Posted by: mbadeni | September 3, 2008

Perjalanan Dinas with Love

Jangan syak wasangka dengan judul diatas. Jangan dikira saya Dinas luar kota dengan Bos trus kami sekamar dan bercinta dengan HOT. Yang benar adalah, kami memang sekamar, karena beliau perempuan. Dan kami tidak bercinta karena kami bukaan lesbian dan masih sangat tergoda dengan laki-laki bau merang.

Seringkali pekerjaan saya mengharuskan untuk bepergian, tidak hanya keluar kantor tapi juga keluar kota dan pulau (Bos, saya sangat ingin keluar negri!!!). Di kantor saya dahulu, saya seperti manekin pajangan alias ngga boleh keluar kantor. Kalau ada yg ingin meminta jasa kami silakan bertandang ke kantor . Mereka pun boleh memilih, mau ditemani oleh siapa. Hmmm…deskripsi yg menyesatkan berkonotasi tempat memajang manekin cantik-hidup di gang-gang suatu tempat Surabaya Barat.

Bukan, pekerjaan saya bukan dalam bentuk jasa yang mengencangkan otot paha dan urat leher tersebut. Eman-eman sekolahku. Eman-eman duit wong tuwo-ku. Apa yang saya lakukan masih berhubungan erat dengan ijasah Sarjana Teknik Arsitektur yang saya miliki. Yups, urusan memperbaiki tampilan ruang atau bahasa kerennya desain interior. Cuman yang dulu musti ngendon di kantor, yang sekarang ini justru musti keluyuran.

Karena saya anak kalong (sempat diadopsi sebentar oleh keluarga kalong langit) maka keluyuran adalah – bahasa inggrisnya- my middle name. Sophia Roosma Keluyuran Hardeny. Kebutuhan premier setelah makan. Nggak pake bajupun ngga masalah asal masi bisa keluyuran. Sejak umur 3 th sudah minggat dan ngeluyur nggak jelas di got2 pinggir jalan. Setelah dewasa semakin menjadi. Keluyuran ngga hanya di tempet tikus beranak, tapi juga tempat jin buang hajat. Ijin kadang saya acuhkan. Karena seperti tipikal ibu2 yg punya anak perempuan di seluruh dunia ini, sangat tidak mungkin mendapatkan restu ibu apabila saya meminta ijin untuk mendaki gunung bersama gerombolan laki2 yang juga tidak jelas bentuk dan rupanya itu.Tetapi aneh bila saya meminta ijin untuk “nge-mall” bersama manusia2 hedon ciptaan jaman, ibu saya langsung mentransfer rupiah berlebih dengan tujuan bentuk saya bisa di make over menjelma menjadi separuhnya saja dari wanita2 asal venus tersebut. Makhluk yang justru membuat orang tua saya bisa bangkrut lebih cepat daripada gerombolan pria tak pernah mandi itu. Kadangkala saya tak mengerti pola pikir orangtua saya…

Kembali ke Perjalanan Dinas. Pepatah bilang, “Cintailah pekerjaanmu maka kau akan merasa nyaman menjalankannya”. Karena sangat tidak mungkin untuk mencintai Bos saya, maka dengan senang hati saya berusaha untuk mencintai pekerjaan saya. Untuk urusan ini, Perjalanan Dinasnya. Merambah Pulau Jawa atau menyusuri Pulau2 di Timur Indonesia, menjadi agenda bulanan bahkan mingguan saya. Walaupun sangat jarang kesempatan untuk bisa bertamasya keliling pulau, atau foto2 di tempat wisata, perasaan saya sudah sangat senang “hanya” dengan menginjakkan kaki di tempat lain tersebut.

Mungkin sudah puluhan kali saya menginjak Makassar. Tapi hanya di Bandaranya saja untuk kebutuhan transit. Itu saja sudah membuat saya merasa pernah ke kota Makassar. Begitulah.

Terakhir saya pergi jauh adalah ke sebuah pulau di Maluku Utara. Beruntung saya menemukan teman2 yang mau mengantar saya keliling pulau dan mengabadikan sejumlah view. Mungkin beberapa foto sudah pernah dilihat di Friendster. Dan beberapa foto saya comot dari filenya bangpay tanpa ijin (bangpay, nyuwun…..). Hanya ingin mengungkapkan keindahan suatu tempat yang terabaikan pembangunan dan pilkadanya oleh pemerintah…

Kami berangkat keliling Pulau Ternate jam 1 siang, tepat setelah saya menyelesaikan presentasi dan membuat Guide gratisan saya menunggu cukup sabar. Menyenangkan sekali melihat pemandangan yang sangat beda dari keseharian saya di surabaya. Disini yang kita lihat tidak melulu rumah tapi Laut dan gunung di sisi satunya. Sepertinya kami terus menanjak, sampai akhirnya berhenti di Danau Ngade untuk memuaskan hasrat kantung kemih kami. Danau yg konon ada buaya putihnya dan dahulu kala bekas pemukiman suku beraliran sesat (tx Mr T for d informasinya). Menurut cerita para guide, gravitasi disitu sangat kuat sehingga pernah ada helikopter yang tersedot masuk ke dalamnya. dan banyak cerita mistis lain yang tidak ingin saya bahas disini. Nanti blog saya jadi ajang klenik dan perdukunan. saya tidak mau itu.

Perjalanan berlanjut menuju pantai Sulamadha, makan pisang goreng khas setempat yg dicocol dengan sambal. Sewa perahu di tempat itu 50 rebu dan hanya sampai di teluk hall. Mahallll….Untuk berjalan kaki menuju teluk tersebut membutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan landscape yang naik turun. Tidak disarankan memakai hak tinggi pada kondisi ini. Bisa ter”plecuk” dan kalo beruntung tidak masuk jurang.

Sewa perahu di teluk hall lebih murah.  20 Rebu satu jam dan mendayung sendiri alias bisa tidaknya kita kembali tergantung kemampuan mendayung dan membaca arah angin karena kalo terseret bisa2 kita sampai manado dan masuk koran kolom dukacita. Tukang Perahu tetap untung dengan menagihkan ongkos perahu ke ahli waris kita. Begitulah akhirnya kami berusaha dengan otot lengan bisep untuk bisa kembali tepat waktu dan berbadan utuh.

Kelelahan akibat mendayung bebas liar memutuskan kami untuk kembali ke kota dan bersantap petang. Sop Saudara menjadi pilihan kami. Selain rasanya sedap untuk ukuran pulau yg minim makanan enak, harganya juga tidak semahal kepiting kenari. Huahhh….akhirnya terkabul juga keinginan saya untuk memutari pulau Ternate ini…

Hanya saja, kepinginan utama naik puncak Gamalama belum kesampaian karena kendala cuaca dan waktu. Kapan nih…

Danau Ngade. Airnya diam dan mati...dengan background gunung gamalama

Danau Ngade. Airnya diam dan mati...dengan background gunung gamalama

—-Untuk Para Guide yg manis2, terimakasih!!!! Semoga keinginan mutasi kalian dikabulkan secepatnya—-

matahari terbit dari pulau halmahera

matahari terbit dari pulau halmahera

Pulau Maitara dengan background Pulau Tidore, dilihat dari Rumah makan Floridas, Ternate

Pulau Maitara dengan background Pulau Tidore, dilihat dari Rumah makan Floridas, Ternate

teluk hall (bener ya nulisnya begini??). bisa naek perahu dayung sendiri dengan hanya 20 rebu sejam

teluk hall (bener ya nulisnya begini??). bisa naek perahu dayung sendiri dengan hanya 20 rebu sejam

Mesjid Agung Ternate, dicomot dari file-nya bangpay...maap saya ga bisa ngambil angle sebagus ini, musti nyemplung laut dulu..

Mesjid Agung Ternate, dicomot dari file-nya bangpay...maap saya ga bisa ngambil angle sebagus ini, musti nyemplung laut dulu..

Gunung Gamalama dilihat dari Bandara...benar2 kasih tak kesampaian..

Gunung Gamalama dilihat dari Bandara...benar2 kasih tak kesampaian..

Para Tour Guide yang membuat saya awet muda.Termasuk mas2 yg ngambil foto ini ;-)

Para Tour Guide yang membuat saya awet muda.Termasuk mas2 yg ngambil foto ini😉


Responses

  1. tulisanmu yg panjang dan mengunakan kata2 ala novel, semakin mempertegas klo hr ni qta “kontras”mbak,,,u know what i mean??
    buzy versus unbuzy…kemaren2 aq yg mnikmati suasana sprti itu…
    poto2ny..pemandangan yg aq (yg indah maksutny) :>…
    aq jg cb jatug cinta lg de,,,jatug cinta sm pekerjaan

  2. indah : cobalah jatuh cinta dengan bosmu dulu…karena untuk jatuh cinta, kita mesti berkorban dengan menaklukan hal paling sulit terlebih dahulu…. huehehehe (saya aja belum bisa!!!)

  3. Kalo aku beda, boleh kan BEDA???
    Menurutku sing bener ojo seneng karo BOSS. Nanti malah bisa dikatain ‘nge-Jilat’ boss (bukan ngejilat ‘punya’ boss lho). Tapi seneng dengan apa yang kita kerjakan, bukan dengan pekerjaan kita…..
    Maksudnya kalo kita seneng dengan apa yang kita kerjakan, maka kita akan enjoy dengan kerjaan kita, yang nantinya imbasnya kerjaan kita dapat kita kendalikan, bukan malah kebalikannya kerjaan yang ngendaliin kita.
    Kalo kita cinta dengan “pekerjaan” kita, maka selamanya kita akan terpaku dalam ‘title’ (baca : pekerjaan, red) itu.
    Misal : Pekerjaan kita sebagai “Pembantu”, kita jangan senang dengan pekerjaan kita sebagai pembantu, tapi kita belajar senang dengan apa yang kita kerjakan sewaktu kita jadi pembantu, mungkin disitu kita belajar bagaimana caranya membuat suasana rumah yang nyaman, rapi dan tertata .
    Beda kalau kita senang dengan pekerjaan kita sebagai pembantu, makanya selamanya kita akan jadi pembantu.
    Tapi….. dengan menyenangi apa yang kita kerjakan, suatu saat bukan tidak mungkin seorang yang tadinya pembantu akan menjadi majikan, mungkin bisa jadi seorang desainer, pengusaha laundry, dll.

    Halagh, malah aku sing nggacor…
    Wis…wis…

    Suwun sakdurunge…

  4. no comment…..!!!

  5. doni : beda boleh bos, ini kan negara demokrasi!!! ya maksud saya alangkah enaknya kalo hubungan kita dgn bos bisa mesra seperti 2 orang berpacaran. kerjasama lebih lancar dan kalo ada apa2 beliau pasti bisa ngebelain kita. Tul ga?
    aping : hmmmm….golput mas?

  6. mba den, sowri baru sempat koment
    tapi aku ngga koment apa2 niy…
    cuman mau numpang lewat aja hehehehe
    tapi cerita soal “perjalanan dinas with love” nya kayak ngga asing lagi di mata (maksdnya yang di baca)..
    soalnya kita2 terlibat juga di situ (ngga nyambung ya mba? BIARRRR dari pada ga ada koment)
    wkekekekekekeke uhuk uhuk
    (gitu dulu yah komentnya,lagi usaha nyari kata buat koment tapi yang muncul cm segitu) ntar kalo dapat aku koment2 lagi hehehehehe

  7. chika : makasih udah mampirrrr…ga harus komen gapapa kok.huehehehe… iya nih ditunggu G-talk nya. dan makasi buat travelling keliling ternate-nya kapan hari itu ya!!! salam buat yang laenn…

  8. halow mba denias…
    piye kabare..?
    masih ingat aku ngga..
    sebagai salah satu anggota tour guide,
    makasih yah permen cintanya..
    mengingatkan kita di danau tolire,naik perahu ampe saling nabrak kayak main boom2 car (jadi boom2 boat dong kekekekekke huatshin)

    BTW,kapan bisnis “roti terlarang” nya… ok deh,dah dulu yak…
    when you come to ternate again..? miss u mba e

  9. doni : Doniiiiii!!! iya nih kangen!!! Kpan maen tabrak2an lagi yah. Enaknya ga pake perahu , pake motor aja kaleee…Bisnis pembalut??Oke!!! ntar ai kontak yu!!! kasi nomer hape ke imel tante –> chibinesta@yahoo.com….Ada FS ga? invite duunkk….salam buat yang laen sesama penikmat permen cinta!!!

  10. hmmm….permen…..cinta…
    met bernostal gila semua ya….hmmmm….

  11. mr T : permen…cinta…kepiting…kenari…pisang…goreng…hape 5300….legugam….mas kurcaci….demo….wahhh!!!!Laperrrrr!!!!!!!!

  12. Hmmm…tak pilih mbaca ini Den..

    Waaa..cerita perjalananmu dan ‘kamunya’ enak dibaca dan mengalir Den..
    Trnyata berbakat jadi cerpenis yo Den..aiyyo dikembangno terus..hehehe
    ..(sok emabh ki yo..?)

    ..dan ternyata Deni adalah Deni…

    ^_*

  13. mbah : deni adalah deni…dari dulu kan???..hmmm.. things ‘ve changed soon before we realized..

  14. sulawesi bagus juga yah,..jadi ga sabar neh pengen kesana….!

  15. Mbak, saya rencana mau kunjungi P.Ternate.
    apakah anda kontak yang bisa saya hubungi untuk atur rencana perjalana saya kesana.>saya tertarik sekali bisa kesana setelah baca artikel mbak..

    Thanks

  16. Salam perkenalan dari saya…

  17. nyasar sampe kesini di bawa mbah google…. salam kenal!

    enak ya kerja bisa keliling2 indonesia….
    ternate bagus juga pemandangannya….

  18. wahhh itu fotto terakhir di blog anda,ada sohib berat namanya irfan taslim….hahahahaha,cullung bangett…….bravo ternate,macam di pantai sulamadaha ya…thanks ya mbk ..salam kenal ( irwan lamusu )

    • salam kenal mas irwan…
      iya, itu temen2 saya anak pajak … bener2 baik hati udah mau nemenin jalan2..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: