Posted by: mbadeni | September 25, 2008

Keluyuran in da midel of Ramadhan!!!

Perjalanan terakhir saya ke Kudus sudah seminggu lalu berselang. Tetapi untuk menceritakannya kembali memang butuh mood yang bagus dan waktu senggang (nganggur) tentunya.

Oleh karena sahabat saya tercinta sedang terbaring di rumah sakit, untuk sementara, saya, sebagai multitasking support tercantik ( Saya tidak narsis, jujur, dari 11 support hanya saya yang wanita ), mengambil alih tugas beliau menjaga showroom yang penuh manekin berkaki lima berbalut kulit kebo ini.

Dan…nganggurlah saya!!!! (Maaf untuk teman sesama support, dilarang iri, rejeki yang ngatur Gusti Allah, seperti saat kita berdiri bersama dan hanya saya yang terkena tai cicak, itu juga nasib sekonyong kojerrrr!!!). Berhubung mood saya sedang lumayan hari ini , terwujud dalam blus bermotif bunga , maka dengan senang hati saya akan mencoba me-rewind ingatan saya tentang perjalanan tempo hari untuk bahan cerita disini.

tidak ada hubungannya dengan cerita. hanya pose genit blus bermotif bunga

tidak ada hubungannya dengan cerita. hanya pose genit blus bermotif bunga

 

Perjalanan hari Selasa dimulai ketika travel yang akan mengangkut saya dan Bos menjemput tidak tepat waktu pada jam 9 pagi. Jadi, total dengan muter keliling Surabaya-sidoarjo menjemput para penumpang, kami baru bisa berangkat jam 10 pagi. Janji mbak agen travel yang mengatakan kami akan berangkat TET jam 8 pagi jadi seperti rayuan palsu ibu kepada anak yang rewel dengan kebohongan public bahwa kalau nangis nanti dimakan buto ijo. Nah lho.

peta kudus!!!

peta kudus!!!

 

Akibat mundurnya waktu yang semena-mena, alhasil acara kami dengan klien jadi berantakan, acara klien dengan user juga berantakan, acara user dengan yang punya duit tambah berantakan. Sementara acara mbak agen travel dengan pacarnya saya yakin tetap baik2 saja.

Kemunduran waktu tidak menghalangi niat klien untuk mentraktir kami berbuka puasa. Demi memuaskan penasaran saya akan garang asem khas kudus, diajaklah kami santap petang di rumah makan Sari Rasa yang terkenal akan kelezatan masakan itu. Mohon maaf, saya tak mengambil gambarnya karena isinya keburu saya makan, kelaparan berat akibat perjalanan panjang nan gersang lewat pantura.

Garang asem itu sendiri terdiri dari setengah ekor ayam kampung kurus berteman cabe hijau dan tomat hijau, yang diselimuti daun pisang lalu dikukus. Rasanya asem, pedas dan manis ( mengingat ini adalah citarasa Jawa Tengah ). Cukup masuk di lidah saya yang asin pedas ramuan madura ini.

tidak sempat mengambil gambar masakannya, tetapi saya masih sempat mengambil gambar "plang" rumah makannya. silakan dicoba, rasa garang asem ayam disini tiada duanya

tidak sempat mengambil gambar masakannya, tetapi saya masih sempat mengambil gambar

 

Untuk makan sahur, saya tidak dapat berbuat banyak, alias pasrah dengan hidangan hotel yang hambar tak bernyawa itu. Setidaknya, asupan gizinya cukup untuk menunjang kegiatan saya berpanas-panas ria sepanjang hari di project.

Untuk berbuka puasa sore harinya, saya memang agak kalap. Atau berlebihan, mungkin. 2 piring pindang ayam, 2 Teh Botol, seporsi sate paru dan sepiring rambak….saya makan sendiri..

Sepiring Nasi Pindang Ayam - yang sudah saya santap setengahnya

Sepiring Nasi Pindang Ayam - yang sudah saya santap setengahnya

 

Bagaimana tidak tergoda????? Rasa pindang ayam, masakan khas kudus benar-benar sesuai lidah saya yang pecinta asin pedas. Masakannya sebenarnya manis, tetapi apa gunanya garam meja bergambar lele dumbo kalau bukan untuk rekayasa rasa? Akhirnya dengan sedikit make over, jadilah Nasi Pindang Ayam khas Jawa Timur. Asin Pedass!!!

Dengan mengabaikan pantangan diare yang sedang saya derita, saya menghabiskan hampir setengah mangkuk sambal dan sayuran yang ada. Toh, saya masih punya sebiji obat – mahal- mampet yang tersisa.

warung pak haji Solichan is namber wan!!!

warung pak haji Solichan is namber wan!!!

 

Begitulah. Setelah bersantap penuh nikmat, kami menunggu jemputan travel di hotel. Karena kami booking terakhir,saya dan bos duduk di jok belakang mobil disamping bapak berbau acar kadaluwarsa. Kami pulang jam 10 malam dan dengan mempertimbangkan makan sahur, mobil travel berhenti di sebuah rumah makan di Rembang.

Untuk saya, selain makan sahur, yang penting adalah minum 8 gelas air putih. Berhubung yang ada hanya Aqua gelas, saya memborong dan menghabiskannya dalam satu waktu.

Kepanikan melanda satu jam kemudian. Dalam perjalanan penuh kegelapan melewati hutan belantara , selain bapak sebelah yang usil sesekali menyentuh ”tanpa sengaja” paha dan tangan saya, dorongan nafsu yang berasal dari kantung kemih saya tak tertahankan lagi. Setengah memaksa pak Supir untuk berhenti, entah di semak-semak atau kandang ayampun, yang penting saya bisa pipis!!!

Dikarenakan takut terkena kencing batu (efek jangka panjang ) atau ngompol di celana (efek seketika ), akhirnya saya berhasil memaksa Pak Supir untuk berhenti di sebuah Rumah Sakit Tua di pinggir Hutan. Saking kebeletnya, saya langsung lari tanpa memperhatikan kondisi sekitar. Saya menemukan toilet di pojok bangunan, namun karena tampangnya yang terlalu horor dan tiadanya lampu membuat saya mengurungkan diri. Saya tidak mau nanti di tengah hajat tiba2 dijawil atau dikitik-kitik makhluk tak jelas yang biasanya kerasan tinggal di tempat seperti itu.

yang dilingkari adalah lokasi KM horor...

yang dilingkari adalah lokasi KM horor...

 

Akhirnya setelah menyusuri lorong yang panjang, saya menemukan sebuah kamar yang pintunya setengah terbuka.Ada sepasang kakek nenek yang melongok dari celahnya. Saya dengan paniknya bertanya dimana kamar mandi yang bisa dipakai. Si kakek menunjuk sebuah pintu di kamar sebelah. Melesat saya segera melepas hasrat badaniah….Arrghhh…akhirnya!!!!

Setelah mengucap terima kasih pada pasangan renta tersebut, saya langsung lari keluar (dan menyempatkan diri mengambil foto toilet horor ).

 

Sesampai di mobil, seluruh penumpang memandangi saya dengan takjub

Ibu-ibu à ” Mbaknya berani banget ya!!!”

Saya à ” Kebelet, Bu, emang kenapa?”

Pak Sopir à ” Rumah Sakit itu kan udah nggak dipake lagi, Mbak…Lihat aja nggak ada orangnya. Lampunya aja dinyalain biar nggak serem. Tapi udah kosong tuh. Saya aja tadi brenti soalnya kasian mbaknya teriak2 kebelet !!!!”

Saya à ”HAHHHH????? Lha trus kakek nenek tadi sapaaa???!!!”

………………………

………………………

………………………

–Silakan bertanya pada kakek nenek yang bergoyang, karena yang tidak goyang berarti dakocan!!!!—

–Akhir cerita, saya pindah duduk depan setelah terlebih dahulu meng-kick off bapak genit di sebelah dan meninggalkan Bos saya menghirup gas beracun acar busuk di jok belakang !!!—

 


Responses

  1. kuwi kerjo.. opo wisata kuliner…. Tapi kalo soal makan emang gak ada yang ngalahin ibu satu ini… secara sich katanya itu gara-gara masa lalunya yang kelam…. huehehehehe…

  2. tok tok tok..
    kulonuwuuun😀

    seru bgt critanya.. dari kuliner sampe misteriiiy :p

    btw ternyata msh ada aja yah bpk2 yg genit di bln Ramadhan.. sunat aja lagi!! :))

  3. knock knock
    kulonuwuuuuuun🙂

    seru bgt critanya, dari kuliner sampe misteriiiy :p

    Btw msh ada aja ya yg genit2 bulan Ramdhan ginih.. sunat lagi aja!! :))

  4. wah sate paru, pindang asin pedes … mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

  5. eNAK tUH keLIhatANnYA…. hEHEHE…

  6. aping : maksudmu opo ping? saya dulu memang hidup di daerah terpencil dimana masakan enak sangat langka…hiks..(puasss???!!puasss??!!)
    oki : Yuuuukkkkkkk……….
    Tengku : kapan2 kepengen icip masakan aceh sana yg enak apaan ya???
    (berharap dikirim)

  7. itu kakek nenek nya hantu ato orang beneran ya den?
    gue kan seneng denger cerita kaya gitu, hehehe…
    takut tapi seru..
    inget gak sama EBS TERORRR>>>

  8. mba rim : ya ya ya..saya tau sedari dulu minat dan bakat mba rima memang hal-hal klenik dan mistis…

  9. Wakakaka…
    Mank Deni 100%…
    Untung y ga dipungut anak sm kakek-nenek itu…xixixi
    …br tau aq, selera makanmu buesar skali…mank ditaruh d mana mkanan sbanyak itu? scr lambungmu keknya ga ada mirip2 sm Tika p-project…hahaha

    Sprtiny krj-anmu skr cocok pol yo Den…hobi kemluyur trsalur gratis…

  10. Makanan Aceh, rasanya ekstrim. kalau pedas, pedas banget. Kalau manis manis banget, kalau asin asin banget. Mbadeni sukanya yang mana?

  11. mbah yus : mangkane ta mbahh nek pengen ngerti mlayune panganan2 kuwi, ayoooo kpan nraktir aku mangan2. baksone pak di ae aku wis puassss!!!!!!!!
    tengku : suka yang gratis….

  12. weh lengkap mbak, ada kuliner, cerita horor, kebohongan publik juga pelecehan seksuil..,
    jadi si bapak iseng itu baunya acar kadaluarsa ya mbak..?

  13. grubik : ya…begitulah kira2, seingat lidah saya yg pernah keracunan acar kedaluwarsa…hueeewww…salam kenal…tx dah mampirrr!!

  14. eyalah sist…
    sami mawon tibakne yo…
    laen kali di photo si aki2 n nini2 nya ya…

  15. kok pake pindah rumah toh?
    mbok yao nambah rumah lagi ajaa.. buat invest gituh😀

  16. sista : nanti tambah medeni nek hasil poto mereka gak keliatan mba….
    ina : huehue, duitna terbatas, mba, jadi rumah yg pertama musti dijual dulu buat nombokin rumah yg ini….lagian empunya rumah juga (sok) sibuk…mau bantuin po ngurus rumah..gyagyagyga…soen sayang bwt si kembar…

  17. owalah, arek iki pancet ae urakane…..hehehe
    padal yo wis duwe anak bojo… :p
    sukses ae wes ya bu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: