Posted by: mbadeni | October 28, 2008

Tabiat Paman Gober

tiba-tiba saya jadi materialistis. berpikir tentang uang.

Hey, siapa sih yang tidak butuh uang? sekarang ini uang hakikatnya seperti udara. orang bisa mati kalau tidak punya uang. tidak bisa beli beras atau seikat bayam untuk lauk pauk… kalau bisa bertahan hidup seperti suzanna dengan makan bunga-bungaan sih, bagus. tapi tidak pernah saya baca dalam buku biologi manapun kalau bunga-bungaan bisa menghilangkan rasa lapar dalam waktu lama … yang ada tubuh kita bau wangi dan bisa dikira sundel bolong kalau jalan malam-malam. apesnya kalau ada orang yang (lagi-lagi) terobsesi dengan uang dan “mencucuk” kepala kita dengan paku .

Kalimat paling atas kok kesannya saya seperti orang yang tidak butuh uang, atau selama ini hidup ala manusia purba dengan menangkap ayam tetangga dan minum dari air hujan….Bukan, bukan..uang bagi saya, sama seperti manusia kebanyakan, adalah hal primer.

Hanya…akhir-akhir ini saja, mengikuti fenomena yang terjadi, bukan tentang ekonomi Amerika yang sedang kolaps (have no business w/ dat) atau kebijakan BI yg menaikkan suku bunga untuk menggaji pegawai baru yang sedang mereka rekrut (dendam pribadi karena tidak lolos tes terakhir).

Ini adalah fenomena terdekat , sedekat bau ketiak atau bulu hidung, yang menempel di keseharian saya. yang terjadi tanpa diduga atau terpikirkan, hanya pikiran bolot dari ruang kosong sempit di kepala saya. dan ajakan makan siang yang tak terencana.

Pernahkah anda berpikir bahwa semakin banyak uang, anda akan semakin pelit? saya tidak pernah berpikir begitu, mungkin karena saya tidak pernah punya banyak uang. tetapi hal itu menjadi terpikir setelah melihat rekan yang sedang banyak uang. dan langsung merasa melakukannya setelah melihat rekening bank saya.

pernahkah anda merasa “eman” apabila melihat angka bulat di buku tabungan? misal, tabungan fulan 1.000.000. pasti fulan akan berusaha agar 6 digit telur itu pecah menjadi angka besar tanpa mengurangi digit 1 di depan. secara otomatis fulan akan jadi setengah mati pelit demi mempertahankan angka bulat tersebut. lalu dia harus dan mau tidak mau harus bayar rekening listrik atau rumahnya akan dipenuhi anak jin pecinta kegelapan. maka digit tersebut akan berubah menjadi 5 digit yang menyedihkan. dan tiba-tiba fulan menjadi tidak pelit lagi karena apa yang dipertahankannya sudah berguguran.

–teori ajaib dari hipotesa ahli ekonomi ngawur macam saya–

sejujurnya, itulah yang terjadi pada saya.  ketika rekening bank saya menyajikan angka cantik yang fantastis, saya akan jadi luar biasa pelit. ketika angka tersebut berkurang karena suatu hal, saya menjadi luar biasa boros. mungkin manifestasi dari rasa frustasi atau pembelaan diri akan sikap hedonisme. Begitulah, semakin kaya semakin pelit, semakin miskin semakin royal. Saya jadi paham kenapa Tuhan tidak mengutuk saya jadi kaya. Karena DIA ngeri akan apa yg saya lakukan demi melindungi kekayaan itu. Mungkin DIA akan jengah melihat saya kelon dengan uang sepanjang waktu. Seperti Paman Gober yang hobi berenang dalam Gudang uangnya tanpa benjol di kepala.

Dan perilaku orang kaya yang pelit ternyata tidak hanya dalam sinetron.

Beberapa waktu yang lalu saya diajak makan siang oleh teman lama. Dijemput dengan mobil jerman super mewahnya, saya hanya bisa melongo kagum dan berusaha agar keringat di pantat tidak menempel di jok kulitnya. Kami makan di restoran dan ngobrol sana sini tidak karuan, yang penting hepi!!! Bill datang, sudah pasti bukan saya yang bayar!!! (nggak bisa bayar kok bangga!!!). Ketika kami akan pulang, teman saya meninggalkan uang 5 ribuan sebagai tip untuk mbak pramusaji yang sudah sabar meladeni kecerewetan kami berdua. saya sudah melenggang saja ( perut kenyang, hati senang, gratis pula!!!! ), lalu tiba-tiba teman saya berhenti mendadak, berpikir sejenak dan mengganti uang tips tadi. Saya langsung bangga kepadanya untuk royalitas yang mulia demi sebentuk uang tips yg mungkin digantinya dengan selembar uang 10 ribuan…..atau 20 ribuan…atau….

…………

T_T

dua lembar uang seribuan yang menyedihkan, lusuh dan penuh tulisan nomer hape entah preman atau mucikari mana yang mencari mangsa…

Begitulah. Mbak pramusaji malang hanya mendapatkan tips 2 ribu. bonus nomer hape.

Sebulan yang lalu saya dapat ajakan makan siang lagi dari rekanan kantor yang merasa puas dengan pekerjaan saya. Di tengah suhu Surabaya (45 derajat celcius) yang mendekati Gurun Gobi , saya masih bisa duduk nyaman dalam mobil jepang super mewah yang sejuk. Bapak ini memiliki laci khusus di mobilnya yang penuh uang receh 500-an dan seribuan (bersih, tanpa nomer hp). Ketika kami berhenti di lampu merah, tiba-tiba ada anak kecil kurus hitam yang membersihkan kaca depan mobil kami dengan kemoceng. Saya sering menerima perlakuan tak terduga seperti itu, dan berakhir dengan sekeping uang 500-an. Saya langsung melirik laci gudang uang paman gober mini itu, berpikir bahwa akan ada sekeping logam atau selembar kertas yang berpindah tangan.

“Nggak, Nggak!!!”

Bapak rekanan yang terhormat itu menolak si anak kemoceng dengan kejam. Lagaknya seperti mengusir lalat gendut penyebab muntaber.

Saya langsung balas dendam dengan memesan makanan yang mahal-mahal, plus hidangan penutup dan pembuka yang paling mahal. Beliau melongo melihat hidangan di depan saya. Bukan lantaran harganya tapi banyaknya yang menurut akal sehatnya tak bakal masuk lambung mini saya….

Sempat heran dengan perilaku mereka, orang kaya itu. Saya yang bukan orang kaya saja tidak menjadi miskin mendadak hanya dengan memberikan sekeping 500 rupiah pada anak kemoceng tersebut, atau tips 5 ribu untuk mbak pramusaji berwajah sendu, atau untuk hal-hal lain yang melibatkan hati nurani.

Entahlah, bingung saya.

Mungkin untuk anda yang berminat mengajak saya makan siang, sediakan uang receh untuk sekedar menyenangkan mata saya melihat anda berderma…

Dan terima kasih Tuhan untuk menjadikan kami manusia yang cukup materi, sehingga kami tidak perlu menyisihkan sepetak ruang dalam otak untuk memikirkan kekayaan yang tidak akan kami bawa mati…

Omong-omong, sekarang akhir bulan….gajian masih lama…..tapi saya sudah sok menulis seperti ini…

Hahahahah!!! (tawa frustasi akhir bulan)


Responses

  1. belum gajian den?….
    kacian,,,,
    gue udah kemaren..hehehehehe….
    mungkin satu minggu hidupku bermewah2.. tapi 3 minggu selanjutnya…
    hehehehehe…
    aku selalu berharap dan berdoa 3 minggu selanjutnya lebih mewah dari 1 minggu sebelumnya..
    A M I N

  2. masih moto sumpah pemuda-nen kah sampeyan??

    bukan… bukan mbahas brondong, tante!

  3. Gajian masih beberapa hari lagi, tapi dompet sudah menipis mbak…
    Mungkin ada alasan mengapa org tsb tdk mau memberikan recehan pd anak tsb. Kita tdk bisa menduga2. Hati manusia siapa tahu…

  4. mbarima : berarti sekarang minggu mewah dunk…hueeeheheh…amin, untuk kemewahan selama 4 minggu yang kalo saya sudah pasti melibatkan bang kartu kredit….hehehe…VIRUSS!!!
    bangpay : saya tante2 yang masih bersemangat pemuda kok. gada matinyee!!!!!
    tengku : dompet manusia juga siapa tahu…hueheh…pikir positipna, sapa tahu tagihan kartu kreditnya lebih gede dari asetnya!!!!

  5. duuuuuhhhh…. wahai tante pecinta bronis… adakah bronis yang bisa dikirim untukku????

    akhir bulan… gak ngaruh apa-apa… toh awal bulan juga gak nrima pa pa karena masih cuti🙂

  6. bunda : kalau untuk bunda satu ini saya musti kirim bronis yang kedaluwarsanya kapaaann niiihh???????
    hehe…ga ngaruh, karena gaji 3 bulan diakumulasikan pada bulan terakhir….whooo, menyenangkan gajian tripel…

  7. omong2 soal hemat menghemat, kalo situ pingin beli yg lucu2 *wink wink* tapi hemat ongkir tar aq handcarry aja pas mudik akhir nopember okeh😉

    kirim imel ke aq aja, alamate ada di blog ku🙂

  8. weee…. masa temen u gak malu waktu tukar duit 5000 ke 2000 T_T…, kalo aku sih uda gak berani ambill…, takut orgnya kesinggung

    sama… saya juga belum gajian *ketawa orang stress*

  9. mba ina : mudiknya ke surabaya ya mba….
    novi : iya bener, emang orangnya model ga tau malu..hueehh…
    –gajian masih besok, ketawa lagi ahh–

  10. qta khusnudzon aja bu … sama temen lamanya ibu, siapa tau mbak pramusaji yang dikasi 2 rebu plus no hp itu …… siapa tau itu no hp temen lamanya ibu, cuman dia malu mau nanya no hp nya mbak pramusaji itu hehehehe ……., trus klo rekanan itu siapa tau juga dia emang lagi gak punya duit ….. wong mobil pinjem soale mobilnya kan bersih jadi kalo kotor atau lecet catnya karena kemoceng …. gmana ntar ngomongnya ama yang punya ….. hahaha …… ini “khusnudzon ato sombong” ya ????

  11. adhi : memang mas adhi selalu jadi tokoh protagonis kita semua…. huehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: