Posted by: mbadeni | September 10, 2008

Hey, kau jadikanlah dirimu seperti yang kau mau..

bukan iklan rokok atau sepenggal syair dari musisi favorit saya (Bondan Prakoso-Xpresikan)…

Cuma, alangkah enaknya hidup ini kalau bisa menjadi seperti yang dinyanyikan “si lumba-lumba” tersebut. Masalahnya kadang butuh ego super tinggi untuk bisa mewujudkan itu. Dan juga rasa tak peduli lingkungan ,baik yang hidup atau mati. Sangat sedikit sekali perwujudan dari “apa yang kumau” itu bisa sinkron dengan ekosistem di sekitar kita.

Apalagi bila slogan itu keluar dari hati abg yang menganggap dirinya sudah tau dunia, sudah menemukan jatidiri dan dengan sok tahunya merasa tahu kapan dia akan mati…

Hasilnya adalah sebuah pendurhakaan. Baik kepada orangtua, atau dirinya sendiri. Untuk bisa menjadi seperti yang kumau memang euforia tujuan akhirnya. Tanpa dia tahu, kesenangan itu hanyalah temporary, kemudian hibernasi tanpa tau kapan bisa bangun lagi.

Saya pernah mengalaminya. Ketika dalam usia awal tetek tumbuh, saya merasa bahwa hidup akan berjalan seperti yang saya inginkan. Karena selama ini segalanya begitu mudah. Kenapa tidak untuk ke depannya?? begitulah pikiran sok tahu saya.

Dan seperti “jadikanlah dirimu seperti yang kau mau” korelasinya adalah “mendapatkan yang kau mau” yang belum tentu benda yang kau mau itu “mau” untuk kau dapatkan. Seperi orang ingin kaya malah tambah melarat. Pengen duit malah koit. Nah lho. Dan kejamnya kehidupan langsung menampar kau sampai mampus.

Untuk pengalaman cinta pertama saya sangat tidak menyenangkan. Entah karena dada saya rata atau muka saya yang kilap keling tanpa bedak akibat hobi nyolong tebu dan keluyuran, atau karena memang pribadi saya yang tidak wajar itulah yang membuat kisah kasih di SMP berjalan tidak semulus yang saya kira. Tidak seperti yang kumau. Dan kejamnya kehidupan benar-benar menamparku sampai mampus.

Untuk sejenak saya buang keinginan bercinta masa muda dan fokus pada karier. Karena saya pecinta hewan, maka saya sangat ingin mewujudkannya menjadi seorang zoologist. Seperti yang di tipi-tipi. Yang di luar negeri. Bisa sampai afrika dan kelon bareng binatang sabana. Watta life!!

Tapi sekali lagi ke faktor pendurhakaan tadi. Orang tua mana yang membiarkan anak gadisnya kelon dengan kucing garong liar (dalam arti sesungguhnya) di alam antah berantah sana?

Demi respek dan takut masuk neraka, akhirnya keinginan itu terpaksa saya kubur. Kuliah sesuai jurusan hasil rembukan bersama.

Jiwa liar saya bangkit kembali menginjak masa kuliah. Manifestasi dari petualangan semu saya di alam liar sebelumnya. Sempat berkeinginan menjadi tarzanwati. Hidup di hutan dan melepas gelar materialistis saya. INI HIDUP YANG SAYA MAU!!!!

Seperti film masa kini ( referensi dari sahabat saya, bangpay ) yang berjudul INTO THE WILD, tokoh utama dalam film itu benar2 bisa menjadi yang dia mau. Tanpa beban, tanpa tanggungjawab, walaupun akhirnya  kejamnya kehidupan benar-benar menamparnya sampai mampus. Setidaknya dia berhasil mewujudkan semua kebebasannya. Dan pendurhakaan kepada orangtua tidak terlalu dibahas di sana.

Seperti semua manusia asia, indonesia pada khususnya, rasa toleran dan “gak enak ati” masih mendarah daging. Yang membuat kita membuang keinginan soliter kita menjadi keinginan baru yang lebih sosial. Yang membuat tanggungjawab pada semua orang menjadi sangat baku. Dan materi adalah nomer satu. Dan ketika Bondan berseru “Hey, kau jadikanlah dirimu seperti yang kau mau” sebagian besar orang yang sudah terjebak dengan pola pikir dogmatis (seperti saya saat ini) akan menjawab ” Wah, Mas…kayaknya untuk sekarang ini saya pengen jadi orang kaya ajah deh…yang banyak duit. Yang bisa menafkahi anak bini atau beli sepatu manolo..”

Seperti orgasme yang punya klimaks dan antiklimaks begitupun keinginan manusia. Beberapa yang bebal dan keras kepala akan menjadi sperma yg menggumpal di celana. Yang biar dipaksakan masuk pun takkan bisa membuat hamil. Dan begitulah keinginan tarzanwati saya. Yang biar dipaksapun tidak akan membuat kebahagiaan kecuali diri saya sendiri (itu juga kalo tidak keburu mampus dilahap buaya). Tidak akan bermanfaat kecuali bagi ego saya yang sekeras otak udang itu….

Pelampiasannya adalah..kebiasaan keluyuran saya itu. Dalam kerjaan atau dalam kota bersama komunitas kecil saya. Bisa membuat hepi semua orang. Bos, anak, bojo dan mba ijah… Memuaskan ego semua pihak. That’s it.

Buat semua orang yang masih kepingin menjadi yang dimau, segera sinkronisasikan keinginan kalian dengan kondisi fisik, usia dan lingkungan. Mumpung sekrang jaman reformasi. Tidak akan ada yang melarang-larang. Paling juga tembak di tempat (pastikan sebelum itu anda sudah melaksanakan keinginan anda sekalian, biar nggak rugi dunia akherat).

Takkan lari gunung dikejar

Yang lari kalau dikejar itu maling!!!

—referensi lagu : unity album by Bondan Prakoso (n Fade 2 Black)—

—saya tidak punya related pic, masa mau majang fotonya Bondan, nanti dikira saya naksir??!! jadi diusahakan jangan bosan baca postingan saya yang banyak kalimat ini—


Responses

  1. “jadikanlah dirimu seperti yang kau mau..”
    Simple but no to easy…… apalagi kalo keinginan kita agak sedikit nyleneh dan menyimpang dari jalur2 yang banyak dilalui oleh sebagian besar orang… atau gak sesuai dengan paradigma-paradigma “merasa paling benar” orang2 di sekitar kita. Contoh simple dandanan abg sekarang, cowok gondrong pakek anting cluelana bolong2… hal itu mungkin akan menimbulkan stereotip negatip dari orang2 skitar. Padahal cara berdandan seseorang belum tentu mencerminkan jati diri sebenarnya dari orang tersebut. Liat aja tuch anggota DPR, dengan sgala atribut mewah yang melekat pada tubuh mereka -mungkin kalo di total puluhan juta rupiah- ternyata bermental maling ayam… gak bisa dipungkiri selama kita masih bersosialisasi dengan mahkluk hidup di sekitar kita, kitapun harus mau bersosialisasi dengan aturan2 yang menyertai di dalamnya…. kalo mo lepas ya udah.. hijrah ke hutan ajah… mo jungkir balik kek, kawin kebo kek -dalam arti sebenarnya-, lari-lari sambil telanjang juga gak akan ada yang peduli…. paling-paling cuma di ketawain ma siMon.
    kalo boleh minjem kata-katanya warren buffet
    “Jangan lakukan apa yang orang lain katakan. Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda merasa nyaman”

  2. wah .. bener tuh, jaman sma itu item dekil ga terurus .. lah kok pas ketemu setelah kuliah jadi anak gaul dan tukang dugem … ckckck

  3. aping : semua postinganmu yg panjang2 ini bisa dijadikan blog sendiri nih. Coba deh bkin….
    okky : bikin postingan baru lagi dong Q, tentang jalan2mu…Udah ga travelling lagi neeh? Pgen banget gabung…(hehe, skarang uda ga pernah dugem. tobatttt boss)

  4. kok bagus2 sih, nemu aja yg mo ditulis, pinter ngelucu jg. iri aku, emang cm aku ya yg kesulitan ngisi blog? kalo ada 3 lagi kenalanku yg jg bagus blognya bunuh diri ah.
    jgn2 ada bukunya, ato malah seminarnya kok semua orang jd pinter nulis. baru nyadar ternyata hidupku akhir2 ini ketinggalan jaman banget, kurang wawasan dan pergaulan.
    keren..lebih asik dari baca koran. selucu ivan n meity GMHR, eh mereka punya blog jg gak ya?

  5. alee : rasanya kalo ivan ma meity ga punya, mereka kan paling males bkin begituan. FS aja ga pernah update. Hueheheh… Kamu jangan underestimate diri sendiri. Nulis aja ntar kata2nya mengalir sendiri kok…Huehehe

  6. traveling ?? .. kayanya habis lebaran ini lagi banyak2nya hahaha .. tapi tetep sih pengen ngerasain rinjani .. emang lo diijinin traveling2 yg diluar kantor .. hehehe .. bukannya orang nikah udah ga bebas lagi

  7. oki : wew, rinjaniiii…berkali-kali ke mataram cuman sempet “kepingin” ajah. sama nasibnya kayak gamalamanya ternate…Hmmmm…gimana caranya ngerayu papa ramzy biar mw ikut ke rinjani ya?

  8. takkan lari gunung di kejar, itu pepatah lama.

    zaman sekarang gunung-gunung sudah bisa menghindar tapi banyak juga gunung yang datang mengejar….!

    just kidding.he227


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: