Posted by: mbadeni | September 22, 2008

selamat jalan, buah hati kami…

sebelum menulis lebih jauh, saya hanya ingin menangis terlebih dahulu. untuk sahabat saya, untuk mama saya , untuk sepupu saya dan untuk teman sahabat saya yang jauh di depok sana.

tiada yang lebih indah dari senyum janin dalam perut ibu...

tiada yang lebih indah dari senyum janin dalam perut ibu...

Hari ini bukan senin seperti biasanya. Ketika kuli uang mengejar rupiah diantara jam 8-5, ketika para bos sibuk merencanakan miting formalitas atau membuat list karyawan mana yang mendapat giliran makian hari ini, saya berangkat kerja dengan hati tanpa gairah. Entah untuk bekerja, makan, atau bercinta. hanya ingin mendengar sebuah kabar gembira. yang sepertinya digantung di pucuk pohon cemara, sekali-kali merunduk terkena angin, tetapi ketika kita ingin meraihnya, dia akan menjauh menjulang angkuh seperti semula.

tadi malam, saya mendapat sebuah kabar, yang semestinya kabar gembira untuk kelahiran seorang manusia lagi, yang saya rencanakan menjadi antek saya untuk menghijaukan bumi, dari sahabat dekat.

pagi ini kami mendapat permohonan doa by sms oleh ayah si manusia baru untuk mendoakan keselamatan manusia baru (yang sewajarnya disebut baby itu), karena oleh suatu hal, baby harus masuk icu. kami sahabat sekantor berdoa. Doa pagi hari, ketika hari masih suci dan malaikat baru berganti shift. Kami berharap, Gusti Allah mengabulkan doa yang menguar dari mulut kami  yang masih segar sisa pasta gigi tadi pagi.

siang ini, ketika tubuh kami mulai melemas kekurangan asupan nutrisi dan hawa panas yang membuat elektrolit tubuh menguap, bukan minuman isotonik yang membuat jantung kami langsung terpacu kencang. Sebuah berita buruk, yang mengabarkan kalau baby calon antek organisasi penghijauan bumi milik saya, telah ditarik kembali oleh Penguasa Pemilik sesungguhnya dari Bumi Hijau ini !!!!!

Yang pasti bukan karena hawa panas, atau malaikat yang sumuk, atau pohon cemara yang jual mahal yang membuat apa yang seharusnya ada itu menjadi tiada. Yang membuat tiada nya air mata itu menjadi adanya hujan tiba-tiba di kantor kami. saya masih sedih, masih sesak, masih tak bisa berpikir, berhitung apalagi bercinta ketika YM saya kelap-kelip.

sepenggal dialog retoris dari seseorang di depok

n_primayudi: kemaren anak tetangga gue beda satu rumah meninggal..
n_primayudi: beda 2 bulan sama rafa
n_primayudi:😦
n_primayudi: temen maen tiap sore..
n_primayudi: gue ampe nangis den..
n_primayudi: udah kaya anak gue juga..
n_primayudi: kemaren ke kuburan juga gue anter..
n_primayudi: sakitnya sepele..
n_primayudi: rabu pagi sehat walafiat..
n_primayudi: biasa aj…
n_primayudi: siang jam12 tb2 badannya panas..
n_primayudi: trus dibawa kedokter..
n_primayudi: udah mulai turun..
n_primayudi: kamis recovery…
n_primayudi: biasa kaya anak  sakit lainnya agak rewel..
n_primayudi: tapi makan &minum susu mau..
n_primayudi: jumat gak panas/anget..
tapi gak mau minum susu
n_primayudi: cuma dikit
n_primayudi: makan juga dikit..
n_primayudi: tapi masih biasa aja…
n_primayudi: rewel biasa gitu…
n_primayudi: kalo digendong anteng..
n_primayudi: sabtu kembung kaya anak masuk angin den…
n_primayudi: dibawa kedokter…
n_primayudi: tapi kan ngantri…
n_primayudi: udah bisa masuk..
n_primayudi: pulang bawa obat…
n_primayudi: malemnya gak bisa diem…
n_primayudi: ditaro nangis digendong nangis
n_primayudi: jam 11 dibawa lagi ke rs
n_primayudi: trus kejang di ugd
n_primayudi: meninggal den..
n_primayudi: jam12an..
sophie chibi: …
n_primayudi: gue sedih banget…
n_primayudi: padahal tiap sore main sama rafa..
n_primayudi: anaknya sehat..
n_primayudi: banget..
n_primayudi: gak nyangka pokonya den…
n_primayudi: mamanya pingsan berkali2..
sophie chibi: …..
n_primayudi: sampe dikuburan gak mau pulang..
n_primayudi: bisa dibawa pulang cos dia pingsan

saya speechless. tidak membalas atau berkata apapun. bukan sombong atau lantaran sok sibuk kerja. lebih dikarenakan kesedihan yang sahabat n_primayudi rasa, juga saya rasakan hari ini, kesedihan ditinggal seseorang yang sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. saya menemaninya ketika manusia baru itu masih mendekam nyaman di perut ibunya, makan bersama, pergi bersama, bahkan bergosip bersama, yang kalau saya ingat agak menyesal…bukankah ibu hamil dilarang bergosip??? duh Gusti..

Pedih…perih…sakitt..

Saya tidak tahu. kepala saya pusing. perasaan saya campur aduk, seperti adonan donat yang diblender rasanya otak dan pembuluh darah di kepala sudah berpusing tak keruan. Apa karena saya seorang ibu? apa karena saya membayangkan kalau kejadian itu menimpa saya? apa karena ramzy kecil saya sedang sakit panas juga kemaren hari? atau hanya pelampiasan karena gagal merekrut anggota baru organisasi penghijauan bumi milik saya????? Atau…karena pesaing kita adalah Sang Pencipta itu sendiri????

Entahlah. Sulit betul bila bersaing dengan DIA. Lebih baik kita bersekutu atau bahasa halusnya, berkompromi….Tapi, Tuhan tidak bisa dan tidak boleh diajak berkompromi??? Kita manusia cacing tak ada harganya bila berhadapan dengan-NYA. Harga kita hanya sebatas kadar keimanan . Dan apa yang terjadi dengan kita, sahabat kita, bahkan nasib cicak di dindingpun ada di tangan-NYA. membalik nasib semudah kita menginjak kecoa gendut yang brsliweran di WC. Jadi, apa yang sudah Gusti Allah gariskan untuk saya, hanya rasa syukur yang bisa saya amini…

Dan untuk mama (mertua), sahabat saya, dan tetangga sahabat saya, juga sepupu saya, bersyukurlah atas kehilanganmu. Karena manusia2 kecil itu, manusia2 tanpa dosa itulah, yang akan mengangkat derajat para ibu di surga nanti. Bersabarlah, pelukan itu bisa anda simpan kelak, ketika putra putri anda mengajak untuk tinggal bersama mereka, dalam pelukan malaikat diatas alas pijak selembut kapas…

Buah hati itu bukan hanya milikmu, teman

Jika terlahir, itu menjadi milik alam,

Jika tak lahir, itu menjadi milik Al-Kalam

……

–ditulis dalam keadaan berduka, dan hanya bisa menangis pasrah pada Pencipta, berharap Ramzy bisa lebih lama berada dalam pelukan bundanya–


Responses

  1. gak bisa komen gue den…
    pastinya gue sedihh sama cerita ini…

  2. deni,
    makin jago nulis aja..

    ternyata…

    nulis terus sut!
    aku tak jadi pembaca setiamu deh..

    btw,
    kamu punya clup penghijauan apa??
    bole dong aku yang gabung….

    menggantikan adik kecil kita?

    tetap semangat!

  3. mba rim : iya, saya tadi habis jenguk sahabat…Tx God she’s fine..
    maha : mas dipppp…klub penghijauan bumi, dimulai dari hal remeh temeh di sekeliling kita, yaitu jangan buang sampah sembarangan. Bagi beberapa orang emang susah bgt lohh!!! Papahnya ramzy aja masi suka buang sampah di lapangan!!!
    makasi dah mampirrrr…stay tune yahh (koyok radio wae..)

  4. sabar+tawakal+syukur=nikmat Illahiah

  5. aji : iya mas…..pasrah aja…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: