Posted by: mbadeni | September 25, 2008

Keluyuran in da midel of Ramadhan!!! aka: Kudus trip!

Perjalanan terakhir saya ke Kudus sudah seminggu lalu berselang. Tetapi untuk menceritakannya kembali memang butuh mood yang bagus dan waktu senggang (nganggur) tentunya.

Oleh karena sahabat saya tercinta sedang terbaring di rumah sakit, untuk sementara, saya, sebagai multitasking support tercantik ( Saya tidak narsis, jujur, dari 11 support hanya saya yang wanita ), mengambil alih tugas beliau menjaga showroom yang penuh manekin berkaki lima berbalut kulit kebo ini.

Dan…nganggurlah saya!!!! (Maaf untuk teman sesama support, dilarang iri, rejeki yang ngatur Gusti Allah, seperti saat kita berdiri bersama dan hanya saya yang terkena tai cicak, itu juga nasib sekonyong kojerrrr!!!). Berhubung mood saya sedang lumayan hari ini , terwujud dalam blus bermotif bunga , maka dengan senang hati saya akan mencoba me-rewind ingatan saya tentang perjalanan tempo hari untuk bahan cerita disini.

 

tidak ada hubungannya dengan cerita. hanya pose genit blus bermotif bunga

tidak ada hubungannya dengan cerita. hanya pose genit blus bermotif bunga

 

Perjalanan hari Selasa dimulai ketika travel yang akan mengangkut saya dan Bos menjemput tidak tepat waktu pada jam 9 pagi. Jadi, total dengan muter keliling Surabaya-sidoarjo menjemput para penumpang, kami baru bisa berangkat jam 10 pagi. Janji mbak agen travel yang mengatakan kami akan berangkat TET jam 8 pagi jadi seperti rayuan palsu ibu kepada anak yang rewel dengan kebohongan public bahwa kalau nangis nanti dimakan buto ijo. Nah lho.

 

peta kudus!!!

peta kudus!!!

 

Akibat mundurnya waktu yang semena-mena, alhasil acara kami dengan klien jadi berantakan, acara klien dengan user juga berantakan, acara user dengan yang punya duit tambah berantakan. Sementara acara mbak agen travel dengan pacarnya saya yakin tetap baik2 saja.

Kemunduran waktu tidak menghalangi niat klien untuk mentraktir kami berbuka puasa. Demi memuaskan penasaran saya akan garang asem khas kudus, diajaklah kami santap petang di rumah makan Sari Rasa yang terkenal akan kelezatan masakan itu. Mohon maaf, saya tak mengambil gambarnya karena isinya keburu saya makan, kelaparan berat akibat perjalanan panjang nan gersang lewat pantura.

Garang asem itu sendiri terdiri dari setengah ekor ayam kampung kurus berteman cabe hijau dan tomat hijau, yang diselimuti daun pisang lalu dikukus. Rasanya asem, pedas dan manis ( mengingat ini adalah citarasa Jawa Tengah ). Cukup masuk di lidah saya yang asin pedas ramuan madura ini.

 

tidak sempat mengambil gambar masakannya, tetapi saya masih sempat mengambil gambar "plang" rumah makannya. silakan dicoba, rasa garang asem ayam disini tiada duanya

tidak sempat mengambil gambar masakannya, tetapi saya masih sempat mengambil gambar

 

Untuk makan sahur, saya tidak dapat berbuat banyak, alias pasrah dengan hidangan hotel yang hambar tak bernyawa itu. Setidaknya, asupan gizinya cukup untuk menunjang kegiatan saya berpanas-panas ria sepanjang hari di project.

Untuk berbuka puasa sore harinya, saya memang agak kalap. Atau berlebihan, mungkin. 2 piring pindang ayam, 2 Teh Botol, seporsi sate paru dan sepiring rambak….saya makan sendiri..

 

Sepiring Nasi Pindang Ayam - yang sudah saya santap setengahnya

Sepiring Nasi Pindang Ayam – yang sudah saya santap setengahnya

 

Bagaimana tidak tergoda????? Rasa pindang ayam, masakan khas kudus benar-benar sesuai lidah saya yang pecinta asin pedas. Masakannya sebenarnya manis, tetapi apa gunanya garam meja bergambar lele dumbo kalau bukan untuk rekayasa rasa? Akhirnya dengan sedikit make over, jadilah Nasi Pindang Ayam khas Jawa Timur. Asin Pedass!!!

Dengan mengabaikan pantangan diare yang sedang saya derita, saya menghabiskan hampir setengah mangkuk sambal dan sayuran yang ada. Toh, saya masih punya sebiji obat – mahal- mampet yang tersisa.

 

warung pak haji Solichan is namber wan!!!

warung pak haji Solichan is namber wan!!!

 

Begitulah. Setelah bersantap penuh nikmat, kami menunggu jemputan travel di hotel. Karena kami booking terakhir,saya dan bos duduk di jok belakang mobil disamping bapak berbau acar kadaluwarsa. Kami pulang jam 10 malam dan dengan mempertimbangkan makan sahur, mobil travel berhenti di sebuah rumah makan di Rembang.

Untuk saya, selain makan sahur, yang penting adalah minum 8 gelas air putih. Berhubung yang ada hanya Aqua gelas, saya memborong dan menghabiskannya dalam satu waktu.

Kepanikan melanda satu jam kemudian. Dalam perjalanan penuh kegelapan melewati hutan belantara , selain bapak sebelah yang usil sesekali menyentuh ”tanpa sengaja” paha dan tangan saya, dorongan nafsu yang berasal dari kantung kemih saya tak tertahankan lagi. Setengah memaksa pak Supir untuk berhenti, entah di semak-semak atau kandang ayampun, yang penting saya bisa pipis!!!

Dikarenakan takut terkena kencing batu (efek jangka panjang ) atau ngompol di celana (efek seketika ), akhirnya saya berhasil memaksa Pak Supir untuk berhenti di sebuah Rumah Sakit Tua di pinggir Hutan. Saking kebeletnya, saya langsung lari tanpa memperhatikan kondisi sekitar. Saya menemukan toilet di pojok bangunan, namun karena tampangnya yang terlalu horor dan tiadanya lampu membuat saya mengurungkan diri. Saya tidak mau nanti di tengah hajat tiba2 dijawil atau dikitik-kitik makhluk tak jelas yang biasanya kerasan tinggal di tempat seperti itu.

 

yang dilingkari adalah lokasi KM horor...

yang dilingkari adalah lokasi KM horor…

 

Akhirnya setelah menyusuri lorong yang panjang, saya menemukan sebuah kamar yang pintunya setengah terbuka.Ada sepasang kakek nenek yang melongok dari celahnya. Saya dengan paniknya bertanya dimana kamar mandi yang bisa dipakai. Si kakek menunjuk sebuah pintu di kamar sebelah. Melesat saya segera melepas hasrat badaniah….Arrghhh…akhirnya!!!!

Setelah mengucap terima kasih pada pasangan renta tersebut, saya langsung lari keluar (dan menyempatkan diri mengambil foto toilet horor ).

Sesampai di mobil, seluruh penumpang memandangi saya dengan takjub

Ibu-ibu à ” Mbaknya berani banget ya!!!”

Saya à ” Kebelet, Bu, emang kenapa?”

Pak Sopir à ” Rumah Sakit itu kan udah nggak dipake lagi, Mbak…Lihat aja nggak ada orangnya. Lampunya aja dinyalain biar nggak serem. Tapi udah kosong tuh. Saya aja tadi brenti soalnya kasian mbaknya teriak2 kebelet !!!!”

Saya à ”HAHHHH????? Lha trus kakek nenek tadi sapaaa???!!!”

………………………

………………………

………………………

–Silakan bertanya pada kakek nenek yang bergoyang, karena yang tidak goyang berarti dakocan!!!!—

–Akhir cerita, saya pindah duduk depan setelah terlebih dahulu meng-kick off bapak genit di sebelah dan meninggalkan Bos saya menghirup gas beracun acar busuk di jok belakang !!!—

 

Advertisements
Posted by: mbadeni | September 22, 2008

selamat jalan, buah hati kami…

sebelum menulis lebih jauh, saya hanya ingin menangis terlebih dahulu. untuk sahabat saya, untuk mama saya , untuk sepupu saya dan untuk teman sahabat saya yang jauh di depok sana.

tiada yang lebih indah dari senyum janin dalam perut ibu...

tiada yang lebih indah dari senyum janin dalam perut ibu…

Hari ini bukan senin seperti biasanya. Ketika kuli uang mengejar rupiah diantara jam 8-5, ketika para bos sibuk merencanakan miting formalitas atau membuat list karyawan mana yang mendapat giliran makian hari ini, saya berangkat kerja dengan hati tanpa gairah. Entah untuk bekerja, makan, atau bercinta. hanya ingin mendengar sebuah kabar gembira. yang sepertinya digantung di pucuk pohon cemara, sekali-kali merunduk terkena angin, tetapi ketika kita ingin meraihnya, dia akan menjauh menjulang angkuh seperti semula.

tadi malam, saya mendapat sebuah kabar, yang semestinya kabar gembira untuk kelahiran seorang manusia lagi, yang saya rencanakan menjadi antek saya untuk menghijaukan bumi, dari sahabat dekat.

pagi ini kami mendapat permohonan doa by sms oleh ayah si manusia baru untuk mendoakan keselamatan manusia baru (yang sewajarnya disebut baby itu), karena oleh suatu hal, baby harus masuk icu. kami sahabat sekantor berdoa. Doa pagi hari, ketika hari masih suci dan malaikat baru berganti shift. Kami berharap, Gusti Allah mengabulkan doa yang menguar dari mulut kami  yang masih segar sisa pasta gigi tadi pagi.

siang ini, ketika tubuh kami mulai melemas kekurangan asupan nutrisi dan hawa panas yang membuat elektrolit tubuh menguap, bukan minuman isotonik yang membuat jantung kami langsung terpacu kencang. Sebuah berita buruk, yang mengabarkan kalau baby calon antek organisasi penghijauan bumi milik saya, telah ditarik kembali oleh Penguasa Pemilik sesungguhnya dari Bumi Hijau ini !!!!!

Yang pasti bukan karena hawa panas, atau malaikat yang sumuk, atau pohon cemara yang jual mahal yang membuat apa yang seharusnya ada itu menjadi tiada. Yang membuat tiada nya air mata itu menjadi adanya hujan tiba-tiba di kantor kami. saya masih sedih, masih sesak, masih tak bisa berpikir, berhitung apalagi bercinta ketika YM saya kelap-kelip.

sepenggal dialog retoris dari seseorang di depok

n_primayudi: kemaren anak tetangga gue beda satu rumah meninggal..
n_primayudi: beda 2 bulan sama rafa
n_primayudi: 😦
n_primayudi: temen maen tiap sore..
n_primayudi: gue ampe nangis den..
n_primayudi: udah kaya anak gue juga..
n_primayudi: kemaren ke kuburan juga gue anter..
n_primayudi: sakitnya sepele..
n_primayudi: rabu pagi sehat walafiat..
n_primayudi: biasa aj…
n_primayudi: siang jam12 tb2 badannya panas..
n_primayudi: trus dibawa kedokter..
n_primayudi: udah mulai turun..
n_primayudi: kamis recovery…
n_primayudi: biasa kaya anak  sakit lainnya agak rewel..
n_primayudi: tapi makan &minum susu mau..
n_primayudi: jumat gak panas/anget..
tapi gak mau minum susu
n_primayudi: cuma dikit
n_primayudi: makan juga dikit..
n_primayudi: tapi masih biasa aja…
n_primayudi: rewel biasa gitu…
n_primayudi: kalo digendong anteng..
n_primayudi: sabtu kembung kaya anak masuk angin den…
n_primayudi: dibawa kedokter…
n_primayudi: tapi kan ngantri…
n_primayudi: udah bisa masuk..
n_primayudi: pulang bawa obat…
n_primayudi: malemnya gak bisa diem…
n_primayudi: ditaro nangis digendong nangis
n_primayudi: jam 11 dibawa lagi ke rs
n_primayudi: trus kejang di ugd
n_primayudi: meninggal den..
n_primayudi: jam12an..
sophie chibi: …
n_primayudi: gue sedih banget…
n_primayudi: padahal tiap sore main sama rafa..
n_primayudi: anaknya sehat..
n_primayudi: banget..
n_primayudi: gak nyangka pokonya den…
n_primayudi: mamanya pingsan berkali2..
sophie chibi: …..
n_primayudi: sampe dikuburan gak mau pulang..
n_primayudi: bisa dibawa pulang cos dia pingsan

saya speechless. tidak membalas atau berkata apapun. bukan sombong atau lantaran sok sibuk kerja. lebih dikarenakan kesedihan yang sahabat n_primayudi rasa, juga saya rasakan hari ini, kesedihan ditinggal seseorang yang sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. saya menemaninya ketika manusia baru itu masih mendekam nyaman di perut ibunya, makan bersama, pergi bersama, bahkan bergosip bersama, yang kalau saya ingat agak menyesal…bukankah ibu hamil dilarang bergosip??? duh Gusti..

Pedih…perih…sakitt..

Saya tidak tahu. kepala saya pusing. perasaan saya campur aduk, seperti adonan donat yang diblender rasanya otak dan pembuluh darah di kepala sudah berpusing tak keruan. Apa karena saya seorang ibu? apa karena saya membayangkan kalau kejadian itu menimpa saya? apa karena ramzy kecil saya sedang sakit panas juga kemaren hari? atau hanya pelampiasan karena gagal merekrut anggota baru organisasi penghijauan bumi milik saya????? Atau…karena pesaing kita adalah Sang Pencipta itu sendiri????

Entahlah. Sulit betul bila bersaing dengan DIA. Lebih baik kita bersekutu atau bahasa halusnya, berkompromi….Tapi, Tuhan tidak bisa dan tidak boleh diajak berkompromi??? Kita manusia cacing tak ada harganya bila berhadapan dengan-NYA. Harga kita hanya sebatas kadar keimanan . Dan apa yang terjadi dengan kita, sahabat kita, bahkan nasib cicak di dindingpun ada di tangan-NYA. membalik nasib semudah kita menginjak kecoa gendut yang brsliweran di WC. Jadi, apa yang sudah Gusti Allah gariskan untuk saya, hanya rasa syukur yang bisa saya amini…

Dan untuk mama (mertua), sahabat saya, dan tetangga sahabat saya, juga sepupu saya, bersyukurlah atas kehilanganmu. Karena manusia2 kecil itu, manusia2 tanpa dosa itulah, yang akan mengangkat derajat para ibu di surga nanti. Bersabarlah, pelukan itu bisa anda simpan kelak, ketika putra putri anda mengajak untuk tinggal bersama mereka, dalam pelukan malaikat diatas alas pijak selembut kapas…

Buah hati itu bukan hanya milikmu, teman

Jika terlahir, itu menjadi milik alam,

Jika tak lahir, itu menjadi milik Al-Kalam

……

–ditulis dalam keadaan berduka, dan hanya bisa menangis pasrah pada Pencipta, berharap Ramzy bisa lebih lama berada dalam pelukan bundanya–

Posted by: mbadeni | September 15, 2008

Penghibur tanpa tanda jasa

Seringkali kita harus membayar mahal untuk melihat seseorang menjerit-jerit diatas panggung. Atau merelakan setengah gaji hanya untuk ikut bertaruh ketika praktek homo homini lupus berlangsung diatas ring gulat bebas. Bahkan melihat sapi balapan lari sambil terkencing-kencing karena pantatnya disilet lalu dibumbu cabe-pun kita harus membayar, walaupun jumlahnya tak seberapa.

Pernahkah kita sadar bahwa untuk tertawapun kita harus membayar.

“Ahh…masa sih, saya kan liat mas tukul di tipi, Mbak…masih bisa ketawa gratis tho…secara jaman begini kita nggak perlu lagi bayar iuran tipi..”

Lha apa anda semua nyadar, bahwa untuk melihat tipi itu kan ya butuh TV-nya tho…biarpun sudah mbayar iuran tipi kalo nggak punya tipi, masa mau liat mas Tukul di pantulan cermin jeding (kamar mandi-author)??? kecuali kalau wajah anda mirip mas Tukul, silakan bersyukur….

Sewajarnya manusia dari jaman purba sampai sekarang, dimana pola tukar menukar barang sudah menjadi gaya hidup, untuk dapat TV pun tidak bisa gratis, kecuali maling. Kecuali anda illusionis yang lebih hebat dari David Copperfield , yang bisa mengubah tempeh beras menjadi TV. Kalau anda bisa melakukan itu, saya bertaruh akan mencium pantat kuda!!!! Tak ada yang bisa!!! Semua butuh modal, meennn!!!

Suatu sore saya berbuka puasa di sebuah warung Lontong Balap di Jalan Garuda. Senikmat-nikmatnya saya makan, akan lebih nikmat lagi apabila tidak diganggu oleh sekelompok musisi jalanan yang datang berselang tiap 10 menit. Bukan, bukannya saya tidak menghargai seni (suara saya tidak lebih bagus dari mereka), tetapi frekuensi kedatangan dan cara meminta pamrih mereka itu yang saya kurang respek. Ketika orang masih berkonsentrasi penuh keringat dengan sayuran yang bisa menambah jumlah sperma (sembari berdoa semoga memang benar begitu), mereka merangsek dan memelas hanya untuk mendapatkan 500 rupiah. Trenyuh, memang. Tragis, itulah nasib. Mengganggu, betul. Tetapi tidak untuk dienyahkan atau diusir hanya untuk ego skrotum semata. Dan bukan salah mereka untuk jadi pengamen. Bukan salah ovarium bunda mereka pula, mana ada bunda yang kepingin anaknya jadi pengamen jalanan??? Sekali lagi juga tidak adil untuk menyalahkan Tuhan, karena selain bisa berakibat buruk di akherat, menjadikan diri apatis, ingatlah bahwa Tuhan hanya menciptakan manusia, urusan nasib mereka sendiri yang menentukan.

Memang, sekecil apapun bentuk penghiburan itu, mengganggu atau tidak, menyedihkan atau tidak, dan ketika mata telinga kita dipaksa untuk melihat mendengarkan melodi tak berirama, semua itu tetap tidak gratis. Butuh minimal 500 rupiah dan sepiring Lontong Balap untuk menikmatinya.

Lalu siapa yang harus disalahkan untuk keberadaan mereka? Untuk gampangnya, seperti biasa, seperti dalam sinetron atau debat politik, koran2 berkalimat pedas atau demo mahasiswa, sekali lagi dengan senang hati kita bisa menyalahkan pemerintahan kita, yang dengan manisnya menghadirkan hiburan-tidak-gratis di televisi tentang nikmatnya tidur siang dengan nina bobo nyanyian Presiden… Wewww!!! Murkalah Bapak kita !!! Wong dia saja susah tidur memikirkan nasib orang2 tak jelas macam kita itu!!!

Tapi tolong…teman, tidak semua penidur itu pemimpi…Jangan generalisir kasus. Untuk seorang penidur-pemimpi masih ada seratus pemimpi-pejuang dibaliknya . Dan untuk itu masih akan ada lagi hiburan panjang tak berujung yang bakal disiarkan di televisi-tak-gratis kita itu!!! Wow!!! Tak sabar saya untuk Pemilu!!! Yang pasti tingkah polahnya akan menghibur kita nonstop dan bisa kita akses di koran-tak-gratis atau internet-tak-gratis pun sekali lagi di televisi-tak-gratis kita itu…

Lalu, sekarang dimana kita bisa mencari hiburan gratis???? Silakan anda lihat topeng monyet yang sedang beraksi di tetangga sebelah lalu kabur tanpa bayar. Itu baru gratis. Tapi durhaka (ingat!!! Darwin masih keukeuh nenek moyang kita monyet!!) dan tak tahu malu. Jangan cemberut kalau suatu hari Tetangga sebelah mantu dan anda tidak diundang. Dia pasti berpikir untuk bayar topeng monyet saja tak mampu apalagi buwuh!!!!

Sampai beberapa saat  saya masih terdoktrin bahwa tidak ada hiburan gratis di jagat raya ini. Bahkan untuk ngeblog lewat internet kantorpun tidak gratis. Kita harus bekerja keras demi uang bos untuk membayarnya. Nonton tipi jaman kos dulu juga tidak gratis. Wong Orangtua saya yang memberikan TV itu jelas-jelas bukan maling kok!!!

Lalu…????

Suatu masa dimana saya curhat pada sahabat saya tentang kejamnya dunia yang menamparku sampai mampus   , dia hanya diam sambil senyum-senyum memandang saya. Jelas tidak gila, wong saya hidup serumah bertahun-tahun bersama dia dan masih hidup sampai saat itu. Jelas juga tidak naksir, karena untuk ukuran pria saja saya kurang menarik, apalagi buat wanita. Yang ada saya bertanya padanya apa yang menbuat dia cengengesan seperti kambing slilitan begitu.

She juz said

“Aku selama ini menjadi tempat curhat kalian. Mendengarkan cerita-cerita aneh kalian. Yang aku sendiri nggak pernah ngalamin. Dan nggak ngimpi mendapatkan masalah seperti kalian. Selama ini hidupku lurus-lurus aja. And i’m doing fine. Buatku, kalian seperti sinetron hidup yang memberiku hiburan gratis sepanjang kita berteman ini..”

Jadi. Ternyata Tuhan itu Maha Adil. Pemurah bagi makhluk yang tak punya uang atau tubuh yang layak untuk digadaikan demi membeli sebuah tipi. Hidup manusia, hewan, bahkan tumbuhan disekeliling kita bagaikan tontonan gratis sepanjang masa.

Ketika saya dan teman masuk ke alam, diamnya gunung , samar pepohonan oleh kabut, birunya air laut menjadi tontonan yang lebih indah daripada National Geographic edisi manapun yang pernah kami lihat. Untuk pergi kesana memang tidak gratis, tetapi untuk menikmati semua itu kita tidak perlu membayar seperti bila kita melihat Lumpur Lapindo.

Ketika bos memarahi saya didepan teman, saya adalah tontonan gratis bagi mereka. Entah menghibur atau tidak. Ketika Ramzy bernyanyi dengan suara tanpa “R” nya itu adalah hiburan gratis bagi kami seisi rumah termasuk cicak di dinding yang secara rutin mengisi bak mandi kami dengan hajatnya.

Pernahkah anda semua sadar bahwa sedikit banyak , apa yang kita lihat dan dengar , akan menjadi pembelajaran , intropeksi terbuka bagi diri kita sendiri? Seanehnya tingkah pola manusia hewan dan tumbuhan disekitar kita, itulah sebenarnya hiburan yang disuguhkan Tuhan pada kita. Tanpa embel-embel (R)remaja ; (BO)Bimbingan orang tua ; (SU)Semua umur..

Kalau Anda ingin menjadi artis milik PH Bumi Semesta ini, silakan bertingkahlaku seaneh mungkin. Niscaya semua orang akan menonton anda. Dan jangan takut untuk dianggap aneh. Kerena aneh itu eksentrik. Dan Ully Artha menjadi terkenal karena dia eksentrik.

Jadi

Selamat menikmati!!!!

Posted by: mbadeni | September 10, 2008

Hey, kau jadikanlah dirimu seperti yang kau mau..

bukan iklan rokok atau sepenggal syair dari musisi favorit saya (Bondan Prakoso-Xpresikan)…

Cuma, alangkah enaknya hidup ini kalau bisa menjadi seperti yang dinyanyikan “si lumba-lumba” tersebut. Masalahnya kadang butuh ego super tinggi untuk bisa mewujudkan itu. Dan juga rasa tak peduli lingkungan ,baik yang hidup atau mati. Sangat sedikit sekali perwujudan dari “apa yang kumau” itu bisa sinkron dengan ekosistem di sekitar kita.

Apalagi bila slogan itu keluar dari hati abg yang menganggap dirinya sudah tau dunia, sudah menemukan jatidiri dan dengan sok tahunya merasa tahu kapan dia akan mati…

Hasilnya adalah sebuah pendurhakaan. Baik kepada orangtua, atau dirinya sendiri. Untuk bisa menjadi seperti yang kumau memang euforia tujuan akhirnya. Tanpa dia tahu, kesenangan itu hanyalah temporary, kemudian hibernasi tanpa tau kapan bisa bangun lagi.

Saya pernah mengalaminya. Ketika dalam usia awal tetek tumbuh, saya merasa bahwa hidup akan berjalan seperti yang saya inginkan. Karena selama ini segalanya begitu mudah. Kenapa tidak untuk ke depannya?? begitulah pikiran sok tahu saya.

Dan seperti “jadikanlah dirimu seperti yang kau mau” korelasinya adalah “mendapatkan yang kau mau” yang belum tentu benda yang kau mau itu “mau” untuk kau dapatkan. Seperi orang ingin kaya malah tambah melarat. Pengen duit malah koit. Nah lho. Dan kejamnya kehidupan langsung menampar kau sampai mampus.

Untuk pengalaman cinta pertama saya sangat tidak menyenangkan. Entah karena dada saya rata atau muka saya yang kilap keling tanpa bedak akibat hobi nyolong tebu dan keluyuran, atau karena memang pribadi saya yang tidak wajar itulah yang membuat kisah kasih di SMP berjalan tidak semulus yang saya kira. Tidak seperti yang kumau. Dan kejamnya kehidupan benar-benar menamparku sampai mampus.

Untuk sejenak saya buang keinginan bercinta masa muda dan fokus pada karier. Karena saya pecinta hewan, maka saya sangat ingin mewujudkannya menjadi seorang zoologist. Seperti yang di tipi-tipi. Yang di luar negeri. Bisa sampai afrika dan kelon bareng binatang sabana. Watta life!!

Tapi sekali lagi ke faktor pendurhakaan tadi. Orang tua mana yang membiarkan anak gadisnya kelon dengan kucing garong liar (dalam arti sesungguhnya) di alam antah berantah sana?

Demi respek dan takut masuk neraka, akhirnya keinginan itu terpaksa saya kubur. Kuliah sesuai jurusan hasil rembukan bersama.

Jiwa liar saya bangkit kembali menginjak masa kuliah. Manifestasi dari petualangan semu saya di alam liar sebelumnya. Sempat berkeinginan menjadi tarzanwati. Hidup di hutan dan melepas gelar materialistis saya. INI HIDUP YANG SAYA MAU!!!!

Seperti film masa kini ( referensi dari sahabat saya, bangpay ) yang berjudul INTO THE WILD, tokoh utama dalam film itu benar2 bisa menjadi yang dia mau. Tanpa beban, tanpa tanggungjawab, walaupun akhirnya  kejamnya kehidupan benar-benar menamparnya sampai mampus. Setidaknya dia berhasil mewujudkan semua kebebasannya. Dan pendurhakaan kepada orangtua tidak terlalu dibahas di sana.

Seperti semua manusia asia, indonesia pada khususnya, rasa toleran dan “gak enak ati” masih mendarah daging. Yang membuat kita membuang keinginan soliter kita menjadi keinginan baru yang lebih sosial. Yang membuat tanggungjawab pada semua orang menjadi sangat baku. Dan materi adalah nomer satu. Dan ketika Bondan berseru “Hey, kau jadikanlah dirimu seperti yang kau mau” sebagian besar orang yang sudah terjebak dengan pola pikir dogmatis (seperti saya saat ini) akan menjawab ” Wah, Mas…kayaknya untuk sekarang ini saya pengen jadi orang kaya ajah deh…yang banyak duit. Yang bisa menafkahi anak bini atau beli sepatu manolo..”

Seperti orgasme yang punya klimaks dan antiklimaks begitupun keinginan manusia. Beberapa yang bebal dan keras kepala akan menjadi sperma yg menggumpal di celana. Yang biar dipaksakan masuk pun takkan bisa membuat hamil. Dan begitulah keinginan tarzanwati saya. Yang biar dipaksapun tidak akan membuat kebahagiaan kecuali diri saya sendiri (itu juga kalo tidak keburu mampus dilahap buaya). Tidak akan bermanfaat kecuali bagi ego saya yang sekeras otak udang itu….

Pelampiasannya adalah..kebiasaan keluyuran saya itu. Dalam kerjaan atau dalam kota bersama komunitas kecil saya. Bisa membuat hepi semua orang. Bos, anak, bojo dan mba ijah… Memuaskan ego semua pihak. That’s it.

Buat semua orang yang masih kepingin menjadi yang dimau, segera sinkronisasikan keinginan kalian dengan kondisi fisik, usia dan lingkungan. Mumpung sekrang jaman reformasi. Tidak akan ada yang melarang-larang. Paling juga tembak di tempat (pastikan sebelum itu anda sudah melaksanakan keinginan anda sekalian, biar nggak rugi dunia akherat).

Takkan lari gunung dikejar

Yang lari kalau dikejar itu maling!!!

—referensi lagu : unity album by Bondan Prakoso (n Fade 2 Black)—

—saya tidak punya related pic, masa mau majang fotonya Bondan, nanti dikira saya naksir??!! jadi diusahakan jangan bosan baca postingan saya yang banyak kalimat ini—

Posted by: mbadeni | September 3, 2008

Perjalanan Dinas ke Ternate with Love

Jangan syak wasangka dengan judul diatas. Jangan dikira saya Dinas luar kota dengan Bos trus kami sekamar dan bercinta dengan HOT. Yang benar adalah, kami memang sekamar, karena beliau perempuan. Dan kami tidak bercinta karena kami bukaan lesbian dan masih sangat tergoda dengan laki-laki bau merang.

Seringkali pekerjaan saya mengharuskan untuk bepergian, tidak hanya keluar kantor tapi juga keluar kota dan pulau (Bos, saya sangat ingin keluar negri!!!). Di kantor saya dahulu, saya seperti manekin pajangan alias ngga boleh keluar kantor. Kalau ada yg ingin meminta jasa kami silakan bertandang ke kantor . Mereka pun boleh memilih, mau ditemani oleh siapa. Hmmm…deskripsi yg menyesatkan berkonotasi tempat memajang manekin cantik-hidup di gang-gang suatu tempat Surabaya Barat.

Bukan, pekerjaan saya bukan dalam bentuk jasa yang mengencangkan otot paha dan urat leher tersebut. Eman-eman sekolahku. Eman-eman duit wong tuwo-ku. Apa yang saya lakukan masih berhubungan erat dengan ijasah Sarjana Teknik Arsitektur yang saya miliki. Yups, urusan memperbaiki tampilan ruang atau bahasa kerennya desain interior. Cuman yang dulu musti ngendon di kantor, yang sekarang ini justru musti keluyuran.

Karena saya anak kalong (sempat diadopsi sebentar oleh keluarga kalong langit) maka keluyuran adalah – bahasa inggrisnya- my middle name. Sophia Roosma Keluyuran Hardeny. Kebutuhan premier setelah makan. Nggak pake bajupun ngga masalah asal masi bisa keluyuran. Sejak umur 3 th sudah minggat dan ngeluyur nggak jelas di got2 pinggir jalan. Setelah dewasa semakin menjadi. Keluyuran ngga hanya di tempet tikus beranak, tapi juga tempat jin buang hajat. Ijin kadang saya acuhkan. Karena seperti tipikal ibu2 yg punya anak perempuan di seluruh dunia ini, sangat tidak mungkin mendapatkan restu ibu apabila saya meminta ijin untuk mendaki gunung bersama gerombolan laki2 yang juga tidak jelas bentuk dan rupanya itu.Tetapi aneh bila saya meminta ijin untuk “nge-mall” bersama manusia2 hedon ciptaan jaman, ibu saya langsung mentransfer rupiah berlebih dengan tujuan bentuk saya bisa di make over menjelma menjadi separuhnya saja dari wanita2 asal venus tersebut. Makhluk yang justru membuat orang tua saya bisa bangkrut lebih cepat daripada gerombolan pria tak pernah mandi itu. Kadangkala saya tak mengerti pola pikir orangtua saya…

Kembali ke Perjalanan Dinas. Pepatah bilang, “Cintailah pekerjaanmu maka kau akan merasa nyaman menjalankannya”. Karena sangat tidak mungkin untuk mencintai Bos saya, maka dengan senang hati saya berusaha untuk mencintai pekerjaan saya. Untuk urusan ini, Perjalanan Dinasnya. Merambah Pulau Jawa atau menyusuri Pulau2 di Timur Indonesia, menjadi agenda bulanan bahkan mingguan saya. Walaupun sangat jarang kesempatan untuk bisa bertamasya keliling pulau, atau foto2 di tempat wisata, perasaan saya sudah sangat senang “hanya” dengan menginjakkan kaki di tempat lain tersebut.

Mungkin sudah puluhan kali saya menginjak Makassar. Tapi hanya di Bandaranya saja untuk kebutuhan transit. Itu saja sudah membuat saya merasa pernah ke kota Makassar. Begitulah.

Terakhir saya pergi jauh adalah ke sebuah pulau di Maluku Utara. Beruntung saya menemukan teman2 yang mau mengantar saya keliling pulau dan mengabadikan sejumlah view. Mungkin beberapa foto sudah pernah dilihat di Friendster. Dan beberapa foto saya comot dari filenya bangpay tanpa ijin (bangpay, nyuwun…..). Hanya ingin mengungkapkan keindahan suatu tempat yang terabaikan pembangunan dan pilkadanya oleh pemerintah…

Kami berangkat keliling Pulau Ternate jam 1 siang, tepat setelah saya menyelesaikan presentasi dan membuat Guide gratisan saya menunggu cukup sabar. Menyenangkan sekali melihat pemandangan yang sangat beda dari keseharian saya di surabaya. Disini yang kita lihat tidak melulu rumah tapi Laut dan gunung di sisi satunya. Sepertinya kami terus menanjak, sampai akhirnya berhenti di Danau Ngade untuk memuaskan hasrat kantung kemih kami. Danau yg konon ada buaya putihnya dan dahulu kala bekas pemukiman suku beraliran sesat (tx Mr T for d informasinya). Menurut cerita para guide, gravitasi disitu sangat kuat sehingga pernah ada helikopter yang tersedot masuk ke dalamnya. dan banyak cerita mistis lain yang tidak ingin saya bahas disini. Nanti blog saya jadi ajang klenik dan perdukunan. saya tidak mau itu.

Perjalanan berlanjut menuju pantai Sulamadha, makan pisang goreng khas setempat yg dicocol dengan sambal. Sewa perahu di tempat itu 50 rebu dan hanya sampai di teluk hall. Mahallll….Untuk berjalan kaki menuju teluk tersebut membutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan landscape yang naik turun. Tidak disarankan memakai hak tinggi pada kondisi ini. Bisa ter”plecuk” dan kalo beruntung tidak masuk jurang.

Sewa perahu di teluk hall lebih murah.  20 Rebu satu jam dan mendayung sendiri alias bisa tidaknya kita kembali tergantung kemampuan mendayung dan membaca arah angin karena kalo terseret bisa2 kita sampai manado dan masuk koran kolom dukacita. Tukang Perahu tetap untung dengan menagihkan ongkos perahu ke ahli waris kita. Begitulah akhirnya kami berusaha dengan otot lengan bisep untuk bisa kembali tepat waktu dan berbadan utuh.

Kelelahan akibat mendayung bebas liar memutuskan kami untuk kembali ke kota dan bersantap petang. Sop Saudara menjadi pilihan kami. Selain rasanya sedap untuk ukuran pulau yg minim makanan enak, harganya juga tidak semahal kepiting kenari. Huahhh….akhirnya terkabul juga keinginan saya untuk memutari pulau Ternate ini…

Hanya saja, kepinginan utama naik puncak Gamalama belum kesampaian karena kendala cuaca dan waktu. Kapan nih…

Danau Ngade. Airnya diam dan mati...dengan background gunung gamalama

Danau Ngade. Airnya diam dan mati…dengan background gunung gamalama

—-Untuk Para Guide yg manis2, terimakasih!!!! Semoga keinginan mutasi kalian dikabulkan secepatnya—-

matahari terbit dari pulau halmahera

matahari terbit dari pulau halmahera

Pulau Maitara dengan background Pulau Tidore, dilihat dari Rumah makan Floridas, Ternate

Pulau Maitara dengan background Pulau Tidore, dilihat dari Rumah makan Floridas, Ternate

teluk hall (bener ya nulisnya begini??). bisa naek perahu dayung sendiri dengan hanya 20 rebu sejam

teluk hall (bener ya nulisnya begini??). bisa naek perahu dayung sendiri dengan hanya 20 rebu sejam

Mesjid Agung Ternate, dicomot dari file-nya bangpay...maap saya ga bisa ngambil angle sebagus ini, musti nyemplung laut dulu..

Mesjid Agung Ternate, dicomot dari file-nya bangpay…maap saya ga bisa ngambil angle sebagus ini, musti nyemplung laut dulu..

Gunung Gamalama dilihat dari Bandara...benar2 kasih tak kesampaian..

Gunung Gamalama dilihat dari Bandara…benar2 kasih tak kesampaian..

Para Tour Guide yang membuat saya awet muda.Termasuk mas2 yg ngambil foto ini ;-)

Para Tour Guide yang membuat saya awet muda.Termasuk mas2 yg ngambil foto ini 😉

Posted by: mbadeni | September 2, 2008

Tengok Bayi

Secara mendadak saya dikabari bahwa istri teman kantor melahirkan. Mendadak dalam hal ini, juga kalo saya ngga nanya ngga bakal ada yang ngasi tau kalo si baby hizkia sudah ngemut tetek ibunya.

Yang ada saya plonga plongo wae pas temen2 ngobrol tentang sapa jemput sapa,kumpul di mana… saya sampe nanya “Opo tho, mau piknik sebelum puasa?”

Mereka hanya memandang saya dengan nista (please deh, ada istri temen melahirkan dan kamu ngga mau ikut berkunjung???). Akhirnya saya diajak dan memang kepingin ikut, papa hizkia adalah salah satu teman baik saya. Seseorang yang rela mengiringi suara rombeng saya dengan kemampuan bermusiknya.

Sesuai rencana, kami berangkat ber-8 dari Surabaya jam 7 malam pada hari sabtu 30 Agustus kemaren. Menuju Mojokerto, tempat pertama baby hizkia menghirup udara kotor bumi ini. Tempat berkumpul adalah base camp gerombolan kami di rumah Mr Riz & Mrs Arc.

Kenapa nggak berangkat siang? karena beberapa masih disibukkan dengan acara kantor, beberapa masih sibuk bergulat di arena futsal (saya tahu kemampuan teman2 bermain futsal, oleh karena itu saya menyebutnya “bergulat” dan bukannya “bermain”).

Saya sendiri seharian masih sok sibuk dengan urusan kain dan mbak2 penjual yang judes. Menyebalkan sekali berdebat dengan mbak2 yang menganggap saya cuma lalat yang menclok di nasi. Atau karena penampilan saya kurang mendukung? Hanya kaos oblong jeans tanpa make up tak berarti bahwa saya tak punya uang dan tak bisa membeli (bahkan mbak tersebut kalo dijual saya mampu beli). Pola pikir babu asisten toko yang perlu di mesin cucikan.

Kembali ke acara tengok bayi. Malam minggu adalah malam kemacetan. Semua orang berlomba2 untuk jadi wangi dan apik. Semua orang ingin mejeng. Wanita mengumbar pheromon dan pria menangkap dengan testosteron. Semua dengan pasangan masing2. Mas dengan mbak, ABG dan gerombolannya, Supir dan kernet, tak ketinggalan Banci dan satpol PP. Jalanan menjadi begitu penuh. Membuat kami ber-8 tiba tidak tepat pada waktunya.

Jam 10 malam adalah waktu yang sangat tidak sopan untuk berkunjung apalagi tengok bayi. Tapi berhubung kami ber-8 juga bukan orang yang sopan, maka tanpa tau malu hanya malu pada kemaluan diri sendiri, kami merungsek menerobos dan memenuhi rumah si jabang bayi dengan tidak lupa menghabiskan kue2 tuan rumah, mencemarinya dengan gelas2 kotor , menambah limbah kimia dengan air kencing kami dan yang paling kurang ajar, membangunkan kakak hizkia (dengan cubitan yg kami anggap cubitan gemas)yang konon untuk menidurkannya butuh sepuluh bidadari bernyanyi..Yang ada bukan bidadari tapi mertua yang bernyanyi…

mama hizkie, Mrs Arc, me n Ms Ni

Untuk mengamankan kerusuhan, akhirnya papa hizkia mengusir kami dan dirinya sendiri keluar. Kami diajaknya santap malam di sebuah tempat makan sea food depan stasiun mojokerto. Berhubung kami sudah sangat lapar dan tidak kenyang hanya makan udara dan nikotin, maka santap malam kami berlangsung sangat cepat, dalam hal ini kecepatan tangan yang menentukan puas tidaknya kami makan. Siapa cepat dia dapat merasakan semua menu yg ada. Terima kasih untuk papa hizkia yang tanpa kalkulasi membuat kami puas mendesah dan, betul kata Mr Saf, “Itulah resiko orang yang bergaji gede, bro…”

Setelah santap malam penuh kolesterol itu, kami bermobil lagi menuju rumah baru papa hizkia. Rumah yang habis ditingkat, tanpa penghuni. Papa Hizkia belum tega meninggalkan istri dan 2 anaknya sendirian tanpa rewang. (Foto yang diambil adalah ekspresi ganjen kami di Lantai 2, dalam keadaan gelap gulita. Hasil yang anda lihat adalah bukti dari kecanggihan teknologi ato simpelnya, dipotret dengan hape N-95 nya Mrs Arc).

Perjalanan selanjutnya adalah Tempat wisata Pacet, tujuan sesungguhnya adalah mengakrabkan (memuaskan hasrat..) sejoli yang ada diantara kami (nama samaran tidak diperlukan hanya muka samaran yg diperlukan). Saya tidak akan mengekspos mereka berdua karena saya tau indahnya kasih sayang adalah bila terjalin secara natural—bukan gossip.

Sempat terjadi perdebatan antar teman karena mereka sebenarnya ingin berenang tapi tidak ada yang mau memulai duluan. Sempat membuat saya terprovokasi untuk jadi pioneer tapi apa kata dunia? apalagi kata papa ramzy kalo saya pulang dalam keadaan rambut basah dan mendesah (kedinginan).

Akhirnya setelah perdebatan di depan pemandian airpanas yg tidak berguna dan wasting time karena akhirnya tidak ada yg berenang, kami pulang ke surabaya – setelah memulangkan papa hizkia dengan penuh tanggungjawab pada keluarganya.

Perjalanan semalam yang melelahkan. Apalagi mendapati mobil yang saya parkir depan rumah Mr Riz gembosshh…Oh…

—Terima kasih buat Mr Riz yang meminjamkan Cerianya untukku pulang—

Sekilas tentang baby Hizkia. Laki2 mungil dengan berat lahir 3,2 Kg adalah bayi yang sangat manis. Jarang menangis dan tidak menyusahkan ibunya. Kulit kemerahan indikasi kelak akan jadi putih bersih dengan pipi yg montok.. Hmmmm…Selamat datang di bumi yang gersang ini, semoga kelak generasimulah yang akan membuat reformasi alam untuk menghijaukannya kembali…

Posted by: mbadeni | August 26, 2008

Anger Management

Katanya kalo manusia emosi itu lumrah. Nek ngamuk pas wayahe yo wajar.

Lebih tidak adil lagi bagi kaum pria karena wanita boleh marah-marah ketika menjelang datang bulan. Sementara mereka tidak boleh marah-marah ketika mimpi basah. Hormonal je..

Saya mengamati beberapa “kemarahan” yang dihalalkan atau dipaksa halal pada berbagai kasus

  1.  Kalo yang marah orang tua kepada anak. Seperti yang tertulis pada kitab suci dan norma sosial, anak tidak boleh balas memarahi ketika beliau berdua menegur kita dalam skala tingkat tinggi. Bisa kuwalat jambu mete ato jadi batu kayak malin kundang ( tinggal pilih aja mana yg lebih nyaman ) . Paling2 juga dicap durhaka dan masuk neraka, itu pasti.
  2. Suami yang memarahi istrinya. based on the holy Qur’an… para wanita dilarang keras “hanya” membalas dengan “ah” kepada suami. Kalo dalam conteks yang berbeda, ah-uh nya boleh2 aja dan asyik geboy saya kira..
  3. Atasan yang memarahi bawahan. wajarila bin halalila…commonly. karena biasanya yang bikin salah bawahan, yang kena akibat atasan. Yang buang duit kacung yang rugi tacik’e…jadi kalo mau marah ya memang sudah saatnya. Kecuali kalo si bos punya sifat penderma yg berlebih, yang merem aja liat bawahannya bikin bangkrut, itu anugrah. Dan tidak menurut kitab suci manapun ato norma sosial yang baku, sebenarnya tidak ada yang melarang para rantai makanan terbawah itu untuk balas memarahi si bos. Kecuali cacing2 di perut mereka…

Pengecualian dalam membalas kemarahan

  1. Pasangan belum pasutri yang sedang berantem. karena belum ada ikatan, sah2 aja kalo mereka saling bersilat lidah dan tubuh untuk mempertahankan harga diri. Tinggal kuat2an ego aja. ato sapa yang paling berani nekat berbuat ekstrim, misal : percobaan bunuh diri ato menghamilkan diri – yang pasti membuat si pasangan lebih pusing memikirkan hal itu daripada ngungkit2 masalah yg bikin berantem.
  2. Bos yang sakit jiwa. Dalam hal ini si Bos memang hobi memarahi bawahan tanpa alasan yang jelas. Bisa karena dia enek liat rai bawahan, ato gemes aja liat bawahan kerjanya tanpa cacat, ato lagi pengen nyiksa karena obsesi yang nggak kesampaian, ato bener2 sakit jiwa dalam arti harfiah. Wah, boleh banget tuh kalo kita mau bales beliau. Mau diculik, kemudian dimutilasi pelan2 sambil digaremi…ato ditelanjangi di muka umum…ato diracun diam2..itu silakan aja dengan resiko akherat ditanggung sendiri..
  3. Temen yang suka nyebar fitnah dan gosip murahan. Ketika kita berantem, kita dibolehkan untuk main hakim sendiri karena dia juga sudah main reportase dengan membuat kita jadi selebriti dadakan – dalam konteks negatip –

Sebenernya apa sih yang membuat manusia itu marah? KETIDAKPUASAN adalah jawaban yang mewakili segalanya.Ketidakpuasan yang terukur dari passing grade yg dibuat sendiri oleh masing2 individu yang biasanya seenak udel cacing2 perut mereka alias karepe dewe…

Dan melihat sekilas film anger management yang dibintangi oleh adam sandler itu, rasanya lucu aja kalo kita ingin mengatasi kemarahan dengan melibatkan orang lain, biro konsultasi pula!!! Dan karena itu cuman film komersil, konsultan sengaja bikin cara aneh2 yang kalo saya liat bukannya bikin orang tambah “adem” justru bisa gila saking ajaibnya… Kapan2 ingin saya kenalkan konsultan itu pada Bos saya…

Juz think positive ajalah…satu hal yang sulit sekali diterapkan. Makanya itu masih banyak orang yang hobi marah-marah di luaran sana..

Posted by: mbadeni | August 25, 2008

Kulonuwun

Assalamualaikum….

Wah…akhirnya sempet juga saya bikin blog sendiri. setelah protes dari teman yg curhat kalo internet kantornya diblock ngga bisa buka Friendster, ato susah banget ngasi comment di Blog FS, akhirnya saya coba untuk ngulik2 di wordpress ini…

Ide untuk mengangkat Modern Naturalis muncul setelah saya membaca website majalah handicraft indonesia, dimana disitu seorang perajin lampu meja menciptakan sebuah karya yg mengawinkan unsur modern dan naturalis… “elektro plating”-sebuah perkawinan aliran listrik (berupa anoda dan katoda) dan cairan obat selep dengan media kawat logam no 16 yang menghasilkan proses kimiawi sehingga membentuk kawat tersebut terkesan seperti tembaga- sebuah kesan alam yang sedang ngetrend akhir2 ini. salut untuk Pak Jeremi yang berhasil menaturalkan sebuah modernisme. (www.majalah-handicraft.jogja.com)

Karena modern biasanya tidak bersimbiosis dengan natural. karena modern biasanya awal kehancuran dari nature…dan naturalisme terdegradasi menjadi high tech echo dan futuristik…

saya kepingin sekali menjodohkan modern dan natural. karena saya orang modern, yang terpaksa jadi modern karena masa. Dan naturalis adalah usaha saya untuk menyampaikan realita berdasarkan unsur alam yang apa adanya.

Begitulah (nantinya) blog ini.

Apa adanya.

Wassalam

berusaha menjadi unsur natural

« Newer Posts

Categories