Posted by: mbadeni | May 18, 2018

Wakatobi – I’ll be back!

Halo para traveler!!

Yang sekarang lagi baca postingan saya kali ini pasti pelancong yang sedang berencana untuk pergi ke Wakatobi dan disasarkan kesini oleh mbah gugel, atau teman2 subscriber, atau teman2 yang saya paksa buat baca biar jumlah visitornya nambah .

Anyway , siapapun kalian, pastinya ngga akan rugi membaca tulisan saya berikut ini. Postingan ini akan panjaaaanggg karena saya akan menceritakan dari awal banget, which means dari planning sampai eksekusi. Bisa jadi panduan untuk merencanakan bepergian ke wakatobi, baik dari sisi budget dan destinasi. Plus drama ala reality show di tipi2 swasta.

Seperti biasa, agenda dive trip tahunan saya dan buddy Puji , kami rencanakan akan dilaksanakan sekitaran bulan Maret- April, dimana cuaca sedang peralihan (spot ngga terlalu rame dan cuaca sudah mulai panas).

Karena kami cewe , maka labilitas muncul pula dalam menentukan destinasi tahun ini. Kami berganti site beberapa kali, dengan pertimbangan,

  1. Budget –> Masih kuli. Masih banyak cicilan. Masih butuh duit makan.
  2. Waktu –> (Lagi) masih kuli. Masih terbatas cutinya. Tergantung mood Bos. Proyek belum selesai.
  3. Lokasi –> Kali ini mau yang jauhan. Biar bisa pamer di Instastory. Bosen kan kalo Bali mulu (sombong).

Pilihan awal adalah Bunaken – Lembeh, atau Takabonerate. Gugur karena lama di jalan. Minder juga kalau ke Lembeh kameranya masih belum canggih (canggihpun belum tentu bisa make. Ha ha)

Saya ajukan opsi Pulau Weh tapi buddy ngga mau terlalu drastis jauhnya. Ujung Indonesia semacem ujung dunia gitu ya.

Derawan terlalu banyak destinasi yang “wajib”dikunjungi dan tampaknya rugi kalau cuma diving doang disana. Plus tiketnya mahal dan perjalanan darat-lautnya pun lama. Hitung2 kalau cuma pergi berdua, Rugi.

Akhirnya kami memutuskan untuk tahun ini mau agak “mewah”destinasinya. Antara Wakatobi atau Raja Ampat.

Kenapa ngga Komodo?

Karena . Buddy mau kesana bareng rombongan lain bulan Mei nanti. Banyak duit emang doi.

Singkat cerita akhirnya kami memilih Wakatobi sebagai destinasi terakhir. At least once in a lifetime kami harus ngerasain diving di salah satu lautan dengan biodiversity terbesar di dunia.

Beli tiket sudah dari bulan Desember apa Januari awal ya. Lupa. Tentu saja saya pakai cicilan dan promo traveloka. Buddy enggak, dia kan banyak duit. Hotel aja saya dibayarin. (wakakaka, japri saya kalo mau temenan ama doi).

Awalnya kami cari alternative termurah. Naik pesawat sampai  Kendari atau Bau bau, lalu naik kapal selama 10-12 jam ke Tomia. Ohya, bagi yang belum tau, sebutan Wakatobi sendiri itu berasal dari 4 pulau besar yang ada di daerah tersebut. Wangi-wangi/ Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko .

wakatobi map

Spot diving paling banyak ada di sekitaran Tomia, so, kami memutuskan untuk stay disana dan menggunakan DC lokal Tomia.

Karena tujuan utama kami adalah diving, maka efektivitas waktu sangat diperlukan. Sudah pasti 2 hari (1 hari awal dan 1 hari akhir) akan habis di jalan. Kalau kami naik kapal, dengan laut yang tak bisa diprediksi, bisa jadi hari ke-2 kami masih di tengah lautan. Hilang sudah 1 hari dive. Mana Puji nemu berita kapal hilang pula diperairan selepas Bau Bau. Galau lah kami. Yang satu belum kawin, satu lagi banyak cicilan, cemana mau mati muda.

Akhirnya saya menghubungi kontak diving kami di Tomia untuk konsultasi. DC ini very recommended buat yang mau diving di Wakatobi. Tomia Scuba Dive. Pemiliknya, dokter Yudi, biasa kami panggil masdok, sangat friendly dan tau banget spot2 keren underwater. Ya iyalah pasti tau, kalo engga ngapain bikin DC. Kelelep ntar tamunya.

Masdok menyarankan untuk mengambil rute teraman, walaupun sedikit lebih mahal. Beliau juga memberi saya kontak rental car yang bisa antar jemput dari airport, beserta kontak boat yang akan membawa kami ke Tomia dari Wangi- wangi. Bereslah.

Akhirnya setelah memutuskan untuk naik pesawat, mulailah kami hunting tiket. Yang pas dengan keberangkatan boat (yang Cuma sekali sehari ) ke Tomia adalah connecting flightnya Garuda. Yasudahlah, sekali2 mevvah naek Garuda. Untuk pulangnya, kami menyesuaikan jadwal kereta dari Jakarta yang akan membawa saya balik ke tempat saya nguli. Dan yang ada Cuma Wings Air.

Jadi , untuk berangkat naik Garuda, transit Makassar dan Kendari, berangkat dari CGK jam 5 WIB pagi, sampai di Wangi2 jam 1 siang WITA. Boat yang ke Tomia jam 2 siang. Perjalanan airport – jetty sekitar 30 menit. 30 menit sisanya adalah spare waktu untuk nunggu bagasi, yang mana bawaan kami tidak mencerminkan bentuk tubuh . Semacem minion ngangkatin truk, gitu.

Boat dari Wangi2 ke Tomia ditempuh dalam waktu 3 jam, sehingga pada pukul 5 sore waktu setempat kami sudah berlompatan gembira di jetty Tomia.

Untuk pulangnya, kami  mengambil pesawat dari Wangi2 jam 6 WITA pagi, yaitu Wings air, yang setelah transit ribet bin drama di Kendari dan Makassar, nyampe juga di Jakarta sekitaran jam 1 WIB siang. Saya langsung ke Gambir  untuk mengejar kereta Bangunkarta yang akan berangkat dari ibukota jam 3 sore. 4,5 jam kemudian, setengah 8 malam, saya  sudah sampai Pekalongan dan dijemput swami terkeren di dunia (karena selalu ngijinin saya melakukan aktivitas yang saya suka). Happy wife, happy life. Yeah!

  1. Hari pertama – Kamis 29 Maret 2018

Perjalanan dari Jakarta ke Tomia.

Saya sampai di Bandara sekitar tengah malam, karena hari Rabu sore berangkat dari Pekalongan dengan kereta Argo Muria. Awalnya sempet mau sok budget traveler, beli tiket Jayabaya (ekonomi). Lalu beberapa minggu sebelumnya teman saya naik Jayabaya dan telat beberapa jam. Plus saya mencoba naik Jayabaya ke Surabaya untuk mengira2 kadar kenyamanan diri sendiri dan sekitar dan akhirnya memutuskan , untuk dive trip dengan equipment bag segede dan seberat karung beras, belum lagi carrier 45 l yang jelas2 makan tempat,daripada ngerepotin orang lain dan ribet, saya tukarlah si Jayabaya dengan Argo Muria. Dan, bener. Dari 2 raksasa yang saya bawa, tidak satupun yang muat di bagasi atas. Untung saya masih dapet single seat, jadi barang2 itu saya letakkan di samping dan depan seat. Fyi, total bagasi saya adalah 30 kg. Lolos dan gratis lewat stasiun pekalongan, CGK dan Wangi2 airport. Kena charge di Gambir pas pulangnya. (T___T).

Saya tidur di terminal 3 Soekarno Hatta Airport (CGK) yang keren dan nyaman (maap norak, jarang naik Garuda), ketemu Puji jam 3-an, check-in, sarapan, sempet b***r juga, lalu naik pesawat dan mengudara sekitar jam 5an.

Transit Makassar , dan kami tidak diperbolehkan turun.

Transit Kendari, ganti pesawat. Walaupun mau tetap di pesawat, tidak boleh, harus turun. Kelaperan, dan karena kami (sok) anak kota, maunya ngupi2 cantik. Setelah observasi beberapa kedai kopi, kami memutuskan untuk singgah di kedai yang tampak paling ramah di kantong. Mesen Kopi panas dan Es kopi, beli ciki2an, beng2, UC 1000, daaannn pemirsah, taukah anda, berapa kami harus bayar?

117 rebu (bold, larger font).

Defak.

Lebih mahal dari sarapan kami berdua di bakmi GM dan myKOpi O tadi pagi.

Mending kalo yang ngeladenin mas2 barista cakep. Ini, emak2 tampang judes yang ogah ditanyain berapa harga dagangannya per biji.

Ya sudahlah.

Pesan moral : di airport Kendari, sebelum beli, makan dan minum sesuatu, tanya dulu harganya.

IMG_1273

Lanjut perjalanan dengan pesawat baling2 yang alhamdulillah mendarat dengan selamat di Bandara Matahora Wangi wangi. Puji langsung nelepon Bapak rental mobil, yang ternyata beken di seantero pulau sehingga bisa bantu nelponin tukang kapal untuk nunggu kami berdua kalau2 telat datang. Perjalanan darat hanya sekitar 30 menit saja, langsung cari posisi yang enak di kapal. Kami sempat tidur beberapa menit di kapal dan setelah perjalanan 3 jam, akhirnya sampailah di jetty Tomia!

Labore Stay

Labore Stay

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kami menginap selama satu hari di Labore Stay, hotel backpacker yang juga recommended, murah meriah  tapi sangat layak huni, dengan pemiliknya mas Fahmi, yang ramah dan ringan tangan. Labore stay ini depan laut banget dan dekat dengan jetty, jadi kami jalan kaki saja kesana dengan carrier di punggung. Equipment bag? Pake motorlah. Siapa yang mau tenteng tas seberat 20 kg??

Setelah istirahat dan mandi, saya dan Puji langsung nuris (men-turis, beraksi layaknya turis). Kami berjalan kaki menuju alun2, yang juga sekitar 10 menit berjalan kaki. Alun2nya tidak besar, dan di pinggir laut juga. Kami menunggu sunset disana. Amazing !

One of the best sunset I’ve ever experienced !

IMG_1277

Setelah puas bersunset ria, kami makan cemilan lokal di alun2. Pisang goreng nya juara, crunchynya pas dan gada di Jawa yang model begini. Puji sampai bungkus beberapa (yang saya makan juga beberapa. Ha ha ha).

Kami juga mencoba minuman sejenis bandrex yang diberi nama Saraba. Manis dan gurih rasanya.

  1. Hari kedua – Jumat 30 Maret 2018

Dini hari jam 3 saya bangun.

Kebangun aja gitu.

Trus pas keluar kamar, kondisi gelap gulita. Di Tomia, listrik harus berhemat. Untuk Labore Stay sendiri, dari pagi jam 6 sampai 3 sore, listrik mati.

Saya duduk di teras Labore dan takjub dengan banyaknya bintang di lautan. Duduk di teras Labore berarti duduk di pinggir laut. Debur lembut ombak, jutaan bintang, angin sepoi2….dan saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan merasakan ini semua.

Sampai beberapa ekor nyamuk gendut menyerang.

Bubar deh.

Jam 8 pagi kami dan masdok berangkat untuk 3 dive hari pertama. Ohya, untuk praktisnya, kami mengambil paketan 3d2n nya Tomia Scuba Dive . Plus 3x dive yang tidak termasuk paket. Jadi total 6 dive di Tomia dan 2 malem nginep di akomodasi yang disediakan masdok. Udah include makan.

Kami dive di 3 spot, Mari mabuk, Fan Garden, dan Gunung Waitii. Semuanya amazing dan di dalam air tak henti2nya saya mengucap syukur kepada Allah SWT atas kesempatan ini. Visibility di atas 15 m, airnya bening, coral dan karangnya sehat, ikannya banyak banget dan beraneka rupa .  Kami juga sempat bertemu schooling Barracuda, banyak anemone fish, dan nudibranch di spot Mari Mabuk.

IMG_1290

Saya, Mbak Puji Buddy yang rajin nabung, dan masdok, Guide terkeren sejagad raya Tomia

DCIM100GOPROGOPR1019.JPG

Nemo

IMG_1291

Lunch di boat sambil ngeliatin Laut bening dan Pulau kelapa berpasir putih di seberang. MasyaAllah!

Di Fan Garden kami bertemu beberapa penyu, satu diantaranya lagi leyehan di ceruk wall . Gendaaatsss dan gemesin . Namanya makhluk darat ya, liat penyu yang instagrammable gitu langsung deh kami heboh kecentilan pepotoan. Jengah liat kelakuan kami, tak berapa lama minggatlah penyu itu.

 

RSVZ4721

Lagi enak2 bobok digangguin. Sebel.

Di spot ketiga saya berhasil motret makhluk laut kesukaan saya, Nudibranch! Alias siput laut, gendats juga doi. Gilak, hidup underwater ini ga mikir utang dan segala macem yak, pantes makhluknya gendut2.

DNCM3315

Nudi Sapi yang saking gendutnya mau naek atas coral aja ngga nyampe2. Olahraga broh!

Selesai diving, kami masih punya waktu untuk menikmati sunset di Puncak Khayangan, salah satu puncak tertinggi di Tomia. Perjalanan dari hotel sekitar  1 jam naik motor rentalan. Ohya, hari kedua dan ketiga ini kami pindah ke penginapan Abi Jaya, paketannya masdok. Abah sama ibu nya ramah banget, masakannya enak dan kamarnya pake AC.

Trus saya masuk angin.

Ndeso.

IMG_1303.JPG

Puncak Khayangan. Ga dapet sunsetnya, ketutup awan. Model adalah mbak backpacker tetangga sebelah kamar.

 

 

  1. Hari ketiga – Sabtu 31 Maret 2018

Dive hari kedua. Agak nggak fit gara2 kena angin pas ke Puncak Khayangan dan sedikit suudzon sama AC kamar yang dinginnya ga wajar itu. Kami dive di 3 spot, Ali Reefs, Roma dan Waha Bay.

Masih amazing. Cuman di spot Ali Reef, arusnya lumayan.  Karena berarus, banyak ikan berkumpul di situ. Ada schooling Barracuda dan Giant Trevally yang kata kami, IKAN TONGKOL. Keren2 di Indonesia namanya jadi tongkol yak.

LXBJ0804

Masdok dan Ikan Tongkol

Di spot kedua, Roma, kami bertemu Pygmy Seahorse, kuda laut ukuran upil yang warnanya nyaru dengan tempat mereka menempelkan diri. Mohon maaf kamera saya hanyalah action cam, tak mampu mengambil gambar Macro, tapi saya lampirkan foto dari masdok, yang mana hak cipta karsanya ada pada beliau. Yudi Tomia Scuba Dive .

JBUZ5597

Ini poto yang saya dapatkan maksimal dengan Action cam. Can you spot the Pygmy?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ini Picture taken by masdok. Copyright milik beliau ya, Tomia Scuba Dive. Jadi beginilah penampakan seahorse segede upil. Kameranya canggih!

Di spot ketiga, mask saya bermasalah. Air terus menerus masuk. Saya terus menerus mask cleaning. Pas dikencengin, sakit. Pas dilonggarin air masuk. Pas disuruh pose sama masdok, ya tetep pose sih, cuman hasilnya ga maksimal. Padahal harapannya bisa kek Nadine, gitu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sesaat setelah descent, langsung disambut karpet hijau. Saya masih mask cleaning. Mbak Puji sudah pose. Pic taken by masdok dengan kamera kerennya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Nadine Kw Pasar Atom ngeliatin ikan teri. Pic yang keren2 gini sudah pasti taken by masdok.

Spot ketiga ini dasarnya pasir putih dan banyak rumput lautnya. Bukan Tae Kae Noi ya, ini rumput laut beneran yang masih hidup. Di sini ada garden eel, ikan teri (kata kami), dan banyak sekali anemone fish. Ini spot kesukaan Puji dari semuanya.

Sepulang diving, kami bermotoran lagi sekitar 2 jam ke Pantai Huntete, yang kata penduduk lokal adalah Hidden Paradise. Pantainya cantik dan sepi, berasa milik berdua saya dan Puji. Misal kami saling tikam di sini juga kayanya gada yang tahu.

IMG_1359

Beneran Pantai pribadi ni

IMG_1310

Mbak model menatap lautan. Nunggu dugong jantan lewat.

  1. Hari keempat – Minggu 1 April 2018

Pagi2 sudah drama.

Jadi karena pesawat balik ke Jakarta berangkat pada pukul 6 pagi, maka sehari sebelumnya kami harus sudah berada di Wangi2. Boat dari Tomia berangkat jam 6 pagi, kami sudah siap duduk manis dalam kapal, bersama rombongan emak2 dan beberapa pemuda pemudi (Indonesia). Saya sudah sekitar sejam setengah tidur, ketika drama dimulai. Ombak yang lumayan tinggi, membuat panik para emak ini. Mereka berteriak2 heboh, dari melafadzkan nama Allah, bertakbir, minta pelampung dan yang paling epic, minta kapalnya muter dan pindah haluan ke jetty di sisi lain Wangi2.

Dan diturutin sama nahkodanya.

Trus, kandas.

Trus balik lagi ke jalur semula.

Sempurnalah dramanya.

WHGH8778

Kandas diketawain Patrick. Can you spot him???

Yang harusnya nyampe Wangi2 sekitar jam 9, akhirnya jam 12 siang kami sandar. Karena sudah ada janji dengan Mas Ayub , Instruktur Dive yang bekerja di Taman Nasional Wakatobi, untuk penyelaman terakhir , maka kami langsung berpacu menuju perkampungan suku bajo, dimana boat kami akan berangkat menuju Shark Point.

IMG_1405

Backdrop ini ada di Wasabi Nua, karena sebenernya lokasi Shark Point ini pas depan Hotel

Ombak memang sedang tinggi2nya, di surface cukup mabok digoyang ombak, betis saya sempat terbentur kapal saking dahsyatnya ombak. Berlawanan dengan itu, kondisi underwaternya amazingly sangat tenang tanpa arus. Kami sempat bertemu beberapa ekor ular laut, dan tentu saja, 4 ekor White Tip shark di kedalaman sekitar 35 m.

Daaann lagi2 mask saya bermasalah. Saya kencengin dan sibuk mask cleaning, sampai tidak sadar rasa sakit yang menyengat mata dan kepala saya. Ternyata karena terlalu kencang, mata saya bengkak. Macam KDRT lah ini. Habis dibuli sama buddy deh.

WhatsApp Image 2018-04-03 at 08.16.35

Habis digebuk pake Ikan Tongkol

Di hari terakhir ini, kami menginap di Hotel Wasabi Nua. Very2 highly recommended hotel kalau memang berniat stay di Wangi2. Mereka punya restoran yang berada di karang yang lokasinya beberapa meter di laut. Dan dihubungkan dengan jembatan kayu. Sunsetnya juara dan Kerapu Grilled nya gada yang ngalahin dari semua ikan bakar yang pernah saya coba!

IMG_1403

Kamar di Wasabi Nua

IMG_1404

Salah satu sudut Wasabi Nua

IMG_1411

Restoran Wasabi Nua di saat Sunset

  1. Hari kelima – Senin 2 April 2018

Pulang!

Perjalanan pulang dengan Wings Air ini alhamdulillah on time dan tidak ada drama semacem tragedi kopi di Kendari kapan hari, hanya merasa ribet dan aneh saja karena waktu transit Makassar kami disuruh turun dari pesawat, hanya untuk konfirmasi transit dan langsung naik lagi. Di pesawat dan seat yang sama.

Kalau anda ingin naik Garuda, penerbangan dari Wangi2 hanya ada di siang hari. Saya tidak bisa mengambil itu dikarenakan harus mengejar kereta ke Pekalongan.

Di Gambir, tas saya kena charge. Per kilonya kena 10 ribu. Ya sudahlah, setelah ngotot beberapa saat akhirnya saya ngalah. Ketimbang disita yekan?

Sekian cerita dari Dive Trip saya dan buddy ke Wakatobi, apabila ada yang membutuhkan nomer kontak Beliau2 di atas, silakan komen di postingan saya ini.

Yang ingin tahu detail Budget , juga silakan komen, akan saya share, termasuk bagian pait2nya. Ha ha ha.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Eh ada Barry. Bawa satu ah buat oleh2 Swami. Pic by masdok.

 

 

 

Advertisements
Posted by: mbadeni | February 1, 2018

Planning a Trip (2)

Sambungan postingan sebelumnya

Ditulis sambil terkantuk2 nunggu panggilan inpeksi.

Sontrek :

  • Superfunk by Funky Kopral

Okeh, lanjut.

Dan yang terakhir adalah Solo Trip

solotripe

Crunchy ya. Maaph (‘_’)

Ini adalah trip yang paling membebaskan dari segala jenis trip. Mau sepanjang trip tiduran aja di kamar, atau berjemur sampai kulit bersisik , atau bahkan makan sampai buncit pun tidak akan ada yang protes.

Inti dari Solo Trip adalah pertanggungjawaban kepada diri sendiri. Mau setelahnya jadi makin eksotis, gembrot atau makin miskin, ya semua akan ditanggung sendiri.

Sakitnya, sedihnya, malunya, dan juga senengnya (masa sepet semua yak).

Saya beberapa kali melakukan jenis trip ini, mostly ketika status masih single (harus tipu2 mama sikit biar dikasi ijin – jangan ditiru) .

Dan asik banget ternyata. Kalau mood lagi bagus menanggapi ajakan ngobrol dari strangers (ajakan ngobrol doang, bukan yang lain yak) , tapi seringnya kalau solo trip saya akan mencari teman yang tinggal di daerah tersebut. Untuk sekedar nemenin nongkrong, nemenin gila (jaman jahiliyah) atau numpang tidur (untuk pengiritan maksudnya. Ha ha ha)

 

Overall, itulah beberapa jenis trip yang harus kita tentukan terlebih dahulu sebelum lanjut ke poin berikut

 

3. Mempersiapkan Budget

Bagi beberapa orang, ini adalah poin terpenting, dan jadi atau tidaknya suatu Trip bergantung sangat pada poin tersebut.

Iyakah?

Bisa iya bisa tidak.

Ada beberapa jenis manusia dalam menyelesaikan masalah ini.

  • Pertama, manusia yang menabung terlebih dahulu (sampai bangkotan ) baru merencanakan sebuah trip.

Ini adalah jenis manusia yang paling umum ada di sekitaran kita. Secara ngeTrip adalah kebutuhan tersier, maka kegiatan itu baru bisa dilakukan kalau tabungan kita sudah sangat mencukupi.

Sisihkan untuk kebutuhan primer dan sekunder, sisanya baru bisa untuk jalan-jalan. Jenis manusia yang bertanggungjawab (dan layak jadi imam keluarga ).

Untuk kalangan di atas kroco, hal tersebut sangatlah mungkin dilakukan, karena biasanya mereka sudah ada budget tersendiri untuk Trip.

Untuk kalangan kroco ke bawah, budget sisa mungkin hanya cukup untuk jalan-jalan ke Taman kota (yang banyak banci) atau menyusuri sungai (nyari kodok buat dijual) dan wisata lokalan sejenis.

Berarti para kroco ngga bisa Trip Interlokal dong???

Broh, saya kroco, dan alhamdulillah masi bisa jejalanan kesana kemari.

Jawaban bisa anda temukan pada poin2 di bawah ini.

Keep on reading.

Jangan bosen.

Gambar-Dp-Bbm-Long-Weekend-Keren-Terbaru-3

Orang susah juga bisa liburan lho!! Sepele ini! (niru omongan temen). Gambar dicomot dari sini

  • Kedua, manusia yang gemar berhutang .

Nah ini serem. Kalau bisa hindari menjadi golongan manusia yang banyak hutang (talking to myself). Saking kepinginnya ke Raja Ampat misalnya, si Fulan (ini nama favorit guru agama jaman SD dulu kalo ngasi contoh), mengajukan hutang kepada perusahaan, kepada koperasi, kepada kas desa, dan kepada kepada yang lain.

Ya nggak segitunya lah ya. Pas pergi hepi, pas balik ditanggung kebahagian semasa liburan hilang seketika berganti kepanikan ditagih2 orang sekampung.

Bertanggungjawblah kalau berhutang.

Saya punya sahabat yang empet banget dihutangi temannya, yang mana alesan ketika berhutang sangat mengibakan, pas dikasih, besoknya sudah aplot di Sosmed with location : Thailand.

Kan ****** .

Sahabat saya aja belum pernah kesana.

Sayapun.

Ha ha ha.

Kok jadi KZL ya.

Meme Balada Hutang yang Sukses Bikin Ngakak Sekaligus Pusing

  • Ketiga, manusia nekat.

Nah, ini adalah jenis manusia yang agak langka ditemukan dalam kegiatan jalan-jalan. Kalaupun ada, berarti dia entah mempunyai tekad baja atau tidak waras. Dan bukan kombinasi keduanya.

Manusia jenis ini pada umumnya memiliki skill survival yang tinggi. Semacam kucing, begitu. Susah mati.

Saya pernah baca sebuah kisah nyata, dimana ada orang, sebut saja mas Fulan (bukan mas Fulan tukang utang ya, tolong bedakan), yang saking kepinginnya naik haji, nekat sembunyi di roda pesawat.

Yup.

Berbekal tekad kuat dan kewarasan (yang diragukan), mas Fulan ini entah bagaimana berhasil menyelinap dan sembunyi di ruang roda pesawat.

Seperti James Bond.

Versi nyata.

Karena versi nyata, begitu ketahuan (saya lupa dimana ketahuannya, waktu transit atau sudah sampai Mekkah), kondisi fisik beliau bisa dibilang kritis. Punggungnya terkena luka bakar, dehidrasi dan kondisi2 hampir matilah.

Allah yang Maha Penyayang tentu saja tidak membiarkan drama ini berakhir tragis. Setelah perawatan intensif, dan dinyatakan sembuh, pemerintah (entah Indonesia entah Saudi) membiayai mas Fulan untuk naik haji.

Semacam penghargaan atas kegigihannya.

Yang bikin hampir mati.

Headline : Pemerintah memberangkatkan mas Fulan untuk naik haji, sebagai penghargaan atas kenekatan beliau menyusup di pesawat sehingga hampir mati.

….

Semoga tidak ditiru anak cucu kita.

Aamiiin!

Apakah backpacker adalah termasuk jenis manusia seperti ini?

Selama masih waras saya rasa, bukan termasuk golongan ini. Backpacker biasanya tetap punya uang, walaupun minim. Tetap berusaha mencari uang di tempat baru, walaupun kerja serabutan.

Survival, tapi wajar. Dan jauh dari resiko kematian.

nekad

Semacam itulah. Gambar dicomot dari sini

  • Keempat, manusia kombinasi. Mixing human (semacam betul).

Dengan bangga saya akan menyatakan diri saya adalah termasuk golongan Mixing Human. Setengah manusia setengah robot. Setengah waras setengah gila.

Maap guyonan crunchy.

krunci

Kriukkkk comotan dari sini

Baiklah mari kita lanjutkan.

Manusia jenis ini adalah yang bisa mengatur budget Trip dengan cara yang “pintar”. Biasanya dari golongan kroco ke bawah. Dengan budget terbatas tapi kepingin jalan2. Kepinginnya sudah semacam obsesi, harus diwujudkan dengan segera entah bagaimana caranya.

Penjelasan akan mudah dengan contoh. Bukan Fulan, tapi saya sendiri.

Ketika saya sudah memutuskan untuk melakukan suatu Trip, saya akan memilah budget yang harus dikeluarkan,

  1. Tiket Pesawat/ kereta

Pengeluaran untuk ini, apalagi bagi jenis Family Trip, akan menghabiskan sebagian besar dari budget liburan. Saya menyiasati dengan membeli tiket dari jauh hari, mencari promo dari Traveloka, Tiket.com, KAI, bahkan Tokopedia. Dan juga mencari poin di kartu kredit. Siapa tahu bisa dapat diskon .

Selanjutnya, transaksi akan saya lakukan dengan program cicilan 0% dengan jangka waktu tertentu, tergantung besarnya tagihan. Biasanya ada promo di agen2 travel tersebut. Kalaupun 0% tidak ada, saya tetap ambil program cicilan, dengan asumsi bunga flat.

Misal kita pergi bulan Agustus, dan beli tiket bulan Januari, saya akan ambil cicilan 6 bulan, jadi sebelum Trip “hutang”saya akan lunas.

Kenapa saya tidak bayar cash / debit saja?

Karena saya “menyimpan”uang cash saya untuk emergency case. Dan untuk poin lain di bawah ini. Toh, tidak ada salahnya mencicil. Hutangnya tidak merugikan orang lain. Kita hutang pada bank dan pastikan kita bisa membayar dengan jumlah tagihan per bulan.

Kalau saya menganggapnya seperti menabung. For my positive mind.

  1. Akomodasi

Sama dengan tiket pesawat/kereta, saya lebih suka melakukan program cicilan untuk poin ini. Kecuali daerahnya terpencil, sehingga tidak menerima CC, atau harganya yang terlalu murah.

Saya dan Puji pernah menginap di hotel 100 ribuan.

Lha masak iya mau dicicil?

  1. Kegiatan utama

Misal diving. Untuk beberapa daerah yang sudah komersil, mereka menerima CC (kartu kredit). Setelah gesek, saya akan menelepon Bank penyedia CC untuk mendaftarkan pada program cicilan.

Itu berarti cicilan akan mulai dibayarkan setelah trip. Tapi tidak mengapa. Toh pada akhirnya akan lunas juga, dan saya sebisa mungkin selalu mengambil cicilan dengan jangka waktu maksimal 6 bulan.

Untuk daerah yang belum bisa menerima CC, “terpaksa”harus mempersiapkan uang cash.

  1. Makan, nongkrong, transportasi lokal,shopping dan oleh2

Nah, disinilah uang cash akan berfungsi! Jarang bagi tempat makan atau penjual souvenir lokal, dan juga transportasi lokal untuk menerima CC, jadi mau tidak mau harus menggunakan uang cash.

Simpanlah cash anda untuk poin 4 di atas, apalagi bagi golongan kroco ke bawah seperti kita, yang mana untuk menabung buat hura-hura seperti ini membutuhkan niatan dan pengorbanan di sana sini, hemat sana sini, dan juga kelapangan hati ketika melihat saldo tabungan kita berkurang lumayan banyak!

Semacam dirampok.

Perampok hati.

Karena terbayar dengan hati senang!

(bersambung – maap panjang)

maling-elpiji_20170203_160355

Ini maling elpiji

maling-motor_20170402_220511

Ini maling motor dibugilin

maling sapi

Ini …. maling sapi pake mobil…. (modal yak malingnya)

maling

Maling professional

keanu

Maling hati

Posted by: mbadeni | January 26, 2018

Planning a Trip (1)

Ditulis ketika sedang masa jeda antara habis meeting dan Lunch. Mau kerja nanggung (alesan). Hari Jumat pula. Ketika para pria mendapatkan kemewahan 2 jam waktu istirahat, sementara kami para wanita harus kerja? Dih. (feminism. Penyetaraan gender di saat menyenangkan saja).

Sontrek :

 – What the F by bang Bondan

(lagi suka banget. Puter bolak balik terus aja sampe Spotify nya error)

– Sick Boy by Chainsmokers .

Ini pelampiasan antara ingin ketemu mas2 ganteng tapi males ke konser karena tiketnya mahal (plus tiket kereta eksekutip karena saya tinggal di desa dan menghindari punggung kotak naik kereta ekonomi 5 jam perjalanan) dan pastinya juga rame – ya namanya konser ya???

The-Chainsmokers-e1478447237811

2M (Tiket VIP) + 700K (Tiket Kerete Exc PP) = Lemburan Kuli 100 jam

cs_Page_1

Low Skill Editing

 

So, talking about Trip.

Kemana?

Kemana aja.

What kind of Trip?

Anything.

Mau Open Trip, Family Trip , Dive Trip, Liveaboard atau apapun sebenarnya sama saja menurut saya.

Saya bukan tipe traveller dadakan. Dalam hal ini, kemanapun saya pergi, planning sudah harus dilakukan jauh hari.

Kenapa?

  1. Saya hanyalah kroco yang masi HARUS nempelin jari ke mesin pembaca absen setiap hari . (yang kalau telat 1 menit aja udah potong gaji. )
  2. (masih) ada kaitannya dengan poin di atas. Dengan status perkrocoan ini, maka jatah cuti tahunan sudah pasti limited edition. Yang mana harus pintar membagi antara cuti bersama keluarga, cuti bersama teman, cuti berdua bojo.
  3. Saya ngga pelihara tuyul atau punya usaha percetakan kualitas super yang bisa mengucurkan dana setiap saat. Jadi, nabung untuk trip is a MUST. Dan wasting money untuk suatu hal yang tak terplanningkan adalah is a MUST NOT.

Karena sebab point tersebut di atas, maka untuk setiap trip yang dilakukan, saya sudah planning dari jauh hari. Bahkan pake banget jauhnya. Semacam mau naik haji (ngga segitunya juga kali yaaa).

Baiklah, mari kita mulai berencana (dan hanya Tuhan yang menentukan),

  1. Menentukan destinasi

Ini yang terpenting. Setiap trip, yang pertama ditentukan adalah kemana kita mau pergi. Labil boleh, sebelum beli tiket tentunya. Jangan kelamaan labilnya, nanti keburu mahal harga tiket.

Mungkin pada bingung, emang ada ya yang masih ngga tau kemana mau pergi?

Ada.

Saya.

Ha ha ha

Itu terjadi ketika saya hendak dive trip bersama Puji (nama sebenarnya), buddy tahunan saya  , pengennya yang murah, ngga ribet (karena faktor usia, tipe backpacker banci), dan nggak tua di jalan. Dalam artian, balik lagi ke status perkrocoan ini, waktu yang kami punya limited jadi rasanya sayang sekali kalau seharian atau 2 hari habis untuk di jalan. Apalagi kami akan dive trip, yang mana harus spare 24 jam dari dive terakhir sebelum terbang kembali ke habitat masing2..

tb1

Penentuan destinasi juga harus melihat jenis trip apa yang akan kita lakukan. Ini akan dibahas pada poin selanjutnya.

Sekedar gambaran, harus dipikirkan juga tipe seperti apa “teman trip”kita, sebelum penentuan destinasi.

Seperti, nggak mungkin saya arrange trip mendaki Gunung Semeru ketika Family Trip. Ada yang mau gendong mamah ya?

  1. Menentukan jenis Trip

Terutama yang sudah berkeluarga. Penting sangat ini. Nanti dianggap tak tahu diri. Mau senang2 sendirian aja.

tb4

 

Kalau saya, biasanya trip egois (me without family, just going out with yang asik2) akan saya taruh di paling akhir.

Trip keluarga adalah prioritas. Yang biasanya sudah ketahuan waktunya. Pastinya ketika libur sekolah.

Trip keluarga ini tidak harus mewah, tapi yang HARUS adalah menyenangkan. Karena melibatkan anak-anak dan orangtua. Dan tentunya kita ingin anak kita memiliki kenangan yang menyenangkan demi tumbuh kembang psikologis mereka di masa depan (irrelevant. OOT).

Biasanya untuk ini saya akan diskusi dengan keluarga, mereka maunya kemana dan ngapain. Dan kalau bisa dibarengkan agenda lain, seperti Lebaran, atau ketika ada kepentingan di luar kota.

Sangat kecil kemungkinan untuk backpackeran. Untuk keluarga kita selalu ingin senyaman mungkin, apalagi yang masih punya balita.

 

Yang kedua adalah trip bersama pasangan. Sebagai sesama level kroco, pergi pagi pulang malam, dan weekend masuk (curhat), maka tentunya untuk meningkatkan kualitas hubungan (dan gairah menjelang paruh baya) disarankan untuk memiliki trip bersama pasangan, walaupun hanya sehari atau dua hari.

Pilihlah tempat yang tenang, dimana pasangan bisa saling bercerita tentang apapun, atau merencanakan (anak) apapun, atau cuma sharing gossip artis (follower Lamtur).

Untuk trip jenis ini, cobalah pahami pasangan kita. Kira-kira dia nyaman ngga di tempat yang kita pilih.

Surprise trip (seperti yang suka saya lakukan) sebaiknya juga mempertimbangkan apakah sekiranya doi suka tempat yang kita pilih.

Semisal kalau pasangannya phobia air, ya jangan diajak Liveaboard. Bisa kena pasal pembunuhan berencana itu.

 

not-sure-if-i-want-a-relationship-or-a-travel-buddy

Yang ketiga adalah trip bersama teman. Ada banyak tipe teman disini. Teman dive, teman dekat tapi ngga suka air, teman dekat tapi pecinta kenyamanan, teman-teman (jamak), teman ngga dekat tapi suka pengen diajak jalan (sok akrab), atau teman tapi mesra (banyak modus dalam perjalanan).

Saya sudah beberapa kali planning trip dengan yang tersebut di atas , kecuali yang terakhir. Ngga punya (sebelum ngetrip udah dimodus biar jadi pasangan . ha ha ha).

Saya sangat suka membuat rencana untuk trip. Itulah kenapa saya bisa dibilang änti”ngetrip dengan travel agency atau sejenisnya. Adalah sebuah excitement tersendiri ketika saya browsing (di jam kerja) tentang destinasi yang akan saya datangi. Sebisa mungkin saya jalani sendiri pergi ke spot destinasi atau maksimal memakai guide lokal.

Arrangement seperti ini akan lebih membebaskan. Bebas pergi kemana. Bebas mau berapa lama. Bebas lepas terjun bebas juga kalau ternyata ngga sesuai ekspektasi. Ha ha ha. Intinya, pait manis trip ditanggung sendiri.

Nah untuk jenis trip seperti ini, tentu saja saya juga mempertimbangkan jenis teman seperti apa yang akan menghabiskan hari2 bersama saya.

Untuk teman dive , Puji (masih nama sebenarnya) alhamdulillah sudah beberapa kali melakukan trip bersama saya, sampai detik ini dan juga semoga ke depannya, masih lancar2 saja. Beberapa teman dive saya selain Puji, ada Kross, mr. B, Rizal, Satya, Dohar, dll dsb (harus banget ya disebut namanya satu2) juga alhamdulillah tidak ada yang rewel dan bersedia menanggung pahit getirnya kehidupan bersama selama beberapa hari itu. Untuk yang namanya disebut selain Puji sudah lama kami tidak melakukan trip bersama,

Ada yang sudah berkeluarga, move on (eh) dan alasan2 lain yang saya juga sebenernya ngga ngerti kenapa kami sudah ngga pernah trip bareng lagi ya?

 

Anyway, untuk dive trip sendiri ada beberapa jenis trip.

 

Low Budget

Perginya diusahakan jalur darat. Makan waktu dan energy, tapi murah. Nginapnya di hotel murah satu kamar tumplek blek banyak orang. Si Rizal malah pernah saking ekstrimnya pengiritan , melakukan bobora (bobok rame rame) di mobil.

Trus kapok.

Ha ha ha.

 

Medium Budget

Saya dan Puji biasanya di level ini. Untuk menyiasati harga dive dan tiket pesawat yang sudah cukup mahal, kami memilih akomodasi yang per malamnya tidak lebih dari 300 ribu. Biasanya bahkan kami memilih yang harga 100 ribuan per malam.

Tak masalah tidak pake AC, nyamukan, dan kipas angin.

Cukup sedia autan dan tolak angin.

(berpantun)

 

Premium Budget

Nah ini.

Tidak banyak yang bisa diceritakan karena level kroco tak pernah mencapai taraf ini.

Coba silakan dibuka saja IGnya Hamish dan Raisa, yang mereka dive di Maldives, Raja Ampat, dan nginap di Resort keren.

Ya seperti itulah kira-kira deskripsinya.

 

Selanjutnya adalah trip bersama teman-teman. Untuk trip jenis ini, harus ada komandannya. Yang membuat itinerary, arrange segalanya, dan (berusaha) mengakomodir keinginan banyak orang.

Untuk komandan macam saya, biasanya yang manja2 selalu saya kasih pilihan dulu. Dengan asumsi kalau si manja setuju apalagi yang lain. Kan standar kenyamanannya beda.

Tapi terkadang ada si manja yang ketika disodorin alternatip bersikap pasrah.

“Terserah, aku ngikut aja”.

Hati-hati. Jangan terjebak dengan statement seperti itu. Ketika hari H dan ternyata doi rewel, bisa rusak pertemanan bertahun2.

Seperti kata pepatah, karena eek cicak setitik, rusaklah kolak sebaskom.

Untuk menghindari hal tersebut, PASTIKAN semua pihak setuju dengan itinerary yang kita buat.

 

Lalu ada trip bersama teman yang tidak suka air. Saya pernah ngetrip bersama sahabat saya, Inge, ke Bali. Berangkat bareng, tidur sekamar, tapi selama 2 hari tidak pernah bersama. Kok bisa?

Karena beliau adalah city girl yang tidak suka air dan suka berada di keramaian.

Saya menghabiskan day time untuk diving, Inge ke tempat2 eksotis. Malamnya saya tidur cepat karena lelah dan beliau menikmati nightlife daerah Kuta dan sekitarnya.

Kesannya egois. Tapi tidak. Justru dengan membiarkan masing2 dari kami melakukan apa yang disukai adalah bukti dari ketidak egoisan kami.

Apakah trip itu berkualitas? Tentu saja. Kami selalu menemukan waktu di antara aktifitas liburan kami yang berbeda itu, untuk bertukar cerita. Dan sepanjang perjalanan juga menjadi quality time tambahan bagi kami.

Tentu saja trip jenis ini sangat jarang dan tidak wajar. Akan lebih menyenangkan apabila kita bisa melakukan aktiftas bersama sepanjang trip.

(Bersambung)

tb2

Posted by: mbadeni | January 16, 2018

Me Back

Wah…

Sudah 10 tahun sejak saya nulis ya. Sudah lupa juga caranya nulis yang asik itu seperti apa. Membaca ulang tulisan saya kok rasanya…..aneh . HA HA HA

Ya sudahlah. Tak perlu banyak basi dengan curcol sepanjang masa, untuk tulisan pertama sejak masa nostalgia lalu, saya hendak berbagi cerita mengenai trip yang sudah saya lakukan dalam satu decade ini.

Bukan, ini bukan blog traveller. Ini blog yang ditulis kalau pas penulisnya lagi bosen, kebanyakan gabut, dan lagi mood ngobrol tapi gada lawannya .

*Ya iyalah, ini jam kerja!! Yang seumuran lagi pada cari duit, kali!

Dan mungkin juga para pembaca (pembacaaaaaa) yang dulunya rajin nyambangi blog saya udah pada minggat semua kali ya.

10 tahun gitu.

Tapi masih belum bisa ngalahin 14 purnamanya Rangga sih (mulai ngelantur).

Baiklah.

Untuk tulisan mendatang mungkin sedikit beda dengan sebelum2nya ya. Jadi buat yang heran kenapa gaya bicara saya berubah , yaaa karena sudah makin dewasalah. Masa 10 tahun begini2 doang.

Mostly mungkin akan ke review Buku yang sudah saya baca dan (anggap) menarik untuk dibahas. Menarik belum tentu bagus ya. Kadang ada yang saking absurd nya sampai ngga tega mau nerusin baca. Kasihan mata tua dan suami saya (Lho).

Topik lainnya mungkin akan ke Trip yang sudah saya kunjungi juga, ga jauh beda dengan tulisan sebelumnya (katanya beda. Labil nih penulisnya).

Oke.

Lanjut.

Posted by: mbadeni | October 21, 2010

Kesambet Cinta Laura

Judul yang menggugah.

Walaupun semestinya kata “kesambet” itu berlaku untuk jin iprit, dedemit atau sawan. Bukan untuk si cantik Cinta Laura Kiehl.

Hanya, akibat yang ditimbulkan sama dahsyatnya dengan jin iprit, lelembut, dan sawan. makanya saya berani mengusung judul berikut dengan resiko disabet penebah oleh mas-mas fans berat Cinta Laura yang sekarang ini sedang duduk manis di belakang kubikel saya..

Siapa yang tidak tahu Cinta Laura? Saya yakin anda semua pasti tahu. Tahu, bukan kenal. Dan saya juga tidak sok pede menyebut dia kenalan saya. Tapi jengah juga telinga ini kalau nama itu disebut lebih sering daripada nama kerabat, maupun nama saya sendiri. Di rumah pula, bukan di jalanan, angkot, atau di kantor.

Begitulah, penghuni rumah saya ada yang ngefans berat dengan makhluk cantik itu. Dan berhubung wajahnya lebih sering muncul di tipi daripada wajah saya (yang jujur belum pernah sekalipun muncul di tipi kecuali TVRI, dulu sekali pas acara pembukaan PORSENI SD, bersama sekitar seribu orang partisipan)maka wajar saja sebenarnya kalau si fans berat ini lebih sering menyebut namanya. Apalagi wajah saya bagai kuda kalau dibandingan dengan Cinta Laura, jadi lebih wajar lagi bagi si fans berat ini untuk lebih suka memelototi layar tipi daripada bermesraan menatap wajah horor saya.

Fans berat itu adalah Ramzy.

(postingan yang mestinya dipositing 16 Januari 2009..yaelah..lama banget yah….coba diposting ahhhh…

sebenernya ada lanjutannya sih, tapi karena sudah dibekukan oleh cairan otak kanan saya selama hampir 2 tahun, maka untuk nunggu mencairnya, lebih baik saya post dulu part 1 season 1 ini..)

Posted by: mbadeni | January 5, 2009

Urat Nadi Kehidupan

Siapakah itu? atau…apakah itu?

jawabannya akan berbeda jika ditanyakan pada personal yang berbeda juga. kepentingan yang berbeda tergantung tingkat essential-nya.

tukang bakso akan menjawab urat nadi hidupnya adalah sapi. karena bahan baku pentol bakso tidak lain adalah daging sapi (dengan banyak kanji, tentunya).

tukang parkir akan menjawab urat nadi hidupnya adalah semprit A.K.A peluit. karena kalo tidak disemprit, pengemudi kendaraan yang pura-pura budhek akan melindasnya dengan senang hati.

lain lagi bapak polisi kita yang terhormat. pistol adalah belahan jiwanya. baik untuk sekedar aksi menembak burung dan tokek, ataupun untuk menembak maling jemuran apes yang bergaya kabur ala gangster di depan bapak polisi terhormat ini.

mungkin jawaban anda akan beda dengan mereka. atau saya. atau bapak presiden, misalnya. tapi itu tak jadi soal. hanya kadar ke-eksisan “benda/makhluk” itu toh yang terpenting. tak tergantikan.

kalau saya sendiri, bagi saya yang paling penting adalah ramzy . dan karena ramzy saya masih 2,5 th, tentu dia butuh pengasuh. atau baby sitter sebutan untuk kalangan atas. berhubung gaji mbak ijah tidak mencapai standard UMR ke-baby sitter-an, maka saya tetap menyebut posisinya sebagai mbak ijah. bukan pembantu, babu atau pembokat, dia agak sedikit diatasnya walaupun bisa di multitasking-kan. Jadi posisinya tetaplah mbak ijah.

dan dialah urat nadi saya.

Pekerjaannya bisa dianggap lumayanlah. Tidak bisa dikatakan lebih, tapi setidaknya dia sudah mencapai kapasitas dan bisa diandalkan sebagai “mbak ijah”. Urusan mengasuh ramzy, bolehlah. urusan rumah tangga, okelah. tak ada masalah hanya sedikit perbaikan sana- sini untuk kesalahan sepele.

Berkat dia, saya bisa bekerja dengan tenang , ngeblog dengan tenang, maen facebook dengan gembira, tanpa harus pusing memikirkan urusah rumah yang ruwet dan bikin sembelit itu. Sesekali menelepon rumah, kontrol sedikit…dan segalanya berjalan lancar. Pulang kerja, hanya tinggal bermain dengan ramzy, dan tidur….Bangun pagi sudah ada sarapan dan mobil bersih mengkilap. tinggal santap sambil menikmati gossip di tipi..

ooww…benar-benar life in peace and harmony…

sampai petaka itu datang.

sampai libur panjang akhir tahun celaka itu datang.

mbak ijah minta cuti!!!!!

dengan alasan embahnya sakit-lah, mau mbangun WC-lah (selama ini keluarga mbak ijah kalau mau buang hajat harus menyabung nyawa berlari satu kilometer ke kali berarus deras, melewati rawa dan membelah gunung kapur!!! ini sungguhan, bukan hiperbola!!!)

OOoohhh…tak ingin dilaporkan Disnaker atas kerja rodi di bawah umur yang saya lakukan (fyi, mbak ijah saya masih belasan tahun)..dengan sangat amat terpaksa dan banyak syarat saya mengabulkan permintaan cutinya.

Setengah berharap embahnya yang tua itu jangan mati dulu, setidaknya untuk 10 tahun ini, agar mbak ijah cepat kembali dan tidak pulang-pulang lagi…

dan berharap banyak agar kalaupun pembangunan WC masuk desa itu tidak sukses setidaknya baguslah kalau sementara mereka dilanda sembelit agar tidak sering-sering maraton ke kali

Atau para pria di desa mereka terkena penyakit menular seksual, kebotakan dini, lemah syahwat, disfungsi ereksi, wasir, sehingga tidak ada kemungkinan mbak ijah kawin dalam waktu dekat…

Sungguh Doa yang Tercela….

Dan Tuhan menghukum saya dengan liburan yang sangat melelahkan baik lahir maupun bathin….

Dimulai dengan mengatasi si kecil ramzy yang ternyata tidak semanis wajahnya. Untuk menyuapkan sesendok nasi, saya harus mengejarnya keliling rumah, mengempitnya di paha dan menjejalkan makanan itu ke mulutnya (sungguh ibu yang tak becus). Ramzy membalas penyiksaan itu dengan menyemburkan semua nasi ke wajah saya. Hobinya mengunci diri di kamar, mengacak pakaian di lemari dan mengecat layar TV saya dengan krayon…

Walaupun akhirnya dia mau makan, itupun dengan membiarkannya ber-rollerblade dengan dua keping CD original saya…hiks.. RATM dan SOAD saya yang malang…

Kegiatan selanjutnya tak kalah menyebalkan. Akibat cuaca yang dingin, dengan penuh kasih sayang saya menyiapkan air hangat untuk mandi si kecil.

Balasannya : dia pipis tepat diatas bak air hangat.

Uti membelikan ramzy puzzle.

Balasannya : dia membuang bagian2nya ketika kami pulang naik mobil…Saya harus mengumpulkan sampai malam menyusuri jalan perumahan yang penuh dengan eek anjing. Belum lagi tragedi dikejar siberian husky raksasa yang nongkrong di ujung jalan.

Kami bingung setengah mati mencari si kecil yang ngambek akibat dilarang main tusuk pedang dengan penebah.

Ternyata : dia tidur nyenyak dalam lemari pakaian saya.

Dan setan malaikat kecil saya itu sudah tak mempan dengan berbagai hukuman. dari dicubit, dikunci di garasi yg gelap, dikurung di sarang kecoa, dia tidak menangis. sama sekali tidak.  saya sampai heran. Tapi sekalinya keinginan dia ditolak, menangisnya bisa berjam-jam. dari jeritan ala sinetron hidayah sampai tangisan india. aktingpun dilakukan dari pura-pura membenturkan kepala di dinding, sampai ancaman membanting gelas-piring-pecah belah yang bisa dia gapai.

Teror liburan tidak berakhir di ramzy. Cucian yg menumpuk, setrikaan, rumah berantakan adalah pemandangan sekaligus pekerjaan saya sehari-hari. Belum layanan supir yang saya berikan pada famili yang berlibur di rumah. Nonstop drive from 7 am till 11 pm!!!!Habis itu masih harus mencuci piring-baju, menyapu dan menidurkan jagoan kecil saya itu.

Sungguh saya merindukan mbak ijah

Sungguh boyok saya lepas dari persendian..

SMS berikutnya dari mbak ijah benar-benar membuat boyok saya melorot sampai kaki.

“Ma,mbak ijah belum bisa mbalik. ini mencret ndak sembuh-sembuh”

Ternyata Tuhan memutarbalikkan doa saya dari wabah sembelit menjadi wabah mencret.

BAGUSSSS!!!!!!

oleh-oleh liburan....

oleh-oleh liburan….

Posted by: mbadeni | December 30, 2008

Ketika Tuhan ikut campur

Bukankah mestinya memang begitu? Semua aspek kehidupan baik manusia, hewan maupun penghijau bumi kita tumbuhan itu semua adalah bentuk campur tangan Tuhan?

Kadang kita baru terasa hidup kita dicampurtangani Tuhan ketika sesuatu sudah berjalan tidak semestinya. Atau tidak pas dengan keinginan kita. Atau sebenernya memang pas hanya kita saja yang tidak sadar…

 

Begitulah…saya jarang nulis…baru sekarang ngeblog lagi..

Kurang lebih juga karena mood buruk yang diakibatkan permainan nasib yang aneh bin ajaib (versi saya).

 

Saya adalah arsitek. Semua hal serba terencana. Sebelum ada rumah pastilah ada pondasi..diawal semua itu harus ada master plan terlebih dahulu, kunci terpenting menentukan berhasil dan indahnya atau tidak wujud akhir dari sebuah rumah…

Saya adalah sanguinis sejati…yang tahunya hal-hal impact. Malas berencana tapi maunya sukses,hepi end dan tak ada yang meleset…

Kombinasi dari keduanya menghasilkan grand planning amburadul yang pastinya penuh dengan coba-coba dan area safety zone. Percobaan analisis yang buruk, keraguan untuk hal baru, dan hasil akhirnya adalah NOTHING..

 

Saya sangat senang bermain. Kadangkala obyek mainan adalah hidup saya sendiri. Begitulah caranya agar tidak bosan dan terus-menerus mengeluh atas sesuatu hal yang tidak pas dalam hidup saya. Karena dalam sebuah permainan ada yang menang dan kalah. Tidak boleh menangis atau menyumpah apalagi membunuh orang…harus legowo

Mungkin dalam hal ini bolehlah saya ibaratkan Tuhan sebagai wasit. Yang berhak nyempriitt ketika saya melanggar batas, berbuat curang dan mengalami kekalahan. Yang berhak juga mengalungkan medali emas ketika kemenangan itu saya raih…

 

Obsesi kadang mengalahkan segalanya. Perjalanan ¾ permainan yang mulus membuat saya takabur. Merasa tahu bahwa sayalah yang akan dikalungi medali emas. Bahwa permainan akan segera berhenti ¼ jalan lagi. Bahwa apa yang selama ini saya inginkan akan tercapai.

Dan tertawa sombonglah saya. HUAHAHAHAHA…..

Dan teman kerabat sanak saudara ikut tertawa atas hasil akhir yang kasat mata sudah pasti akan saya menangkan itu. Tertawa bersama berarti akan ada euforia bersama bukan? Kaum sosialita seperti kami sangat hobi bersenang-senang, menghamburkn uang dalam dunia hedonisme atas suatu hal yang sebenarnya kami tidak peduli kebahagiaan siapa yang penting dimana ada pesta disitulah kami berada!!!!

Sekelompok sanguinis berkedok kaum intelektual, itulah kami.

 

Ada hari dimana Ramzy, malaikat kecil saya yang berusia 2,5 tahun, terlalu banyak tertawa. Banyak bercanda . Terlalu bahagia.

Maka pada hari yang sama dia akan mengalami kesedihan dengan porsi yang sama. Banyak menangis, banyak teguran dan kesedihan yang berlarut-larut.

Berbanding terbalik dengan apa yang terjadi sebelumnya.

 

Itulah yang terjadi pada saya.

Hari dimana saya sangat yakin akan suatu hal, adalah hari dimana Tuhan membanting terbalik kenyataan itu di depan saya.

Dan saya tak bisa protes

Tak bisa menangis

Hanya tertawa frustasi

Karena Dia wasitnya

And i’m juz a loser….

Posted by: mbadeni | November 10, 2008

Cintailah seseorang dari jempol kakinya

Sungguh!! Kalau ilmu ini saya dapat sebelum menikah, mungkin lain ceritanya. Mungkin Ramzy saya akan menjadi Joko atau Bambang atau seseorang dengan marga Nasution atau Made anu, tidak tahulah…

Payahnya, pengetahuan tak terduga yang menurut beberapa teman “ndak mutu” ini justru saya dapat dari suami saya, seseorang yang tidak bakal saya nikahi kalau otak gila saya menuruti primbon struktur bentuk jari-jari kaki yang entah bersumber dari jin mana.

Bermula dari pembicaraan pembunuh waktu yang berlangsung antara saya dan suami, akhirnya menjadi sesuatu yang membunuh hati saya seketika. Bojo dengan polosnya nyeletuk hal yang nggak penting ..

B- untuk Bojo : “Mah…sori sebelumnya ya…uhmm..kayaknya kita nggak bakal bisa kaya deh..”

S- untuk Saya : “Lha knapa? wong kita sama-sama kerja, kok kamu pesimis? dibenci Tuhan loh!!!”

B- untuk Bojo : Soalnya Jempol kakiku lebih panjang dari telunjuknya…

S- untuk saya :—-siiingg— ( ..hening dan sepi…tampang datar yang semakin menampakkan kebodohan seorang saya yang shock berat mendengar jawaban ndak mutu jauh dari jangkauan nalar yang sekali lagi…lagi sekali lagi sekali lagi lagi sekali merasa apes betul harus nganggur sesorean sehingga pembicaraan ini terjadi…)

B- untuk bojo : ( tanpa merasakan aura negatif dari saya )…bener lho mah. itu juga kata mbahnya mamah (mertua, author)…Orang yang jempol kakinya lebih panjang dari telunjuk hidupnya nggak bakal bisa kaya, yah…sederhana gitu deh. Sementara orang yang jempol kakinya lebih pendek dari telunjuk, nhaaaa itu dia bakal jadi sukses dan banyak duit!!

S- untuk saya : (diam-diam mengamati jempol kaki sendiri yang Terima kasih Tuhan telah Engkau panjangkan sehingga saya tidak akan bisa kaya!!!!)

B- untuk Bojo : (melirik kejam penuh kemenangan ke arah jempol kaki saya) Aku sudah tahu kok jempol kaki mama juga bukan bawaan orang kaya, dari sebelum kita nikah. Beda sama punya Mama Papamu, coba kamu perhatikan, jempol mereka semua lebih pendek dari telunjuknya… Ya..makanya wajar mereka bisa sukses sekarang ini…

S- untuk saya : ( menoleh tak percaya, bojoku ini sempet-sempetnya mencuri waktu memata-matai jempol kaki orang tuaku!!!! doesn’t make sense!!! )

B- untuk bojo : ( berdiri dan berlalu tanpa merasa berdosa telah menyiksa batinku akan masa depan yang suram ) Tapi tenang aja kok mah….jempolnya Ramzy nurun dari uti-kung nya ( orang tua saya ). Sabar ya, nunggu Ramzy besar nanti pasti bisa kaya..

S- untuk saya : ( Ramzy kaya juga belum tentu saya masih hidup!!! menurut takdir jempol kaki kan mestinya kekayaan itu tidak akan bisa saya nikmati!!! Hahhh!!!!)

Setelah itu hari-hari saya dihantui oleh jempol kaki. Saya merasa seperti Jim Carey dengan number 23-nya. Di kantor, di jalan, di mall, di kamar mandi, bahkan waktu tidurpun saya dikejar jempol kaki raksasa bermata seribu dalam mimpi. Setiap bertemu entah manusia atau anjing kucing saya selalu melirik telapak kaki mereka. Saya selalu melongok dari jendela mobil hanya untuk memastikan apakah pengendara sepeda motor di samping saya punya jempol kaki yang lebih pendek dari telunjuknya. Apakah tukang sapu kuning pinggir jalan juga begitu. Apakah tukang becak juga begitu. Apakah Pak Polisi yang menilang saya karena salah jalur akibat terobsesi dengan pengendara motor berjempol kaki pendek juga begitu. Setengah berharap saya punya mata X-ray sehingga bisa menembus sepatu tebal Bapak Polisi yang terhormat. Bahkan saya rela berdiri awal di waktu sholat jamaah di mesjid agar bisa mengawasi jempol kaki para jamaah yang lewat. Hal ini pasti akan saya lakukan sampai mati kalau takmir masjid tidak curiga dengan perilaku ajaib saya yang betah nongkrong memelototi kaki jamaah pria.

Sahabat dan teman saya mulai terganggu dengan perilaku ini. Karena setiap bertemu pasti saya memaksa mereka untuk melepas sepatu dan menunjukkan jempol kaki. Dengan menahan diri saya selalu melihat tajam ke arah sepatu mahal klien kami. Yang ada saya dianggap matre karena dikira naksir sepatunya. Bos sampai sebal karena sepanjang meeting yang saya lakukan hanya memandangi sepatunya dan berharap beliau gatal kaki sehingga mengeluarkan jari-jari kakinya untuk digaruk.

Perburuan saya membuahkan hasil. Entah suami saya dan nenek buyutnya memang sakti, atau Tuhan ingin refreshing dan main-main dengan tragedi jempol kaki ini, tapi survey membuktikan bahwa HAMPIR semua teman / manusia/ anjing & kucing yang makmur jempol kakinya lebih pendek dari telunjuk!!! Walau saya tidak tahu pasti yang mana telunjuk anjing tapi ujung jari kaki mereka (yang berarti jempol) lebih pendek. Jadi analisa saya ini bisa sepenuhnya akurat. Bahkan kalau dunia internasional tahu pasti saya akan mendapat nobel di bidang sains dan mendapat dukungan penuh untuk analisis lebih lanjut menggunakan metoda sampling atau random atau bahasa apapun yang rumit itulah…

Bahkan mungkin saya mendapat nobel sekaligus di bidang kedokteran untuk rekayasa genetika struktur jempol kaki karena mbah buyut suami belum mematenkan penemuan ini. Tentu saya akan membalas jasa beliau dengan membuatkan nisan pualam, tapi itu nantilah…yang penting saya harus meneliti fenomena jempol kaki ini lebih dalam terlebih dahulu.

Saya bangga terhadap diri sendiri karena punya ide cemerlang untuk membuat orang miskin terangkat derajatnya. Bagaimana kalau diadakan operasi plastik massal memotong jempol kaki sehingga nasib mereka bisa makmur selanjutnya. Jadi tak ada orang miskin, tak ada kriminalitas, dan nobel perdamaian terbentang di depan mata…. Whatta great idea!!!

Teror jempol kaki ini berakhir ketika suami saya menemukan manusia ajaib tukang bermain nasib lain lagi yang meramalkan bahwa dia akan sukses di usia 30-an. Dan peramal ini sepenuhnya dipercaya penduduk desa (mertua) sebagai pembawa wangsit karena banyak celetukannya yang terbukti benar. Gawat, kalau manusia ini go public, teori jempol kaki akan terbantahkan. Mungkin Tuhan sudah puas tertawa dengan kekonyolan yang saya lakukan dan membanting kembali khayalan nobel menjadi realita yang menyedihkan. Dan akhirnya saya menyerah…

Setidaknya…pengalaman jempol kaki ini cukup mengasyikkan, dan anda bisa mengecek apakah jempol kaki anda pendek atau panjang… Kalau jempol kaki anda lebih panjang dari telunjuk dan anda tidak sukses, jangan sedih, mungkin anda adalah seorang yang kaya hati, seperti Laki-laki berjempol kaki panjang yang sudah bersama saya selama 3 tahun ini….

This morning i searched my wallet

It was almost empty

Then I checked my pockets

I found a few coins

Then i searched my heart and found you

And I realized how rich I really am…

( Patrick J Mc Cormick)

  

Posted by: mbadeni | October 31, 2008

email dari teman…tolong dibaca dan direnungkan…

Sore ini saya dapat email dari teman sesama support di kantor saya, yang mana dia juga mendapatkan email ini dari temannya teman temannya sodara bapaknya (mungkin)????

bukan, ini bukan email menyebalkan yang dihiasi dengan embel2 “sebarkan kepada minimal 20 orang atau dalam 7 hari anda akan tumbuh jamur di kepala..”  ditimpa musibah, masuk sumur, ketabrak sepur ataupun dicium orang gila….

Mana mungkin saya menjerumuskan teman-teman tercinta yang sudah meluangkan waktu membaca blog saya??? nggak-lah..

email ini hanya email forward-an biasa, yang menurut saya sangat informatif sekali. khususnya di jaman edan seperti ini…tolong dibaca, diresapi dan…disebarkan…tapi tanpa paksaan lho!!!! apalah saya, hanya manusia biasa yang tidak bisa mengutuk atau memberi rejeki manusia lain. saya hanya bisa berdoa semoga bulu hidung anda tidak tambah panjang…

amin…

berikut email forward-an tsb:

—– Original Message —–
Sent: Friday, October 31, 2008 1:17 PM
Subject: FW: Peganglah Cash & Bikinlah Deposito….
— On Fri, 10/31/08, DOANA WIDHI <doana_kw@yahoo.com> wrote:

From: DOANA WIDHI <doana_kw@yahoo.com>
Subject: FW: Peganglah Cash & Bikinlah Deposito….
To: “dimas ardiyanto” <deemgold79@yahoo.com>, “yohana arum” <harminingtyas@yahoo.com>, “agus k’ceng” <agus_aero1978@yahoo.co.id>
Date: Friday, October 31, 2008, 5:19 AM

— On Thu, 10/30/08, Katarina K <nanes27@yahoo.com> wrote:

From: Katarina K <nanes27@yahoo.com>
Subject: FW: Peganglah Cash & Bikinlah Deposito….
To: Undisclosed-Recipient@yahoo.com
Date: Thursday, October 30, 2008, 8:33 PM

Teman2, agak serius dikit ya. Sebetulnya ini agak telat, tapi sorry karena pikiranku kesita banget ama kerjaan. Barusan aja aku kepikiran untuk share ama kalian di milist ini. Aku sendiri juga kelimpungan jawab pertanyaan dari orang2 soal ini. Ini bukan nakut2in tapi kenyataan dan aku nulis ini supaya kalian tahu apa yang harus dilakukan. Aku kerja di bidang investasi dan keuangan dan aku dah tahu duluan tentang hal ini. Aku dah tahu dan ngerasain krisis ini dari awal tahun tapi kan belum ngefek ke real sector, berhubung sekarang udah menjalar dan kalian akan segera merasakannya maka aku tulis ini. Krisis ini bisa lebih buruk dari krisis 98, tapi kondisi ekonomi kita lebih kuat sekarang. Krisis yang sekarang asalnya dari luar bukan dari dalam negeri. So, aku minta kalian benar2 baca tulisan aku ampe selesai. Terserah kalian akan ikutin atau tidak, yang jelas aku punya license nasional dan pemahaman yang membuat tulisan aku di bawah ini suatu penjelasan dan saran yang bisa diikuti, bukan nakut2in. Bila ada pertanyaan bisa menghubungi aku di 08111834945, free of charge. Ini juga bukan iklan, gue ngga butuh. Please feel free. Tapi please jangan marah kalo gue ngga jawab karena kantor juga kacau abis.

Singkatnya gini deh:

Kondisi ekonomi:

1. Krisis keuangan di AS sangat sangat sangat parah. Tidak ada yang selamat. Ini sistem yang hancur.

2. Krisis itu telah menjalar ke seluruh dunia, sekali lagi tidak ada yang selamat. Kalo ada rumor yang mengatakan bahwa negara ini bakal kuat, bakal jadi pemimpin, jangan percaya.

3. Banyak negara sudah memasuki masa resesi, seperti Inggris dan Singapur. Sebenarnya banyak sekali negara sudah masuk resesi tapi secara definisi belum karena dalam definisi ekonomi suatu negara dinyatakan resesi bila pertumbuhan ekonominyanegatif 2 kuartal berturut2. Jadi yang tinggal di Singapore , Inggris dan US benar2 harus melakukan perubahan cara hidup mulai sekarang.

4. Krisis ekonomi sudah menjalar ke sektor real artinya akan kita rasakan. Sekarang sebenarnya sudah tapi tidak banyak orang awam yang benar2 sadar dampaknya. Ekspor kita sudah melambat, harga2 komoditas kita sudah jatuh, eksportir2 kita sudah memecati karyawan, impor ilegal sudah masuk. Pertumbuhan ekonomi kita bisa negatif.

5. Sektor2 yang paling dulu terkena imbasnya adalah properti, manufaktur, pertambangan, perkebunan.. …sebenarnya sekarang udah terasa. Jadi tahun depan jangan harapkan perusahaan kalian kasi bonus besar lagi atau kasi kenaikan gaji tinggi lagi,

Artinya : Semua orang, semua negara sedang dalam perang memperebutkan cash. Siapa yang punya cash nantinya punya kemampuan lebih untuk bertahan

Saran dari aku:

1. Gaji dan semua income jangan dibelikan investasi lagi. PEGANG CASH. Buat kalian yang pas2an sekali, aku saranin, akumulasi cash dalam bentuk hard cash yaitu rekening tabungan (yang bisa ditarik dengan ATM). So, gaji masuk jangan belanja apa2.

2. Barang2 tertier terutama yang bakal dibeli pake kredit nanti dulu deh, pegang cash dulu. Barang2 akan mahal, susu anak mahal…so, pegang cash.

3. Bila kalian dengar harga emas naik dan sebagainya, jangan tergiur. Emas memang naik, tapi sangat volatile. Contoh temanku, beli emas, niatnya mau jualan,….eh telat, sekarang turun lagi. Lagian percaya deh, sulit jualnya karena semua orang dalam kondisi pengin jualan. Kalian bisa beli kemungkinan besar susah jualnya

4.Investasi tunda dulu deh. Kalo memang ada duit lebih deposito saat ini yang paling cocok, itu juga near to cash walaupun ada jatuh temponya. Nah untuk deposito aku saranin:

4.a. Masukkan ke bank yang aman, buat kalian aku sarankan kalo bisa bank pemerintah.

4.b Bunga penjaminan pemerintah hanya 10%. Artinya bila deposito kalian mendapat bunga di atas 10% maka uang kalian tidak akan dijamin oleh pemerintah. Bila, bank itu kolaps, maka uang kalian bisa saja hilang….lang lang. Terus nominal yang diganti hanya maksimal 2 M. Mungkin kalian tidak ada yang punya sebanyak itu tapi informasi ini bisa dishare ke bokap atau nyokap.

5. Jangan panik lalu ikut2an beli emas atau dollar. Dollar justru tinggi2nya. Udah Rp 10,000 an. Dollar yang tinggi ini karena investor asing menarik uangnya dari Indonesia , mereka kan butuh dollar supaya bisa dibawa ke negara mereka. Jadi bukan karena kondisi ekonomi kita yang jelek.

Rumor:

1. Ekonomi Indonesia kuat, jauh lebih kuat daripada Singapore bahkan. Singapore sudah masuk resesi, 2 kuartal berturut2 -6%. Indonesia masih tumbuh 6%. Bila ada rumor yang mengatakan bahwa krisis kali ini disebabkan oleh pemerintah kita yang payah jangan percaya. Tim ekonomi kita sekarang ini tangguh. Cara mereka menanggulangi krisis sudah on track. BI mungkin membuat kebijakan yang mengejutkan tapi Menkeu tidak. I am objective di sini karena aku pelaku pasar bukan orang politik.

2. Jadi, bila ada rumor yang mengajak kalian menggulingkan pemerintah sekarang seperti zaman Soeharto, jangan terpancing.

3. Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan cadangan devisa kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu hutang luar negeri kita 100% dan cadangan devisa kita nol. Saat ini kita juga tidak ada hubungan lagi dengan IMF. Semua hutang kita itu independent.

Tindakan:

1. Selain menyediakan cash untuk keperluan kita dan keluarga, mulai sekarang belilah dan pakailah produk dalam negeri. Aku ngga sok idealis, ini ada logikanya. Logikanya gini. Sekarang semua negara butuh cash, istilahnya ngga ada yang beli dagangan mereka, semua negara maunya jualan produk mereka supaya dapat cash. Nah, ngapain coba kita ngasih rakyat negara lain pendapatan dengan membeli produk2 mereka? Rugi amat. So, pake semua produk lokal. Kita mulai dari diri kita sendiri. Belanja ke Singapore nya ntar dulu. Travelling ke Phuket nya ntar dulu. Beneran….

2. Produk impor yang menggiurkan sudah masuk menyerbu ke Indonesia . Itu sebenarnya dagangan negara2 lain yang tidak laku di USA karena USA dan negara2 kaya dan maju sudah bangkrut sehingga ngga minat lagi. Harga barang2 itu murah tapi sekali lagi, ngapain kasi makan negara lain sementara negara2 itu sudah tidak punya kapasitas lagi kasih makan kita. Ini bukan kondisi normal lagi ketika perdagangan antar negara terjadi karena saling membutuhkan, ini sih negara yang jualan udah ngga bisa timbal balik beli barang kita. Dong kan ? Lagian ati2, mereka masuk dengan barang2 palsu kaya telur palsu dari bahan kimia.Yang sudah masuk sih barang2 dari China karena ekspor mereka tidak terserap oleh US makanya dibuang ke Asia . Dan ingat walaupun ekonomi China masih tumbuh 10% dan cadangan valas merekan terbesar di dunia, duit mereka juga sudah banyak ketanam di AS sehingga mereka juga merasakan dampak krisis ini.

3. Sekarang udah ngga pada kondisinya deh ngributin masalah politik dan ideologi, so jangan terpancing.. …amakan dulu perut.

Investasi;

1. Bagi kalian yang punya reksadana di saham, kalo nilai investasi kalian sudah di bawah 50%, biarkan saja, jangan dijual karena kalo kalian jual maka uang kalian benar2 akan tinggal dikit. Biarkan saja nanti balik lagi…tapi kali ini memang lama….minimal 2 tahun bahkan lebih. Sekali lagi ini krisis yang sangat besar, terbesar sepanjang masa ekonomi dunia modern.

2. jangan beli asuransi dengan link lagi. Bila ada asuransi dengan link di dalamnya aku jamin hasil investasi kalian kecil sekali. Kalo belum lama belinya tanya ke agennya bisa tidak diswitch ke murni asuransi.

3. Kalo memang ada duit lebih, masukkan saja ke deposito. Sekarang yieldnya lagi tinggi tapi ingat penjelasan ku tentang deposito di atas.

+++unquote+++

Posted by: mbadeni | October 28, 2008

Tabiat Paman Gober

tiba-tiba saya jadi materialistis. berpikir tentang uang.

Hey, siapa sih yang tidak butuh uang? sekarang ini uang hakikatnya seperti udara. orang bisa mati kalau tidak punya uang. tidak bisa beli beras atau seikat bayam untuk lauk pauk… kalau bisa bertahan hidup seperti suzanna dengan makan bunga-bungaan sih, bagus. tapi tidak pernah saya baca dalam buku biologi manapun kalau bunga-bungaan bisa menghilangkan rasa lapar dalam waktu lama … yang ada tubuh kita bau wangi dan bisa dikira sundel bolong kalau jalan malam-malam. apesnya kalau ada orang yang (lagi-lagi) terobsesi dengan uang dan “mencucuk” kepala kita dengan paku .

Kalimat paling atas kok kesannya saya seperti orang yang tidak butuh uang, atau selama ini hidup ala manusia purba dengan menangkap ayam tetangga dan minum dari air hujan….Bukan, bukan..uang bagi saya, sama seperti manusia kebanyakan, adalah hal primer.

Hanya…akhir-akhir ini saja, mengikuti fenomena yang terjadi, bukan tentang ekonomi Amerika yang sedang kolaps (have no business w/ dat) atau kebijakan BI yg menaikkan suku bunga untuk menggaji pegawai baru yang sedang mereka rekrut (dendam pribadi karena tidak lolos tes terakhir).

Ini adalah fenomena terdekat , sedekat bau ketiak atau bulu hidung, yang menempel di keseharian saya. yang terjadi tanpa diduga atau terpikirkan, hanya pikiran bolot dari ruang kosong sempit di kepala saya. dan ajakan makan siang yang tak terencana.

Pernahkah anda berpikir bahwa semakin banyak uang, anda akan semakin pelit? saya tidak pernah berpikir begitu, mungkin karena saya tidak pernah punya banyak uang. tetapi hal itu menjadi terpikir setelah melihat rekan yang sedang banyak uang. dan langsung merasa melakukannya setelah melihat rekening bank saya.

pernahkah anda merasa “eman” apabila melihat angka bulat di buku tabungan? misal, tabungan fulan 1.000.000. pasti fulan akan berusaha agar 6 digit telur itu pecah menjadi angka besar tanpa mengurangi digit 1 di depan. secara otomatis fulan akan jadi setengah mati pelit demi mempertahankan angka bulat tersebut. lalu dia harus dan mau tidak mau harus bayar rekening listrik atau rumahnya akan dipenuhi anak jin pecinta kegelapan. maka digit tersebut akan berubah menjadi 5 digit yang menyedihkan. dan tiba-tiba fulan menjadi tidak pelit lagi karena apa yang dipertahankannya sudah berguguran.

–teori ajaib dari hipotesa ahli ekonomi ngawur macam saya–

sejujurnya, itulah yang terjadi pada saya.  ketika rekening bank saya menyajikan angka cantik yang fantastis, saya akan jadi luar biasa pelit. ketika angka tersebut berkurang karena suatu hal, saya menjadi luar biasa boros. mungkin manifestasi dari rasa frustasi atau pembelaan diri akan sikap hedonisme. Begitulah, semakin kaya semakin pelit, semakin miskin semakin royal. Saya jadi paham kenapa Tuhan tidak mengutuk saya jadi kaya. Karena DIA ngeri akan apa yg saya lakukan demi melindungi kekayaan itu. Mungkin DIA akan jengah melihat saya kelon dengan uang sepanjang waktu. Seperti Paman Gober yang hobi berenang dalam Gudang uangnya tanpa benjol di kepala.

Dan perilaku orang kaya yang pelit ternyata tidak hanya dalam sinetron.

Beberapa waktu yang lalu saya diajak makan siang oleh teman lama. Dijemput dengan mobil jerman super mewahnya, saya hanya bisa melongo kagum dan berusaha agar keringat di pantat tidak menempel di jok kulitnya. Kami makan di restoran dan ngobrol sana sini tidak karuan, yang penting hepi!!! Bill datang, sudah pasti bukan saya yang bayar!!! (nggak bisa bayar kok bangga!!!). Ketika kami akan pulang, teman saya meninggalkan uang 5 ribuan sebagai tip untuk mbak pramusaji yang sudah sabar meladeni kecerewetan kami berdua. saya sudah melenggang saja ( perut kenyang, hati senang, gratis pula!!!! ), lalu tiba-tiba teman saya berhenti mendadak, berpikir sejenak dan mengganti uang tips tadi. Saya langsung bangga kepadanya untuk royalitas yang mulia demi sebentuk uang tips yg mungkin digantinya dengan selembar uang 10 ribuan…..atau 20 ribuan…atau….

…………

T_T

dua lembar uang seribuan yang menyedihkan, lusuh dan penuh tulisan nomer hape entah preman atau mucikari mana yang mencari mangsa…

Begitulah. Mbak pramusaji malang hanya mendapatkan tips 2 ribu. bonus nomer hape.

Sebulan yang lalu saya dapat ajakan makan siang lagi dari rekanan kantor yang merasa puas dengan pekerjaan saya. Di tengah suhu Surabaya (45 derajat celcius) yang mendekati Gurun Gobi , saya masih bisa duduk nyaman dalam mobil jepang super mewah yang sejuk. Bapak ini memiliki laci khusus di mobilnya yang penuh uang receh 500-an dan seribuan (bersih, tanpa nomer hp). Ketika kami berhenti di lampu merah, tiba-tiba ada anak kecil kurus hitam yang membersihkan kaca depan mobil kami dengan kemoceng. Saya sering menerima perlakuan tak terduga seperti itu, dan berakhir dengan sekeping uang 500-an. Saya langsung melirik laci gudang uang paman gober mini itu, berpikir bahwa akan ada sekeping logam atau selembar kertas yang berpindah tangan.

“Nggak, Nggak!!!”

Bapak rekanan yang terhormat itu menolak si anak kemoceng dengan kejam. Lagaknya seperti mengusir lalat gendut penyebab muntaber.

Saya langsung balas dendam dengan memesan makanan yang mahal-mahal, plus hidangan penutup dan pembuka yang paling mahal. Beliau melongo melihat hidangan di depan saya. Bukan lantaran harganya tapi banyaknya yang menurut akal sehatnya tak bakal masuk lambung mini saya….

Sempat heran dengan perilaku mereka, orang kaya itu. Saya yang bukan orang kaya saja tidak menjadi miskin mendadak hanya dengan memberikan sekeping 500 rupiah pada anak kemoceng tersebut, atau tips 5 ribu untuk mbak pramusaji berwajah sendu, atau untuk hal-hal lain yang melibatkan hati nurani.

Entahlah, bingung saya.

Mungkin untuk anda yang berminat mengajak saya makan siang, sediakan uang receh untuk sekedar menyenangkan mata saya melihat anda berderma…

Dan terima kasih Tuhan untuk menjadikan kami manusia yang cukup materi, sehingga kami tidak perlu menyisihkan sepetak ruang dalam otak untuk memikirkan kekayaan yang tidak akan kami bawa mati…

Omong-omong, sekarang akhir bulan….gajian masih lama…..tapi saya sudah sok menulis seperti ini…

Hahahahah!!! (tawa frustasi akhir bulan)

Older Posts »

Categories