10 ribuan…..atau 20 ribuan…atau….

…………

T_T

dua lembar uang seribuan yang menyedihkan, lusuh dan penuh tulisan nomer hape entah preman atau mucikari mana yang mencari mangsa…

Begitulah. Mbak pramusaji malang hanya mendapatkan tips 2 ribu. bonus nomer hape.

Sebulan yang lalu saya dapat ajakan makan siang lagi dari rekanan kantor yang merasa puas dengan pekerjaan saya. Di tengah suhu Surabaya (45 derajat celcius) yang mendekati Gurun Gobi , saya masih bisa duduk nyaman dalam mobil jepang super mewah yang sejuk. Bapak ini memiliki laci khusus di mobilnya yang penuh uang receh 500-an dan seribuan (bersih, tanpa nomer hp). Ketika kami berhenti di lampu merah, tiba-tiba ada anak kecil kurus hitam yang membersihkan kaca depan mobil kami dengan kemoceng. Saya sering menerima perlakuan tak terduga seperti itu, dan berakhir dengan sekeping uang 500-an. Saya langsung melirik laci gudang uang paman gober mini itu, berpikir bahwa akan ada sekeping logam atau selembar kertas yang berpindah tangan.

“Nggak, Nggak!!!”

Bapak rekanan yang terhormat itu menolak si anak kemoceng dengan kejam. Lagaknya seperti mengusir lalat gendut penyebab muntaber.

Saya langsung balas dendam dengan memesan makanan yang mahal-mahal, plus hidangan penutup dan pembuka yang paling mahal. Beliau melongo melihat hidangan di depan saya. Bukan lantaran harganya tapi banyaknya yang menurut akal sehatnya tak bakal masuk lambung mini saya….

Sempat heran dengan perilaku mereka, orang kaya itu. Saya yang bukan orang kaya saja tidak menjadi miskin mendadak hanya dengan memberikan sekeping 500 rupiah pada anak kemoceng tersebut, atau tips 5 ribu untuk mbak pramusaji berwajah sendu, atau untuk hal-hal lain yang melibatkan hati nurani.

Entahlah, bingung saya.

Mungkin untuk anda yang berminat mengajak saya makan siang, sediakan uang receh untuk sekedar menyenangkan mata saya melihat anda berderma…

Dan terima kasih Tuhan untuk menjadikan kami manusia yang cukup materi, sehingga kami tidak perlu menyisihkan sepetak ruang dalam otak untuk memikirkan kekayaan yang tidak akan kami bawa mati…

Omong-omong, sekarang akhir bulan….gajian masih lama…..tapi saya sudah sok menulis seperti ini…

Hahahahah!!! (tawa frustasi akhir bulan)

Posted by: mbadeni | October 22, 2008

Ada apa dengan aku

ada apa lho?

lho ya ndak tau. mestinya kan yang tau ya anda sebagai aku, bukan malah nanya ke saya?

lha trus kenapa aku hari ini tidak cerah?

wah ya sekali lagi saya ndak tau. memangnya saya BMG? (badan meteorologi dan gebatinan)

hmmm…kira-kira sampeyan bisa bantu aku ndak?

masalah apa ya? kalau mau minjem duit ke bank saja, mumpung bunga kredit lagi tinggi pasti gampang diapprove-nya. saya lagi bokek, anda tidak lihat anting saya cuma sebelah??? besok bisa jadi kuping saya yang tinggal sebelah!!! harga sembako dan emas bersaing terus je !!!

gak kok…no money no problem buat aku. hanya sedikit un-akselerasi otak aja

wiiihhh…apa itu? sebaiknya anda jangan berbelit-belit. saya ini bukan pengangguran, bukan pula pegawai negri, jadi waktu saya tidak banyak untuk segala omong kosong ini.

na itu dia. aku lagi kosong, nih….

kosong apanya? single maksudnya? minta dicariin jodohkah ini??? (langsung membuka memori koleksi bronis2 manis-asin-asem )

bukan….

oh…jangan ngomong lagi kosong dompet ya!!! sekali lagi saya tekankan..

sekali lagi aku tekankan aku lagi ngga ada urusan sama duit.

lha trus anda sedang kosong apanya?

aku lagi kosong hati…

whatt??? how come?

dunno..

coba cari hiburan saja….ehmmm.. nonton, misalnya

udah. banyak filem. 24 jam nonstop. sejak ku bangun tidur sampai tidak tidur keesokan hari. semua filem kehidupan aku liat. dari bos superkaya yang semena-mena sampai pengemis cacat yang dicaci para pengendara karena menghalangi jalan. dari kicauan burung berbulu kuning sampai anjing cebok dengan air selang. dari orangtua renta bongkok yang tidak mati-mati sampai bayi tak berbentuk yang dikuret paksa akibat ulah mesum bapak ibunya yang tak punya surat kawin. aku liat semuanya tanpa merem. sampai mataku merah dan hatiku berdarah. tetap rasa  tidak menyerah untuk terus berserah begini tak mau pergi dari aku. aku merasa seperti ayam tanpa tulang.. 

saya merasa seperti bandeng yang dipresto. lemas mendengar perkataan anda…setiap bangun tidur saya baca koran sebentar sebelum memasak, sarapan, mandi dan bekerja, pulang dan bermain bareng ramzy, lalu tidur untuk memulai kehidupan baru esok hari. hidup saya sederhana dan tidak pernah melihat hal-hal yang aneh. apalagi melihat tuyul dan dedemit sejenisnya…

itu yang membuatmu cerah sepanjang hari sepanjang tahun.

begitukah?

iya. tanpa kehilangan semangat untuk hidup yang menjemukan begitu.

hidup saya memang monoton. tapi maaf, tidakmenjemukan.

pengingkaran diri yang buruk.

apa? saya memang bukan orang yang banyak ilmu, tapi saya bukan pembohong.

aku juga orang yang bodoh. aku juga bukan pembohong..tapi aku tahu kamu bohong.

semua yang saya rasakan nyata.

semua yang aku rasakan nyata. bahkan tentang kamu.

terdefinisikan…

tak terdefinisikan…aku hanya merasa hampa, kosong, hambar…tanpa bisa mengungkapkan sesungguhnya aku ini kenapa. tahukah kamu?

sudah saya bilang dari awal, saya tidak tahu….tapi…mungkin…hmmm…pernahkah kamu merasakan akhir-akhir ini cuaca sangat cerah?

sangat cerah . sangat menyenangkan bukan?

sangat panas. sangat tidak menyenangkan. pipi saya perih ketika terkena matahari tengah hari. bayi-bayi menderita kringet buntet dan hutan meranggas. sepertinya kebahagiaan hanya milik pengusaha krupuk yang bisa cepat menggaringkan adonannya.

setidaknya ada satu orang yang diuntungkan. aku cukup senang.

tahukah anda, matahari sedang berada tepat diatas ubun2 kita. panasnya menyayat kulit dan lembabnya membuat kutang saya lengket. saya tidak senang dengan cuaca terlalu cerah begini. kemarin sejenak hujan dan bau basah yang saya rindukan tiba-tiba menyejukkan batin saya. dan semua orang. tahukah anda, cerah sepanjang hari sepanjang tahun tidak menyenangkan. harus ada hujan…seperti ada bawah ada atas. ada panas ada dingin. semua harus seimbang.

sebentar, jadi, kamu mau bilang kalau aku adalah…

keseimbangan dari diri saya yang merasa penuh hari ini…

….

that’s it

keseimbangan emosi....

( ditulis dalam keadaan bludrek, tanpa ide, ac kantor yang rusak, kerjaan menumpuk dan menjelang masa menstruasi….jadi, toleranlah dengan segala macam aktivitas yang melibatkan emosi dan sensitifitas saya….)

Posted by: mbadeni | September 25, 2008

Keluyuran in da midel of Ramadhan!!!

Perjalanan terakhir saya ke Kudus sudah seminggu lalu berselang. Tetapi untuk menceritakannya kembali memang butuh mood yang bagus dan waktu senggang (nganggur) tentunya.

Oleh karena sahabat saya tercinta sedang terbaring di rumah sakit, untuk sementara, saya, sebagai multitasking support tercantik ( Saya tidak narsis, jujur, dari 11 support hanya saya yang wanita ), mengambil alih tugas beliau menjaga showroom yang penuh manekin berkaki lima berbalut kulit kebo ini.

Dan…nganggurlah saya!!!! (Maaf untuk teman sesama support, dilarang iri, rejeki yang ngatur Gusti Allah, seperti saat kita berdiri bersama dan hanya saya yang terkena tai cicak, itu juga nasib sekonyong kojerrrr!!!). Berhubung mood saya sedang lumayan hari ini , terwujud dalam blus bermotif bunga , maka dengan senang hati saya akan mencoba me-rewind ingatan saya tentang perjalanan tempo hari untuk bahan cerita disini.

tidak ada hubungannya dengan cerita. hanya pose genit blus bermotif bunga

tidak ada hubungannya dengan cerita. hanya pose genit blus bermotif bunga

 

Perjalanan hari Selasa dimulai ketika travel yang akan mengangkut saya dan Bos menjemput tidak tepat waktu pada jam 9 pagi. Jadi, total dengan muter keliling Surabaya-sidoarjo menjemput para penumpang, kami baru bisa berangkat jam 10 pagi. Janji mbak agen travel yang mengatakan kami akan berangkat TET jam 8 pagi jadi seperti rayuan palsu ibu kepada anak yang rewel dengan kebohongan public bahwa kalau nangis nanti dimakan buto ijo. Nah lho.

peta kudus!!!

peta kudus!!!

 

Akibat mundurnya waktu yang semena-mena, alhasil acara kami dengan klien jadi berantakan, acara klien dengan user juga berantakan, acara user dengan yang punya duit tambah berantakan. Sementara acara mbak agen travel dengan pacarnya saya yakin tetap baik2 saja.

Kemunduran waktu tidak menghalangi niat klien untuk mentraktir kami berbuka puasa. Demi memuaskan penasaran saya akan garang asem khas kudus, diajaklah kami santap petang di rumah makan Sari Rasa yang terkenal akan kelezatan masakan itu. Mohon maaf, saya tak mengambil gambarnya karena isinya keburu saya makan, kelaparan berat akibat perjalanan panjang nan gersang lewat pantura.

Garang asem itu sendiri terdiri dari setengah ekor ayam kampung kurus berteman cabe hijau dan tomat hijau, yang diselimuti daun pisang lalu dikukus. Rasanya asem, pedas dan manis ( mengingat ini adalah citarasa Jawa Tengah ). Cukup masuk di lidah saya yang asin pedas ramuan madura ini.

tidak sempat mengambil gambar masakannya, tetapi saya masih sempat mengambil gambar "plang" rumah makannya. silakan dicoba, rasa garang asem ayam disini tiada duanya

tidak sempat mengambil gambar masakannya, tetapi saya masih sempat mengambil gambar

 

Untuk makan sahur, saya tidak dapat berbuat banyak, alias pasrah dengan hidangan hotel yang hambar tak bernyawa itu. Setidaknya, asupan gizinya cukup untuk menunjang kegiatan saya berpanas-panas ria sepanjang hari di project.

Untuk berbuka puasa sore harinya, saya memang agak kalap. Atau berlebihan, mungkin. 2 piring pindang ayam, 2 Teh Botol, seporsi sate paru dan sepiring rambak….saya makan sendiri..

Sepiring Nasi Pindang Ayam - yang sudah saya santap setengahnya

Sepiring Nasi Pindang Ayam - yang sudah saya santap setengahnya

 

Bagaimana tidak tergoda????? Rasa pindang ayam, masakan khas kudus benar-benar sesuai lidah saya yang pecinta asin pedas. Masakannya sebenarnya manis, tetapi apa gunanya garam meja bergambar lele dumbo kalau bukan untuk rekayasa rasa? Akhirnya dengan sedikit make over, jadilah Nasi Pindang Ayam khas Jawa Timur. Asin Pedass!!!

Dengan mengabaikan pantangan diare yang sedang saya derita, saya menghabiskan hampir setengah mangkuk sambal dan sayuran yang ada. Toh, saya masih punya sebiji obat – mahal- mampet yang tersisa.

warung pak haji Solichan is namber wan!!!

warung pak haji Solichan is namber wan!!!

 

Begitulah. Setelah bersantap penuh nikmat, kami menunggu jemputan travel di hotel. Karena kami booking terakhir,saya dan bos duduk di jok belakang mobil disamping bapak berbau acar kadaluwarsa. Kami pulang jam 10 malam dan dengan mempertimbangkan makan sahur, mobil travel berhenti di sebuah rumah makan di Rembang.

Untuk saya, selain makan sahur, yang penting adalah minum 8 gelas air putih. Berhubung yang ada hanya Aqua gelas, saya memborong dan menghabiskannya dalam satu waktu.

Kepanikan melanda satu jam kemudian. Dalam perjalanan penuh kegelapan melewati hutan belantara , selain bapak sebelah yang usil sesekali menyentuh ”tanpa sengaja” paha dan tangan saya, dorongan nafsu yang berasal dari kantung kemih saya tak tertahankan lagi. Setengah memaksa pak Supir untuk berhenti, entah di semak-semak atau kandang ayampun, yang penting saya bisa pipis!!!

Dikarenakan takut terkena kencing batu (efek jangka panjang ) atau ngompol di celana (efek seketika ), akhirnya saya berhasil memaksa Pak Supir untuk berhenti di sebuah Rumah Sakit Tua di pinggir Hutan. Saking kebeletnya, saya langsung lari tanpa memperhatikan kondisi sekitar. Saya menemukan toilet di pojok bangunan, namun karena tampangnya yang terlalu horor dan tiadanya lampu membuat saya mengurungkan diri. Saya tidak mau nanti di tengah hajat tiba2 dijawil atau dikitik-kitik makhluk tak jelas yang biasanya kerasan tinggal di tempat seperti itu.

yang dilingkari adalah lokasi KM horor...

yang dilingkari adalah lokasi KM horor...

 

Akhirnya setelah menyusuri lorong yang panjang, saya menemukan sebuah kamar yang pintunya setengah terbuka.Ada sepasang kakek nenek yang melongok dari celahnya. Saya dengan paniknya bertanya dimana kamar mandi yang bisa dipakai. Si kakek menunjuk sebuah pintu di kamar sebelah. Melesat saya segera melepas hasrat badaniah….Arrghhh…akhirnya!!!!

Setelah mengucap terima kasih pada pasangan renta tersebut, saya langsung lari keluar (dan menyempatkan diri mengambil foto toilet horor ).

 

Sesampai di mobil, seluruh penumpang memandangi saya dengan takjub

Ibu-ibu à ” Mbaknya berani banget ya!!!”

Saya à ” Kebelet, Bu, emang kenapa?”

Pak Sopir à ” Rumah Sakit itu kan udah nggak dipake lagi, Mbak…Lihat aja nggak ada orangnya. Lampunya aja dinyalain biar nggak serem. Tapi udah kosong tuh. Saya aja tadi brenti soalnya kasian mbaknya teriak2 kebelet !!!!”

Saya à ”HAHHHH????? Lha trus kakek nenek tadi sapaaa???!!!”

………………………

………………………

………………………

–Silakan bertanya pada kakek nenek yang bergoyang, karena yang tidak goyang berarti dakocan!!!!—

–Akhir cerita, saya pindah duduk depan setelah terlebih dahulu meng-kick off bapak genit di sebelah dan meninggalkan Bos saya menghirup gas beracun acar busuk di jok belakang !!!—

 

Posted by: mbadeni | September 22, 2008

selamat jalan, buah hati kami…

sebelum menulis lebih jauh, saya hanya ingin menangis terlebih dahulu. untuk sahabat saya, untuk mama saya , untuk sepupu saya dan untuk teman sahabat saya yang jauh di depok sana.

tiada yang lebih indah dari senyum janin dalam perut ibu...

tiada yang lebih indah dari senyum janin dalam perut ibu...

Hari ini bukan senin seperti biasanya. Ketika kuli uang mengejar rupiah diantara jam 8-5, ketika para bos sibuk merencanakan miting formalitas atau membuat list karyawan mana yang mendapat giliran makian hari ini, saya berangkat kerja dengan hati tanpa gairah. Entah untuk bekerja, makan, atau bercinta. hanya ingin mendengar sebuah kabar gembira. yang sepertinya digantung di pucuk pohon cemara, sekali-kali merunduk terkena angin, tetapi ketika kita ingin meraihnya, dia akan menjauh menjulang angkuh seperti semula.

tadi malam, saya mendapat sebuah kabar, yang semestinya kabar gembira untuk kelahiran seorang manusia lagi, yang saya rencanakan menjadi antek saya untuk menghijaukan bumi, dari sahabat dekat.

pagi ini kami mendapat permohonan doa by sms oleh ayah si manusia baru untuk mendoakan keselamatan manusia baru (yang sewajarnya disebut baby itu), karena oleh suatu hal, baby harus masuk icu. kami sahabat sekantor berdoa. Doa pagi hari, ketika hari masih suci dan malaikat baru berganti shift. Kami berharap, Gusti Allah mengabulkan doa yang menguar dari mulut kami  yang masih segar sisa pasta gigi tadi pagi.

siang ini, ketika tubuh kami mulai melemas kekurangan asupan nutrisi dan hawa panas yang membuat elektrolit tubuh menguap, bukan minuman isotonik yang membuat jantung kami langsung terpacu kencang. Sebuah berita buruk, yang mengabarkan kalau baby calon antek organisasi penghijauan bumi milik saya, telah ditarik kembali oleh Penguasa Pemilik sesungguhnya dari Bumi Hijau ini !!!!!

Yang pasti bukan karena hawa panas, atau malaikat yang sumuk, atau pohon cemara yang jual mahal yang membuat apa yang seharusnya ada itu menjadi tiada. Yang membuat tiada nya air mata itu menjadi adanya hujan tiba-tiba di kantor kami. saya masih sedih, masih sesak, masih tak bisa berpikir, berhitung apalagi bercinta ketika YM saya kelap-kelip.

sepenggal dialog retoris dari seseorang di depok

n_primayudi: kemaren anak tetangga gue beda satu rumah meninggal..
n_primayudi: beda 2 bulan sama rafa
n_primayudi:😦
n_primayudi: temen maen tiap sore..
n_primayudi: gue ampe nangis den..
n_primayudi: udah kaya anak gue juga..
n_primayudi: kemaren ke kuburan juga gue anter..
n_primayudi: sakitnya sepele..
n_primayudi: rabu pagi sehat walafiat..
n_primayudi: biasa aj…
n_primayudi: siang jam12 tb2 badannya panas..
n_primayudi: trus dibawa kedokter..
n_primayudi: udah mulai turun..
n_primayudi: kamis recovery…
n_primayudi: biasa kaya anak  sakit lainnya agak rewel..
n_primayudi: tapi makan &minum susu mau..
n_primayudi: jumat gak panas/anget..
tapi gak mau minum susu
n_primayudi: cuma dikit
n_primayudi: makan juga dikit..
n_primayudi: tapi masih biasa aja…
n_primayudi: rewel biasa gitu…
n_primayudi: kalo digendong anteng..
n_primayudi: sabtu kembung kaya anak masuk angin den…
n_primayudi: dibawa kedokter…
n_primayudi: tapi kan ngantri…
n_primayudi: udah bisa masuk..
n_primayudi: pulang bawa obat…
n_primayudi: malemnya gak bisa diem…
n_primayudi: ditaro nangis digendong nangis
n_primayudi: jam 11 dibawa lagi ke rs
n_primayudi: trus kejang di ugd
n_primayudi: meninggal den..
n_primayudi: jam12an..
sophie chibi: …
n_primayudi: gue sedih banget…
n_primayudi: padahal tiap sore main sama rafa..
n_primayudi: anaknya sehat..
n_primayudi: banget..
n_primayudi: gak nyangka pokonya den…
n_primayudi: mamanya pingsan berkali2..
sophie chibi: …..
n_primayudi: sampe dikuburan gak mau pulang..
n_primayudi: bisa dibawa pulang cos dia pingsan

saya speechless. tidak membalas atau berkata apapun. bukan sombong atau lantaran sok sibuk kerja. lebih dikarenakan kesedihan yang sahabat n_primayudi rasa, juga saya rasakan hari ini, kesedihan ditinggal seseorang yang sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. saya menemaninya ketika manusia baru itu masih mendekam nyaman di perut ibunya, makan bersama, pergi bersama, bahkan bergosip bersama, yang kalau saya ingat agak menyesal…bukankah ibu hamil dilarang bergosip??? duh Gusti..

Pedih…perih…sakitt..

Saya tidak tahu. kepala saya pusing. perasaan saya campur aduk, seperti adonan donat yang diblender rasanya otak dan pembuluh darah di kepala sudah berpusing tak keruan. Apa karena saya seorang ibu? apa karena saya membayangkan kalau kejadian itu menimpa saya? apa karena ramzy kecil saya sedang sakit panas juga kemaren hari? atau hanya pelampiasan karena gagal merekrut anggota baru organisasi penghijauan bumi milik saya????? Atau…karena pesaing kita adalah Sang Pencipta itu sendiri????

Entahlah. Sulit betul bila bersaing dengan DIA. Lebih baik kita bersekutu atau bahasa halusnya, berkompromi….Tapi, Tuhan tidak bisa dan tidak boleh diajak berkompromi??? Kita manusia cacing tak ada harganya bila berhadapan dengan-NYA. Harga kita hanya sebatas kadar keimanan . Dan apa yang terjadi dengan kita, sahabat kita, bahkan nasib cicak di dindingpun ada di tangan-NYA. membalik nasib semudah kita menginjak kecoa gendut yang brsliweran di WC. Jadi, apa yang sudah Gusti Allah gariskan untuk saya, hanya rasa syukur yang bisa saya amini…

Dan untuk mama (mertua), sahabat saya, dan tetangga sahabat saya, juga sepupu saya, bersyukurlah atas kehilanganmu. Karena manusia2 kecil itu, manusia2 tanpa dosa itulah, yang akan mengangkat derajat para ibu di surga nanti. Bersabarlah, pelukan itu bisa anda simpan kelak, ketika putra putri anda mengajak untuk tinggal bersama mereka, dalam pelukan malaikat diatas alas pijak selembut kapas…

Buah hati itu bukan hanya milikmu, teman

Jika terlahir, itu menjadi milik alam,

Jika tak lahir, itu menjadi milik Al-Kalam

……

–ditulis dalam keadaan berduka, dan hanya bisa menangis pasrah pada Pencipta, berharap Ramzy bisa lebih lama berada dalam pelukan bundanya–

Posted by: mbadeni | September 15, 2008

Penghibur tanpa tanda jasa

Seringkali kita harus membayar mahal untuk melihat seseorang menjerit-jerit diatas panggung. Atau merelakan setengah gaji hanya untuk ikut bertaruh ketika praktek homo homini lupus berlangsung diatas ring gulat bebas. Bahkan melihat sapi balapan lari sambil terkencing-kencing karena pantatnya disilet lalu dibumbu cabe-pun kita harus membayar, walaupun jumlahnya tak seberapa.

Pernahkah kita sadar bahwa untuk tertawapun kita harus membayar.

“Ahh…masa sih, saya kan liat mas tukul di tipi, Mbak…masih bisa ketawa gratis tho…secara jaman begini kita nggak perlu lagi bayar iuran tipi..”

Lha apa anda semua nyadar, bahwa untuk melihat tipi itu kan ya butuh TV-nya tho…biarpun sudah mbayar iuran tipi kalo nggak punya tipi, masa mau liat mas Tukul di pantulan cermin jeding (kamar mandi-author)??? kecuali kalau wajah anda mirip mas Tukul, silakan bersyukur….

Sewajarnya manusia dari jaman purba sampai sekarang, dimana pola tukar menukar barang sudah menjadi gaya hidup, untuk dapat TV pun tidak bisa gratis, kecuali maling. Kecuali anda illusionis yang lebih hebat dari David Copperfield , yang bisa mengubah tempeh beras menjadi TV. Kalau anda bisa melakukan itu, saya bertaruh akan mencium pantat kuda!!!! Tak ada yang bisa!!! Semua butuh modal, meennn!!!

Suatu sore saya berbuka puasa di sebuah warung Lontong Balap di Jalan Garuda. Senikmat-nikmatnya saya makan, akan lebih nikmat lagi apabila tidak diganggu oleh sekelompok musisi jalanan yang datang berselang tiap 10 menit. Bukan, bukannya saya tidak menghargai seni (suara saya tidak lebih bagus dari mereka), tetapi frekuensi kedatangan dan cara meminta pamrih mereka itu yang saya kurang respek. Ketika orang masih berkonsentrasi penuh keringat dengan sayuran yang bisa menambah jumlah sperma (sembari berdoa semoga memang benar begitu), mereka merangsek dan memelas hanya untuk mendapatkan 500 rupiah. Trenyuh, memang. Tragis, itulah nasib. Mengganggu, betul. Tetapi tidak untuk dienyahkan atau diusir hanya untuk ego skrotum semata. Dan bukan salah mereka untuk jadi pengamen. Bukan salah ovarium bunda mereka pula, mana ada bunda yang kepingin anaknya jadi pengamen jalanan??? Sekali lagi juga tidak adil untuk menyalahkan Tuhan, karena selain bisa berakibat buruk di akherat, menjadikan diri apatis, ingatlah bahwa Tuhan hanya menciptakan manusia, urusan nasib mereka sendiri yang menentukan.

Memang, sekecil apapun bentuk penghiburan itu, mengganggu atau tidak, menyedihkan atau tidak, dan ketika mata telinga kita dipaksa untuk melihat mendengarkan melodi tak berirama, semua itu tetap tidak gratis. Butuh minimal 500 rupiah dan sepiring Lontong Balap untuk menikmatinya.

Lalu siapa yang harus disalahkan untuk keberadaan mereka? Untuk gampangnya, seperti biasa, seperti dalam sinetron atau debat politik, koran2 berkalimat pedas atau demo mahasiswa, sekali lagi dengan senang hati kita bisa menyalahkan pemerintahan kita, yang dengan manisnya menghadirkan hiburan-tidak-gratis di televisi tentang nikmatnya tidur siang dengan nina bobo nyanyian Presiden… Wewww!!! Murkalah Bapak kita !!! Wong dia saja susah tidur memikirkan nasib orang2 tak jelas macam kita itu!!!

Tapi tolong…teman, tidak semua penidur itu pemimpi…Jangan generalisir kasus. Untuk seorang penidur-pemimpi masih ada seratus pemimpi-pejuang dibaliknya . Dan untuk itu masih akan ada lagi hiburan panjang tak berujung yang bakal disiarkan di televisi-tak-gratis kita itu!!! Wow!!! Tak sabar saya untuk Pemilu!!! Yang pasti tingkah polahnya akan menghibur kita nonstop dan bisa kita akses di koran-tak-gratis atau internet-tak-gratis pun sekali lagi di televisi-tak-gratis kita itu… 

Lalu, sekarang dimana kita bisa mencari hiburan gratis???? Silakan anda lihat topeng monyet yang sedang beraksi di tetangga sebelah lalu kabur tanpa bayar. Itu baru gratis. Tapi durhaka (ingat!!! Darwin masih keukeuh nenek moyang kita monyet!!) dan tak tahu malu. Jangan cemberut kalau suatu hari Tetangga sebelah mantu dan anda tidak diundang. Dia pasti berpikir untuk bayar topeng monyet saja tak mampu apalagi buwuh!!!!

Sampai beberapa saat  saya masih terdoktrin bahwa tidak ada hiburan gratis di jagat raya ini. Bahkan untuk ngeblog lewat internet kantorpun tidak gratis. Kita harus bekerja keras demi uang bos untuk membayarnya. Nonton tipi jaman kos dulu juga tidak gratis. Wong Orangtua saya yang memberikan TV itu jelas-jelas bukan maling kok!!!

Lalu…????

Suatu masa dimana saya curhat pada sahabat saya tentang kejamnya dunia yang menamparku sampai mampus   , dia hanya diam sambil senyum-senyum memandang saya. Jelas tidak gila, wong saya hidup serumah bertahun-tahun bersama dia dan masih hidup sampai saat itu. Jelas juga tidak naksir, karena untuk ukuran pria saja saya kurang menarik, apalagi buat wanita. Yang ada saya bertanya padanya apa yang menbuat dia cengengesan seperti kambing slilitan begitu.

She juz said

“Aku selama ini menjadi tempat curhat kalian. Mendengarkan cerita-cerita aneh kalian. Yang aku sendiri nggak pernah ngalamin. Dan nggak ngimpi mendapatkan masalah seperti kalian. Selama ini hidupku lurus-lurus aja. And i’m doing fine. Buatku, kalian seperti sinetron hidup yang memberiku hiburan gratis sepanjang kita berteman ini..”

Jadi. Ternyata Tuhan itu Maha Adil. Pemurah bagi makhluk yang tak punya uang atau tubuh yang layak untuk digadaikan demi membeli sebuah tipi. Hidup manusia, hewan, bahkan tumbuhan disekeliling kita bagaikan tontonan gratis sepanjang masa.

Ketika saya dan teman masuk ke alam, diamnya gunung , samar pepohonan oleh kabut, birunya air laut menjadi tontonan yang lebih indah daripada National Geographic edisi manapun yang pernah kami lihat. Untuk pergi kesana memang tidak gratis, tetapi untuk menikmati semua itu kita tidak perlu membayar seperti bila kita melihat Lumpur Lapindo.

Ketika bos memarahi saya didepan teman, saya adalah tontonan gratis bagi mereka. Entah menghibur atau tidak. Ketika Ramzy bernyanyi dengan suara tanpa “R” nya itu adalah hiburan gratis bagi kami seisi rumah termasuk cicak di dinding yang secara rutin mengisi bak mandi kami dengan hajatnya.

Pernahkah anda semua sadar bahwa sedikit banyak , apa yang kita lihat dan dengar , akan menjadi pembelajaran , intropeksi terbuka bagi diri kita sendiri? Seanehnya tingkah pola manusia hewan dan tumbuhan disekitar kita, itulah sebenarnya hiburan yang disuguhkan Tuhan pada kita. Tanpa embel-embel (R)remaja ; (BO)Bimbingan orang tua ; (SU)Semua umur..

Kalau Anda ingin menjadi artis milik PH Bumi Semesta ini, silakan bertingkahlaku seaneh mungkin. Niscaya semua orang akan menonton anda. Dan jangan takut untuk dianggap aneh. Kerena aneh itu eksentrik. Dan Ully Artha menjadi terkenal karena dia eksentrik.

Jadi

Selamat menikmati!!!!

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.